Wednesday, September 9, 2026

Materi Kelas 6 Kurikulum Merdeka

 Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

Hallo Anak Sholeh dan Sholehah kelas 6 Al Khawarizmi😊😊😊

Apa Kabarnya hari ini ? Semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT ya. Aamiin.

Identitas

✨ Bilangan Desimal ✨

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal

📘 Matematika 🎓 Fase C / Kelas 6 🕌 Mindful • Meaningful • Joyful

📋 Identitas

1. Nama Guru: Asih Budi Ariyanti, S.Pd., Gr.
2. Hari / Tanggal: Rabu, 9 September 2026
3. Fase / Kelas: C / 6 Al Khawrizmi
4. Mata Pelajaran: Matematika
5. Materi: Bilangan Desimal (Perkalian dan Pembagian)
6. Pertemuan Ke: 4 , 3 JP

🌤️ Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah hari ini? Semoga anak-anak semua sehat, bahagia, dan penuh semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh dan berdoa sebelum berangkat sekolah hari ini? Alhamdulillah, mari kita awali pembelajaran hari ini dengan bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya.
وَإِنْ تَعُدُّوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ
"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya."
QS. An-Nahl (16) : Ayat 18
Anak-anak, coba bayangkan. Hari ini kita akan belajar tentang bilangan desimal, bilangan yang sangat teliti karena memiliki angka di belakang koma seperti 0,1 atau 0,25. Kita bisa menghitung dan mengukur banyak hal dengan sangat detail menggunakan bilangan desimal. Namun, Allah SWT mengingatkan kita bahwa sebanyak dan seteliti apa pun kita menghitung, nikmat Allah tetap tidak akan pernah bisa dihitung habis, bahkan dengan bilangan desimal yang paling rinci sekalipun.

Pertanyaan Perenungan:
"Anak-anak, jika nikmat Allah saja tidak bisa kita hitung meskipun dengan bilangan yang paling teliti seperti bilangan desimal, menurut kalian bagaimana caranya kita menunjukkan rasa syukur atas nikmat-nikmat itu dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat kita belajar dan menuntut ilmu di kelas 6 ini?"

🎯 Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan desimal, serta menerapkannya dalam menyelesaikan soal cerita kehidupan sehari-hari dengan tepat.

🌟 Tujuan Pembelajaran (TP)

  • Melalui pengamatan contoh dan latihan soal, murid mampu mengidentifikasi bentuk bilangan desimal serta cara menuliskannya dengan benar. MINDFUL
  • Melalui diskusi dan demonstrasi langkah-langkah perhitungan, murid mampu menyelesaikan soal perkalian bilangan desimal dengan tepat. MEANINGFUL
  • Melalui penjelasan dan latihan bertahap, murid mampu menyelesaikan soal pembagian bilangan desimal dengan tepat. MEANINGFUL
  • Melalui video pembelajaran dan permainan kuis, murid mampu menerapkan operasi perkalian dan pembagian desimal dalam soal cerita kehidupan sehari-hari dengan penuh semangat dan rasa senang. JOYFUL
  • Melalui kegiatan mengaitkan materi dengan ayat Al-Qur'an di awal pembelajaran, murid mampu menunjukkan sikap teliti, sabar, dan penuh syukur saat menghitung bilangan desimal. MINDFUL

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  • Review & Apersepsi — Murid diajak bersyukur melalui ayat Al-Qur'an, lalu menjawab 5 soal benar/salah untuk mengingat kembali materi penjumlahan dan pengurangan desimal. MINDFUL
  • Pengantar Materi — Murid menonton video pembelajaran tentang perkalian dan pembagian desimal sebagai gambaran awal sebelum penjelasan guru. JOYFUL
  • Penjelasan Konsep — Guru menjelaskan langkah-langkah perkalian dan pembagian bilangan desimal secara rinci, disertai contoh soal dan soal cerita. MEANINGFUL
  • Refleksi Kebiasaan — Murid menilai tiga pernyataan kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan ketelitian menggunakan bilangan desimal. MINDFUL
  • Latihan Bertingkat — Murid mengerjakan 10 soal pilihan ganda dari level mudah, sedang, hingga sukar sebagai asesmen formatif. JOYFUL

🛠️ Model / Metode

Discovery Learning, Tanya Jawab, Demonstrasi, Games, Penugasan

📚 Penjabaran Materi

1️⃣ Review Materi Sebelumnya (Penjumlahan & Pengurangan Desimal)

Sebelum masuk ke materi baru, yuk kita ingat kembali! Tentukan apakah pernyataan berikut ini Benar atau Salah.

