Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Hallo Anak Sholeh dan Sholehah kelas 6 Al Khawarizmi😊😊😊
Apa Kabarnya hari ini ? Semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT ya. Aamiin.
IDENTITAS
Identitas
- Nama Guru
- Asih Budi Ariyanti, S.Pd., Gr.
- Hari / Tanggal
- Kamis, 17 September 2026
- Fase / Kelas
- C / 6 ……………………………
- Mata Pelajaran
- Matematika
- Materi
- Menganalisis Rasio Bilangan dalam Soal Cerita
- Pertemuan Ke
- ke- …… (lanjutan dari materi pengertian rasio)
Apersepsi
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Apa kabar anak sholih/ah hari ini? Semoga Allah selalu menjaga kesehatan dan semangat belajar kalian. Setelah kemarin kita mengenal apa itu rasio, hari ini kita akan belajar menemukan dan menganalisis rasio yang tersembunyi di dalam soal cerita. Sebelum mulai, mari kita renungkan ayat suci Al-Qur'an berikut ini:
وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ. أَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيزَانِ. وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ
"Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan (neraca), agar kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi timbangan itu."
QS. Ar-Rahman (55) : 7-9
Allah Maha Khaliq, menciptakan langit dan bumi dengan keseimbangan (neraca) yang sempurna. Allah Maha Malik, memelihara keseimbangan itu setiap saat agar alam semesta tetap teratur. Dan Allah Maha Razaq, memberi kita akal untuk memahami neraca tersebut serta memerintahkan kita untuk selalu adil dan jujur ketika membandingkan atau menimbang sesuatu. Ketika kita belajar menganalisis rasio hari ini, sesungguhnya kita sedang berlatih menjadi pribadi yang teliti dan adil dalam melihat perbandingan, sebagaimana Allah perintahkan dalam ayat tadi.
Capaian Pembelajaran (CP)
Peserta didik dapat menganalisis rasio bilangan yang terdapat dalam soal cerita serta menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan rasio secara tepat dan teliti.
Tujuan Pembelajaran (TP)
- Melalui pengamatan soal cerita sehari-hari, murid mampu mengidentifikasi rasio bilangan yang terdapat di dalamnya.Meaningful
- Melalui penjelasan guru dan latihan soal bertahap, murid mampu menganalisis dan menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan rasio.Meaningful
- Melalui perenungan terhadap ayat tentang neraca dan keseimbangan, murid mampu menunjukkan sikap adil, jujur, dan teliti ketika membandingkan sesuatu.Mindful
- Melalui kuis benar/salah dan latihan soal bertingkat, murid mampu menunjukkan semangat dan rasa senang dalam belajar rasio.Joyful
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Pembukaan & Apersepsi — Murid menyimak ayat Al-Qur'an tentang neraca dan keseimbangan, lalu menjawab pertanyaan reflektif untuk membangun sikap adil sebelum belajar.Mindful
- Review Materi Sebelumnya — Murid mengerjakan 5 soal benar/salah tentang pengertian rasio sebagai pemanasan yang menyenangkan.Joyful
- Mengamati Video & Penjelasan — Murid menonton video pembelajaran dan menyimak penjelasan guru tentang langkah-langkah menganalisis rasio dalam soal cerita.Meaningful
- Menganalisis Soal HOTS — Murid berlatih berpikir kritis dengan menyelesaikan soal cerita rasio yang lebih kompleks.Meaningful
- Latihan Penerapan — Murid menilai tiga pernyataan kebiasaan sehari-hari tentang sikap adil dan jujur saat membandingkan sesuatu.Mindful
- Asesmen Formatif — Murid mengerjakan 10 soal pilihan ganda bertingkat kesulitan untuk mengukur pemahaman secara menyeluruh.Joyful
Model / Metode
Discovery Learning, Tanya Jawab, Diskusi Kelompok, Games (Kuis Benar-Salah & Analisis Soal Cerita), dan Penugasan.
Penjabaran Materi
1. Review Materi Sebelumnya — Benar atau Salah?
2. Video Pembelajaran & Penjelasan Materi
▶ Tonton Video: Cara Mengerjakan Soal Rasio Kelas 6 Kurikulum MerdekaKlik untuk membuka di YouTubeBagaimana cara menganalisis rasio dalam soal cerita? Ikuti langkah-langkah berikut setiap kali menemukan soal cerita tentang rasio.