NoPernyataan
13,5 + 2,4 = 5,9
27,8 − 3,2 = 4,4
34,25 + 1,75 = 6,00
49,0 − 2,35 = 7,65
50,6 + 0,4 = 1,0

(Kunci: 1-Benar, 2-Salah [seharusnya 4,6], 3-Benar, 4-Salah [seharusnya 6,65], 5-Benar)

2️⃣ Video Pembelajaran

🎬 Yuk tonton video berikut untuk mengenal lebih dalam tentang perkalian dan pembagian bilangan desimal!
▶ Tonton Video Pembelajaran

*Guru dapat menyesuaikan/mengganti tautan video sesuai kebutuhan kelas.

3️⃣ Penjelasan Materi: Perkalian Bilangan Desimal

Cara mengalikan bilangan desimal:
1. Kalikan kedua bilangan seperti bilangan bulat biasa (abaikan dulu komanya).
2. Hitung jumlah total angka di belakang koma dari kedua bilangan.
3. Letakkan koma pada hasil akhir sesuai jumlah angka di belakang koma tersebut.
Contoh: 2,5 × 3,2 = ...
Langkah 1: 25 × 32 = 800
Langkah 2: 2,5 memiliki 1 angka di belakang koma, 3,2 memiliki 1 angka di belakang koma → total 2 angka.
Langkah 3: Maka hasilnya adalah 8,00 = 8

4️⃣ Penjelasan Materi: Pembagian Bilangan Desimal

Cara membagi bilangan desimal:
1. Ubah pembagi (angka kedua) menjadi bilangan bulat dengan mengalikan 10, 100, dan seterusnya.
2. Kalikan juga bilangan yang dibagi dengan angka yang sama agar nilainya tetap setara.
3. Bagi seperti pembagian bilangan bulat biasa.
Contoh: 6,4 : 0,8 = ...
Langkah 1: Kalikan kedua bilangan dengan 10 → 6,4 × 10 = 64 dan 0,8 × 10 = 8
Langkah 2: 64 : 8 = 8

5️⃣ Soal Cerita

Ibu membeli 3,5 kg gula pasir. Harga gula tersebut Rp12.000,00 per kilogram. Berapa uang yang harus dibayar Ibu?

Penyelesaian: 3,5 × Rp12.000,00 = Rp42.000,00

6️⃣ Refleksi Kebiasaan Sehari-hari

Bacalah tiga pernyataan berikut, lalu tentukan apakah itu termasuk kebiasaan baik atau tidak baik dalam kehidupan sehari-hari.

1. Setiap kali berbelanja, aku selalu memeriksa kembalian uang dengan teliti, termasuk nilai receh seperti Rp500,00 atau Rp250,00.
2. Aku malas menimbang bahan makanan dengan tepat saat membantu Ibu memasak, karena menurutku angka desimal seperti 0,5 kg tidak penting.
3. Saat mengukur panjang meja untuk tugas prakarya, aku mencatat hasil pengukurannya dengan teliti sampai angka desimal, misalnya 45,7 cm, bukan dibulatkan sembarangan.

📝 Asesmen Formatif

Kerjakan soal pilihan ganda berikut ini dengan teliti!