- Baca soal dengan teliti, lalu temukan dua besaran apa saja yang sedang dibandingkan dalam cerita.
- Perhatikan urutannya — sesuai dengan yang ditanyakan pada soal, misalnya "rasio laki-laki terhadap perempuan" berarti laki-laki ditulis lebih dulu.
- Tuliskan rasionya menggunakan tanda titik dua, misalnya 3 : 4.
- Sederhanakan rasio menggunakan FPB apabila memungkinkan.
- Gunakan rasio untuk menghitung — jika salah satu nilai diketahui, cari nilai per satu bagian, lalu kalikan sesuai kebutuhan soal.
Contoh: Sebuah kebun memiliki 20 pohon mangga dan 30 pohon jambu. Berapa rasio pohon mangga terhadap pohon jambu dalam bentuk paling sederhana?
Soal HOTS
Di sebuah perpustakaan sekolah, rasio buku cerita anak dan buku pelajaran adalah 5 : 3. Jika jumlah buku pelajaran ada 48 buku, tentukan jumlah buku cerita anak di perpustakaan tersebut! Tuliskan langkah-langkahmu secara lengkap, mulai dari mencari nilai satu bagian hingga menemukan jawaban akhir. Setelah itu, coba pikirkan: jika sekolah ingin menjaga rasio tersebut tetap sama sambil menambah 15 buku pelajaran baru, berapa buku cerita anak yang perlu ditambahkan?
Kunci & pembahasan soal HOTS akan diunggah setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
3. Latihan Penerapan — Bersikap Adil Saat Membandingkan, Baik atau Tidak Baik?
Asesmen Formatif
Tingkat Mudah1. Dalam sebuah kelompok belajar terdiri dari 6 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Rasio anak laki-laki terhadap anak perempuan dalam bentuk paling sederhana adalah ...
- A.3 : 2
- B.2 : 3
- C.6 : 9
- D.9 : 6
2. Sebuah toples berisi 10 kelereng merah dan 15 kelereng biru. Bentuk rasio paling sederhana kelereng merah terhadap kelereng biru adalah ...
- A.3 : 2
- B.10 : 15
- C.1 : 2
- D.2 : 3
3. Dalam sebuah resep, rasio tepung dan gula adalah 4 : 1. Jika digunakan 4 cangkir tepung, gula yang dibutuhkan adalah ...
- A.1 cangkir
- B.2 cangkir
- C.3 cangkir
- D.4 cangkir
4. Sebuah kelas terdiri atas 32 murid. Jika rasio murid laki-laki terhadap murid perempuan adalah 3 : 5, jumlah murid laki-laki di kelas tersebut adalah ...
- A.10 murid
- B.14 murid
- C.12 murid
- D.16 murid
5. Dita memiliki pita merah dan pita biru dengan rasio panjang 2 : 7. Jika panjang pita biru 35 cm, panjang pita merah adalah ...
- A.10 cm
- B.8 cm
- C.9 cm
- D.12 cm
6. Dalam sebuah akuarium terdapat ikan mas dan ikan koi dengan rasio 5 : 3. Jika jumlah seluruh ikan 40 ekor, jumlah ikan koi adalah ...
- A.12 ekor
- B.18 ekor
- C.20 ekor
- D.15 ekor
7. Sebuah peta memiliki skala 1 : 200.000. Jika jarak dua desa pada peta 3 cm, jarak sebenarnya kedua desa tersebut adalah ...
- A.5 km
- B.7 km
- C.6 km
- D.8 km
8. Sebuah toko menjual permen rasa jeruk dan rasa stroberi dengan rasio 4 : 5. Jika jumlah permen rasa stroberi 15 lebih banyak daripada permen rasa jeruk, jumlah total permen di toko tersebut adalah ...
- A.108 permen
- B.135 permen
- C.117 permen
- D.126 permen
9. Rasio uang tabungan Andi dan Beni adalah 3 : 4. Jika selisih tabungan mereka Rp50.000,00, jumlah tabungan Beni adalah ...