  1. MUDAHHasil dari 2,3 × 4 = ...
    1. 8,2
    2. 9,2
    3. 92
    4. 82
  2. MUDAHHasil dari 8,4 : 2 = ...
    1. 4,2
    2. 42
    3. 2,4
    4. 24
  3. MUDAHHasil dari 1,5 × 3 = ...
    1. 4,5
    2. 45
    3. 1,8
    4. 3,5
  4. SEDANGHasil dari 2,5 × 3,2 = ...
    1. 80
    2. 0,8
    3. 8
    4. 800
  5. SEDANGHasil dari 6,4 : 0,8 = ...
    1. 8
    2. 0,8
    3. 80
    4. 0,08
  6. SEDANGHasil dari 3,6 × 1,5 = ...
    1. 0,54
    2. 54
    3. 5,4
    4. 45
  7. SEDANGHasil dari 9,6 : 1,2 = ...
    1. 0,8
    2. 8
    3. 80
    4. 0,08
  8. SUKARIbu membeli 3,5 kg gula dengan harga Rp12.000,00 per kg. Berapa total uang yang harus dibayar Ibu?
    1. Rp4.200,00
    2. Rp42.000,00
    3. Rp420.000,00
    4. Rp4.020,00
  9. SUKARSebuah pita sepanjang 8,4 meter akan dipotong menjadi beberapa bagian sepanjang 0,6 meter setiap bagian. Berapa banyak potongan yang dihasilkan?
    1. 12
    2. 1,4
    3. 140
    4. 14
  10. SUKARSebuah mobil menempuh jarak 45,6 km dengan menghabiskan 3,8 liter bensin. Berapa km jarak yang ditempuh untuk setiap 1 liter bensin?
    1. 1,2
    2. 120
    3. 12
    4. 0,12

🌈 Kesimpulan / Refleksi

1. Kesimpulan Materi:
Hari ini murid telah belajar mengidentifikasi bilangan desimal serta menyelesaikan operasi perkalian dan pembagiannya. Perkalian desimal dilakukan dengan mengalikan seperti bilangan bulat lalu menyesuaikan letak koma sesuai jumlah angka di belakang koma. Pembagian desimal dilakukan dengan mengubah pembagi menjadi bilangan bulat terlebih dahulu.

2. Refleksi Pembelajaran:
• Kendala: ..................................................
• Tindak Lanjut: ..................................................
• Jumlah siswa yang paham / belum paham: ..................................................

🌸 Majas dalam Bahasa Indonesia 🌸

Metafora • Personifikasi • Hiperbola • Sinestesia • Simile (Perumpamaan)

📘 Bahasa Indonesia 🎓 Fase C / Kelas 6 🕌 Mindful • Meaningful • Joyful

📋 Identitas

1. Nama Guru: Asih Budi Ariyanti, S.Pd., Gr.
2. Hari / Tanggal: .Rabu, 9 September 2026
3. Fase / Kelas: C / 6 Al Khawarizmi
4. Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
5. Materi: Majas (Metafora, Personifikasi, Hiperbola, Sinestesia, Simile)
6. Pertemuan Ke: 1, 2 JP

🌤️ Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah hari ini? Semoga anak-anak semua sehat, bahagia, dan penuh semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh dan berdoa sebelum berangkat sekolah hari ini? Alhamdulillah, mari kita awali pembelajaran hari ini dengan bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat lisan dan bahasa yang indah yang telah diberikan kepada kita.
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ
"Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik?"
QS. Ibrahim (14) : Ayat 24
Anak-anak, coba perhatikan ayat di atas. Allah SWT menggunakan sebuah perumpamaan untuk menjelaskan tentang kalimat yang baik, yaitu diibaratkan seperti pohon yang baik, akarnya kuat menghujam ke bumi dan cabangnya menjulang ke langit. Perumpamaan seperti ini disebut juga dengan majas simile, salah satu gaya bahasa yang akan kita pelajari hari ini. Ternyata, gaya bahasa yang indah bukan hanya digunakan oleh penyair atau penulis cerita, tetapi juga digunakan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an untuk menyampaikan pesan yang mudah dipahami dan berkesan di hati.

Pertanyaan Perenungan:
"Anak-anak, jika Allah SWT saja menggunakan perumpamaan yang indah untuk menjelaskan kalimat yang baik, menurut kalian mengapa penggunaan majas atau gaya bahasa dapat membuat sebuah kalimat menjadi lebih indah, mudah dipahami, dan lebih berkesan? Bagaimana kita bisa membiasakan diri berbicara dan menulis dengan kata-kata yang baik dalam kehidupan sehari-hari?"

🎯 Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami dan mengidentifikasi penggunaan majas dalam kalimat maupun teks, serta mampu membedakan jenis-jenis majas yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan karya sastra.