- A.Rp150.000,00
- B.Rp175.000,00
- C.Rp225.000,00
- D.Rp200.000,00
10. Sebuah usaha roti membagi keuntungan kepada dua karyawan dengan rasio 2 : 3. Jika keuntungan yang diterima karyawan pertama adalah Rp800.000,00, total keuntungan yang dibagikan adalah ...
- A.Rp2.000.000,00
- B.Rp1.800.000,00
- C.Rp2.200.000,00
- D.Rp2.400.000,00
Kunci Jawaban Asesmen Formatif
Kesimpulan / Refleksi
Kesimpulan materi: Hari ini murid telah belajar mengidentifikasi dan menganalisis rasio bilangan yang terdapat dalam soal cerita, mulai dari menemukan besaran yang dibandingkan hingga menyelesaikan perhitungan berdasarkan rasio tersebut, serta menunjukkan sikap adil dan jujur saat membandingkan sesuatu.
Kendala pembelajaran hari ini: ……………………………………………
Tindak lanjut: ……………………………………………
Capaian tujuan pembelajaran: ……………………………………………
Jumlah siswa yang paham / belum paham: ……… siswa paham, ……… siswa belum paham.
Identitas
- Nama Guru
- Asih Budi Ariyanti, S.Pd., Gr.
- Hari / Tanggal
- Kamis, 17 September 2026
- Fase / Kelas
- C / 6 Al Khawarizmi
- Mata Pelajaran
- IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial)
- Materi
- Politik Etis (Trias Van Deventer) — Bab 3: Jejak Sang Pahlawan
- Pertemuan Ke
- ke-4 (lanjutan dari materi kedatangan bangsa Eropa dan penjajahan)
Apersepsi
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Apa kabar anak sholih/ah hari ini? Semoga Allah selalu menjaga kesehatan dan semangat belajar kalian. Hari ini kita akan menelusuri jejak sang pahlawan — bagaimana sebuah kebijakan Belanda bernama Politik Etis justru ikut melahirkan pahlawan-pahlawan bangsa kita. Sebelum mulai, mari kita renungkan ayat suci Al-Qur'an berikut ini:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْـَٔاخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan yang banyak mengingat Allah."
QS. Al-Ahzab (33) : 21
Allah Maha Khaliq, menciptakan manusia dengan kemampuan untuk meneladani kebaikan orang lain. Allah Maha Malik, memelihara semangat perjuangan itu dari generasi ke generasi lewat kisah-kisah pahlawan. Dan Allah Maha Razaq, memberi kita rezeki berupa ilmu pengetahuan dan kemerdekaan yang kita nikmati hari ini — sebuah rezeki yang lahir dari pengorbanan para pahlawan, termasuk kaum terpelajar yang justru muncul dari sekolah-sekolah zaman kolonial. Sudah sepatutnya kita bersyukur dengan cara belajar sungguh-sungguh, sebagaimana para pahlawan dahulu berjuang lewat ilmu.
Capaian Pembelajaran (CP)
Peserta didik mampu menjelaskan latar belakang, isi, dan dampak Politik Etis (Trias Van Deventer) terhadap lahirnya kaum terpelajar dan Pergerakan Nasional Indonesia, serta menunjukkan sikap kritis dan bersyukur atas perjuangan para pahlawan.
Tujuan Pembelajaran (TP)
- Melalui video dan diskusi, murid mampu menjelaskan latar belakang munculnya Politik Etis serta isi Trias Van Deventer (Irigasi, Edukasi, Emigrasi).Meaningful
- Melalui analisis sumber sejarah, murid mampu berpikir kritis dalam membandingkan tujuan awal Politik Etis dengan kenyataan pelaksanaannya di lapangan.Meaningful
- Melalui refleksi terhadap teladan para pahlawan, murid mampu menunjukkan rasa syukur atas perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa.Mindful
- Melalui kuis dan diskusi kelompok, murid mampu menunjukkan semangat berpikir kritis dan rasa ingin tahu terhadap sejarah bangsanya sendiri.Joyful
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Pembukaan & Apersepsi — Murid menyimak ayat Al-Qur'an tentang suri teladan yang baik, lalu menjawab pertanyaan reflektif untuk membangun rasa syukur sebelum belajar.Mindful
- Review Materi Sebelumnya — Murid mengerjakan 5 soal benar/salah tentang kedatangan bangsa Eropa dan penjajahan di Indonesia sebagai pemanasan yang menyenangkan.Joyful
- Mengamati Video & Penjelasan — Murid menonton video pembelajaran dan menyimak penjelasan guru tentang latar belakang, isi, dan penyimpangan Politik Etis.Meaningful
- Menganalisis Soal HOTS — Murid berlatih berpikir kritis dengan mengevaluasi dampak Politik Etis secara berimbang, tidak hitam-putih.Meaningful
- Latihan Penerapan — Murid menilai tiga pernyataan kebiasaan sehari-hari tentang cara meneladani pahlawan pendidikan.Mindful
- Asesmen Formatif — Murid mengerjakan 10 soal pilihan ganda bertingkat kesulitan untuk mengukur pemahaman secara menyeluruh.Joyful
Model / Metode
Discovery Learning, Tanya Jawab, Diskusi Kelompok, Analisis Sumber Sejarah, dan Penugasan.