🌟 Tujuan Pembelajaran (TP)

  • Melalui pengamatan contoh kalimat, murid mampu mengidentifikasi ciri-ciri majas metafora, personifikasi, hiperbola, sinestesia, dan simile dengan tepat. MINDFUL
  • Melalui diskusi kelompok dan analisis teks, murid mampu menentukan jenis majas yang digunakan dalam sebuah kalimat dengan benar. MEANINGFUL
  • Melalui latihan menyusun kalimat, murid mampu membuat contoh kalimat sederhana menggunakan salah satu jenis majas. MEANINGFUL
  • Melalui video pembelajaran dan permainan kuis identifikasi majas, murid mampu belajar dengan penuh semangat dan rasa senang. JOYFUL
  • Melalui kegiatan mengaitkan materi dengan ayat Al-Qur'an di awal pembelajaran, murid mampu menunjukkan sikap teliti dan santun dalam berbahasa. MINDFUL

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  • Review & Apersepsi — Murid diajak bersyukur melalui ayat Al-Qur'an, lalu menjawab 5 soal benar/salah untuk mengingat kembali materi cerita rakyat. MINDFUL
  • Pengantar Materi — Murid menonton video pembelajaran tentang jenis-jenis majas sebagai gambaran awal sebelum penjelasan guru. JOYFUL
  • Penjelasan Konsep — Guru menjelaskan pengertian dan ciri-ciri majas metafora, personifikasi, hiperbola, sinestesia, dan simile disertai contoh kalimat. MEANINGFUL
  • Refleksi Kebiasaan — Murid menilai tiga pernyataan kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan penggunaan bahasa yang baik. MINDFUL
  • Latihan Bertingkat — Murid mengerjakan 10 soal pilihan ganda dari level mudah, sedang, hingga sukar sebagai asesmen formatif. JOYFUL

🛠️ Model / Metode

Discovery Learning, Tanya Jawab, Demonstrasi, Games, Penugasan

📚 Penjabaran Materi

1️⃣ Review Materi Sebelumnya (Cerita Rakyat)

Sebelum masuk ke materi baru, yuk kita ingat kembali! Tentukan apakah pernyataan berikut ini Benar atau Salah.

NoPernyataan
1Cerita rakyat merupakan cerita yang diciptakan oleh pengarang dan namanya dicantumkan secara jelas.
2Legenda adalah cerita rakyat yang dikaitkan dengan asal-usul suatu tempat.
3Fabel adalah cerita rakyat yang tokohnya berupa hewan yang dapat berbicara dan berperilaku seperti manusia.
4Cerita rakyat selalu memiliki bukti sejarah yang dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah.
5Mite adalah cerita rakyat yang berhubungan dengan hal-hal gaib, dewa, atau makhluk supranatural.

(Kunci: 1-Salah [cerita rakyat umumnya anonim/tanpa nama pengarang], 2-Benar, 3-Benar, 4-Salah, 5-Benar)

2️⃣ Video Pembelajaran

🎬 Yuk tonton video berikut untuk mengenal lebih dalam tentang jenis-jenis majas!
▶ Tonton Video Pembelajaran

*Guru dapat menyesuaikan/mengganti tautan video sesuai kebutuhan kelas.

3️⃣ Penjelasan Materi: Jenis-Jenis Majas

🎭 Metafora
Gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata penghubung seperti "seperti", "bagai", atau "laksana".
Contoh: "Dia adalah bintang kelas di sekolah kami."
🌬️ Personifikasi
Gaya bahasa yang memberikan sifat atau perilaku manusia kepada benda mati, hewan, atau hal yang tidak bernyawa.
Contoh: "Angin berbisik lembut di telinga."
⚡ Hiperbola
Gaya bahasa yang melebih-lebihkan suatu hal agar terkesan lebih besar, dramatis, atau hebat dari kenyataan sebenarnya.
Contoh: "Suaranya menggelegar memecah angkasa."
🎨 Sinestesia
Gaya bahasa yang menggabungkan dua tanggapan indra yang berbeda dalam satu ungkapan, misalnya rasa dengan penglihatan atau suara dengan perasaan.
Contoh: "Senyumnya manis sekali membuat semua orang terpesona."
🌙 Simile (Perumpamaan)
Gaya bahasa yang membandingkan dua hal menggunakan kata penghubung pembanding, seperti "seperti", "bagai", "bagaikan", "laksana", atau "bak".
Contoh: "Wajahnya bersinar bagaikan bulan purnama."

4️⃣ Refleksi Kebiasaan Sehari-hari

Bacalah tiga pernyataan berikut, lalu tentukan apakah itu termasuk kebiasaan baik atau tidak baik dalam kehidupan sehari-hari.

1. Aku suka membaca cerita dan puisi yang menggunakan bahasa indah agar kosakataku bertambah banyak.
2. Aku sering berbicara kasar dan menggunakan kata-kata yang tidak sopan kepada teman-temanku.
3. Saat menulis cerita, aku mencoba menggunakan majas seperti personifikasi agar tulisanku lebih menarik dan hidup.

📝 Asesmen Formatif

Kerjakan soal pilihan ganda berikut ini dengan teliti!

  1. MUDAH"Bulan tersenyum menyapa malam." Kalimat tersebut menggunakan majas ...
    1. Metafora
    2. Personifikasi
    3. Hiperbola
    4. Simile
  2. MUDAH"Wajahnya bagaikan rembulan purnama." Kalimat tersebut menggunakan majas ...
    1. Simile
    2. Metafora
    3. Sinestesia
    4. Hiperbola
  3. MUDAH"Ayahku adalah pahlawan dalam hidupku." Kalimat tersebut menggunakan majas ...
    1. Personifikasi
    2. Simile
    3. Metafora
    4. Hiperbola
  4. SEDANG"Suaranya menggelegar memecah angkasa saat ia berteriak." Kalimat tersebut menggunakan majas ...
    1. Personifikasi
    2. Hiperbola
    3. Metafora
    4. Simile
  5. SEDANG"Senyumnya manis sekali membuat semua orang terpesona." Kata "manis" pada kalimat tersebut merupakan contoh majas ...
    1. Sinestesia
    2. Metafora
    3. Hiperbola
    4. Personifikasi
  6. SEDANG"Daun-daun menari mengikuti irama angin sore." Kalimat tersebut menggunakan majas ...
    1. Simile
    2. Hiperbola
    3. Personifikasi
    4. Metafora
  7. SEDANG"Ombak berkejaran bagaikan anak-anak yang bermain di pantai." Kalimat tersebut menggunakan majas ...
    1. Simile
    2. Personifikasi
    3. Sinestesia
    4. Metafora
  8. SUKARPerhatikan kalimat: "Kata-katanya begitu pedas hingga membuat hatiku sakit." Kalimat tersebut termasuk majas sinestesia karena ...
    1. Menggabungkan indra pengecap (pedas) dengan perasaan hati
    2. Membandingkan dua benda secara langsung
    3. Melebih-lebihkan suatu kejadian
    4. Memberikan sifat manusia pada benda mati
  9. SUKARManakah kalimat berikut yang termasuk majas metafora?
    1. Angin malam berbisik lembut
    2. Larinya secepat kilat menyambar
    3. Suaranya sehalus sutra yang lembut
    4. Dia adalah bunga desa yang selalu menjadi pujaan
  10. SUKARPerhatikan kalimat: "Air matanya mengalir bagaikan sungai yang tak pernah kering." Kalimat tersebut menggunakan majas ... karena membandingkan dua hal menggunakan kata penghubung "bagaikan".
    1. Metafora
    2. Personifikasi
    3. Simile
    4. Hiperbola

🌈 Kesimpulan / Refleksi

1. Kesimpulan Materi:
Hari ini murid telah belajar mengenai lima jenis majas, yaitu metafora (perbandingan langsung), personifikasi (memberi sifat manusia pada benda mati), hiperbola (melebih-lebihkan), sinestesia (menggabungkan dua indra berbeda), dan simile (perbandingan menggunakan kata penghubung seperti "bagai" atau "seperti"). Murid mampu mengidentifikasi jenis majas dalam kalimat maupun teks sederhana.

2. Refleksi Pembelajaran:
• Kendala: ..................................................
• Tindak Lanjut: ..................................................
• Jumlah siswa yang paham / belum paham: ..................................................