Penjabaran Materi
1. Review Materi Sebelumnya — Benar atau Salah?
2. Video Pembelajaran & Penjelasan Materi
▶ Tonton Video: Trias Van Deventer — Politik Balas Budi BelandaKlik untuk membuka di YouTubeLatar belakang lahirnya Politik Etis: Sebelum abad ke-20, Belanda menerapkan sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) yang sangat menyengsarakan rakyat Indonesia. Beberapa orang Belanda yang berhati nurani mulai bersuara mengkritik kebijakan ini.
- 1860Eduard Douwes Dekker, dengan nama pena Multatuli, menulis novel Max Havelaar yang mengkritik keras penderitaan rakyat akibat tanam paksa dan membuka mata banyak orang Belanda.
- 1899C. Th. Van Deventer, seorang pengacara Belanda yang pernah tinggal di Hindia Belanda, menulis artikel "Een Eereschuld" (Hutang Kehormatan) yang menyatakan Belanda berutang budi kepada rakyat Indonesia.
- 1901Pieter Brooshooft, jurnalis surat kabar De Locomotief, menulis "De Ethische Koers in de Koloniale Politiek" mendukung perubahan arah kebijakan kolonial.
- 1901Ratu Wilhelmina secara resmi mengumumkan Politik Etis dalam pidatonya, menandai lahirnya kebijakan balas budi bagi rakyat Hindia Belanda.
Isi Politik Etis (Trias Van Deventer):
Meskipun tujuannya tampak mulia, dalam praktiknya Politik Etis banyak menyimpang dari cita-cita awal: irigasi lebih banyak dibangun untuk perkebunan milik pengusaha Belanda, bukan sawah rakyat; sekolah hanya diperuntukkan bagi kalangan bangsawan dan hanya mengajarkan sampai tingkat rendah agar rakyat bisa dipekerjakan sebagai pegawai bergaji murah; dan emigrasi lebih sering dimanfaatkan untuk menyediakan tenaga kerja murah di perkebunan luar Jawa. Inilah pentingnya kita belajar sejarah secara kritis — tidak langsung menilai sebuah kebijakan sebagai "baik" atau "buruk" saja, tetapi menganalisis tujuan, pelaksanaan, dan dampaknya secara menyeluruh.
Dampak tak terduga — lahirnya jejak sang pahlawan: Meskipun terbatas, sekolah-sekolah yang berdiri seperti STOVIA dan OSVIA berhasil melahirkan kaum terpelajar pribumi. Dari sanalah lahir kesadaran untuk bersatu memperjuangkan kemerdekaan. Pada tahun 1908, para pelajar STOVIA mendirikan Budi Utomo, organisasi pergerakan nasional pertama yang menandai babak baru perjuangan bangsa — bukan lagi perlawanan bersenjata di satu daerah yang mudah dipatahkan Belanda, melainkan perjuangan yang terorganisir dan bersatu secara nasional. Politik Etis yang semula dirancang untuk kepentingan Belanda, justru menjadi bumerang yang mempercepat langkah Indonesia menuju kemerdekaan.
Soal HOTS
Sebelum tahun 1908, banyak perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajah yang berakhir gagal, meskipun dilakukan dengan penuh keberanian. Namun setelah lahirnya kaum terpelajar hasil Politik Etis, perjuangan bangsa Indonesia berubah menjadi lebih terorganisir hingga akhirnya berhasil meraih kemerdekaan. Menurutmu, mengapa hal ini bisa terjadi? Jelaskan hubungan antara pendidikan dan keberhasilan sebuah perjuangan. Selanjutnya, menurutmu apakah adil jika kita menilai Politik Etis sebagai kebijakan yang sepenuhnya baik, atau sepenuhnya buruk? Berikan pendapatmu disertai alasan berdasarkan fakta yang telah kamu pelajari hari ini.
Kunci & pembahasan soal HOTS akan diunggah setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
3. Latihan Penerapan — Meneladani Pahlawan Pendidikan, Baik atau Tidak Baik?
Asesmen Formatif
Tingkat Mudah1. Politik Etis dikenal juga dengan istilah Trias atau Trilogi ...
- A.Van Deventer
- B.Daendels
- C.Multatuli
- D.Raffles
2. Tiga program utama Politik Etis adalah irigasi, edukasi, dan ...
- A.Eksplorasi
- B.Industrialisasi
- C.Transmigrasi (emigrasi)
- D.Urbanisasi
3. Politik Etis muncul sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan ...
- A.Perdagangan bebas
- B.Politik pintu terbuka
- C.Otonomi daerah
- D.Tanam paksa
4. Program edukasi dalam Politik Etis pada awalnya bertujuan untuk ...
- A.Mendirikan sekolah bagi pribumi
- B.Menghapus kemiskinan rakyat
- C.Membangun jalan raya
- D.Memperkuat militer Belanda
5. Tokoh yang menulis artikel "Een Eereschuld" (Hutang Kehormatan) dan menjadi pelopor Politik Etis adalah ...
- A.Douwes Dekker (Multatuli)
- B.Cornelis de Houtman
- C.C. Th. Van Deventer
- D.Jan Pieterszoon Coen
6. Meskipun bertujuan baik, pelaksanaan program irigasi Politik Etis di lapangan justru lebih banyak digunakan untuk ...
- A.Kepentingan sawah rakyat kecil
- B.Perkebunan milik pengusaha Belanda
- C.Pembangunan sekolah baru
- D.Transportasi umum rakyat
7. Organisasi pergerakan nasional pertama yang lahir dari kaum terpelajar hasil Politik Etis pada tahun 1908 adalah ...
- A.Perhimpunan Indonesia
- B.Sarekat Islam
- C.Indische Partij
- D.Budi Utomo
8. Meskipun program edukasi Politik Etis membuka akses pendidikan, pada praktiknya sekolah tersebut lebih banyak diperuntukkan bagi ...
- A.Seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali
- B.Petani miskin di pedesaan
- C.Kalangan bangsawan dan priyayi
- D.Anak-anak pekerja perkebunan
9. Berdasarkan sejarah, Politik Etis pada akhirnya justru menjadi bumerang bagi Belanda karena ...
- A.Menyebabkan resesi ekonomi Belanda
- B.Melahirkan kaum terpelajar yang memimpin perjuangan kemerdekaan
- C.Membuat Belanda kehabisan dana
- D.Meningkatkan jumlah tentara Belanda
10. Berikut ini yang BUKAN merupakan dampak Politik Etis bagi bangsa Indonesia adalah ...
- A.Lahirnya kaum terpelajar pribumi
- B.Munculnya semangat nasionalisme
- C.Terbukanya akses pendidikan bagi sebagian rakyat
- D.Berakhirnya seluruh bentuk penjajahan di Indonesia
Kunci Jawaban Asesmen Formatif
Kesimpulan / Refleksi
Kesimpulan materi: Hari ini murid telah belajar menjelaskan latar belakang, isi, dan penyimpangan Politik Etis (Trias Van Deventer), serta menganalisis secara kritis bagaimana kebijakan tersebut tanpa disengaja melahirkan kaum terpelajar yang menjadi jejak awal para pahlawan bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Kendala pembelajaran hari ini: ……………………………………………
Tindak lanjut: ……………………………………………
Capaian tujuan pembelajaran: ……………………………………………
Jumlah siswa yang paham / belum paham: ……… siswa paham, ……… siswa belum paham.
Catatan:


No comments:
Post a Comment
see you