Menemukan Keindahan di Sekitar Kita 🎨

Unsur Rupa (Garis, Bidang, Bentuk, Tekstur, Warna) & Prinsip Desain (Keseimbangan dan Penekanan)

🖌️ Seni Rupa 🎓 Fase C / Kelas 6 🕌 Mindful • Meaningful • Joyful

📋 Identitas

1. Nama Guru: Asih Budi Ariyanti, S.Pd., Gr.
2. Hari / Tanggal: Rabu, 9 September 2026
3. Fase / Kelas: C / 6  Al Khawarizmi
4. Mata Pelajaran: Seni Rupa
5. Materi: Mengamati Lingkungan Sekitar — Unsur Rupa dan Prinsip Desain
6. Pertemuan Ke: 4 , 2 JP

🌤️ Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah hari ini? Semoga anak-anak semua sehat, bahagia, dan penuh semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh dan berdoa sebelum berangkat sekolah hari ini? Alhamdulillah, mari kita awali pembelajaran hari ini dengan bersyukur kepada Allah SWT atas mata yang sehat sehingga kita mampu mengamati keindahan ciptaan-Nya di sekitar kita.
أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ ۝ وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ ۝ وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ ۝ وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ
"Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan?"
QS. Al-Ghasyiyah (88) : Ayat 17-20
Anak-anak, Allah SWT mengajak kita untuk memperhatikan dengan seksama ciptaan-Nya di sekitar kita, mulai dari unta, langit, gunung, hingga bumi yang terhampar luas. Jika kita amati lebih dekat, setiap ciptaan Allah tersebut memiliki bentuk, garis, tekstur, dan warna yang begitu indah dan menakjubkan. Hari ini kita akan belajar mengenali unsur-unsur rupa tersebut yang ada di lingkungan sekitar kita, sebagai bentuk rasa syukur kita atas keindahan ciptaan Allah.

Pertanyaan Perenungan:
"Anak-anak, jika Allah SWT mengajak kita untuk memperhatikan ciptaan-Nya seperti gunung, langit, dan bumi, menurut kalian apa yang bisa kita pelajari dari bentuk, garis, tekstur, dan warna benda-benda di sekitar kita? Bagaimana cara kita mensyukuri nikmat penglihatan dengan cara mengamati keindahan alam ciptaan Allah secara lebih teliti?"

🎯 Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan mendeskripsikan unsur-unsur rupa (garis, bidang, bentuk, tekstur, dan warna) yang terdapat pada benda-benda di lingkungan sekitar, serta menghubungkannya dengan prinsip desain keseimbangan (balance) dan penekanan (point of interest) dalam sebuah karya.

🌟 Tujuan Pembelajaran (TP)

  • Melalui kegiatan mengamati lingkungan sekitar, murid mampu mengidentifikasi unsur garis, bidang, bentuk, tekstur, dan warna pada benda-benda di sekitarnya. MINDFUL
  • Melalui diskusi dan penjelasan guru, murid mampu menjelaskan pengertian prinsip desain keseimbangan (balance) dan penekanan (point of interest). MEANINGFUL
  • Melalui kegiatan analisis gambar/foto lingkungan, murid mampu menghubungkan unsur rupa yang ditemukan dengan penerapan prinsip keseimbangan dan penekanan dalam sebuah karya. MEANINGFUL
  • Melalui video pembelajaran dan kegiatan berkeliling mengamati lingkungan, murid mampu belajar dengan penuh rasa ingin tahu dan kegembiraan. JOYFUL
  • Melalui kegiatan mengaitkan materi dengan ayat Al-Qur'an di awal pembelajaran, murid mampu menunjukkan sikap teliti dan bersyukur atas keindahan ciptaan Allah di sekitarnya. MINDFUL

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  • Review & Apersepsi — Murid diajak bersyukur melalui ayat Al-Qur'an, lalu menjawab 5 soal benar/salah untuk mengingat kembali materi titik dan garis sebagai unsur dasar seni rupa. MINDFUL
  • Pengantar Materi — Murid menonton video pembelajaran tentang unsur-unsur seni rupa sebagai gambaran awal sebelum penjelasan guru. JOYFUL
  • Penjelasan Konsep — Guru menjelaskan lima unsur rupa (garis, bidang, bentuk, tekstur, warna) serta dua prinsip desain (keseimbangan dan penekanan) disertai contoh nyata di lingkungan sekitar. MEANINGFUL
  • Kegiatan Mengamati Lingkungan — Murid berkeliling area sekolah/rumah untuk mencatat benda-benda dan unsur rupa yang mereka temukan. JOYFUL
  • Refleksi Kebiasaan — Murid menilai tiga pernyataan kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan sikap mengamati dan berkarya. MINDFUL
  • Latihan & Tugas — Murid mengerjakan 10 soal pilihan ganda serta tugas menggambar hasil pengamatan lingkungan sekitar. MEANINGFUL

🛠️ Model / Metode

Discovery Learning, Observasi Lingkungan, Tanya Jawab, Demonstrasi, Praktik Berkarya

📚 Penjabaran Materi

1️⃣ Review Materi Sebelumnya (Titik dan Garis Sebagai Unsur Dasar)

Sebelum masuk ke materi baru, yuk kita ingat kembali! Tentukan apakah pernyataan berikut ini Benar atau Salah.

NoPernyataan
1Titik merupakan unsur seni rupa yang paling kecil dan menjadi awal dari terbentuknya unsur lain.
2Garis hanya bisa berbentuk lurus dan tidak bisa berbentuk lengkung.
3Garis terbentuk dari rangkaian titik-titik yang saling terhubung.
4Contoh garis di lingkungan sekitar antara lain kabel listrik dan guratan batang pohon.
5Unsur rupa hanya dapat ditemukan pada karya seni, tidak dapat ditemukan di lingkungan sekitar.

(Kunci: 1-Benar, 2-Salah, 3-Benar, 4-Benar, 5-Salah)

2️⃣ Video Pembelajaran

🎬 Yuk tonton video berikut untuk mengenal lebih dalam tentang unsur-unsur seni rupa!
▶ Tonton Video Pembelajaran

*Guru dapat menyesuaikan/mengganti tautan video sesuai kebutuhan kelas.

3️⃣ Penjelasan Materi: Unsur-Unsur Rupa

➖ Garis
Jejak yang ditinggalkan oleh alat tulis atau alat warna, terbentuk dari rangkaian titik yang saling terhubung. Garis dapat berupa garis lurus, lengkung, patah-patah, atau zigzag.
Contoh di lingkungan sekitar: kabel listrik yang membentang, guratan pada batang pohon, garis-garis pada lapangan olahraga.
🔲 Bidang
Permukaan rata yang memiliki batas jelas, terbentuk dari pertemuan ujung-ujung garis. Bidang bersifat dua dimensi (memiliki panjang dan lebar), dapat berbentuk geometris (segitiga, persegi, lingkaran) maupun organis (bentuk bebas seperti daun).
Contoh di lingkungan sekitar: permukaan meja, layar jendela, permukaan daun.
🧊 Bentuk
Perkembangan dari bidang yang memiliki dimensi ruang (panjang, lebar, dan tinggi), sehingga bersifat tiga dimensi. Bentuk dapat berupa bentuk geometris (kubus, bola, kerucut) maupun bentuk bebas/non-geometris.
Contoh di lingkungan sekitar: batu, buah-buahan, awan, gumpalan tanah liat.
🪵 Tekstur
Kesan permukaan suatu benda yang dapat dirasakan, misalnya halus, kasar, licin, atau berpori. Tekstur terbagi menjadi tekstur nyata (dapat diraba langsung) dan tekstur semu (hanya terlihat oleh mata, misalnya pada gambar).
Contoh di lingkungan sekitar: kulit kayu yang kasar, permukaan kain yang halus, batu yang licin.
🌈 Warna
Unsur rupa yang paling menarik perhatian mata. Warna terbagi menjadi warna primer (merah, kuning, biru), warna sekunder (campuran dua warna primer), dan warna tersier (campuran warna primer dan sekunder).
Contoh di lingkungan sekitar: warna-warni bunga di taman, warna hijau dedaunan, warna biru langit.

4️⃣ Penjelasan Materi: Prinsip Desain

⚖️ Keseimbangan (Balance)
Prinsip yang mengatur peletakan unsur-unsur rupa agar terlihat seimbang dan tidak berat sebelah dalam sebuah karya. Ada tiga jenis keseimbangan:

Simetris: unsur di sisi kiri dan kanan sama persis (seperti kupu-kupu).
Asimetris: unsur di kiri dan kanan berbeda, tetapi tetap terasa seimbang (misalnya pohon besar di satu sisi diimbangi beberapa batu kecil di sisi lain).
Radial: unsur tersusun memancar dari satu titik pusat (seperti kelopak bunga matahari).
Contoh di lingkungan sekitar: susunan daun pada satu tangkai, bentuk kupu-kupu yang simetris, kelopak bunga yang tersusun radial.
🎯 Penekanan (Point of Interest)
Prinsip yang membuat satu bagian dalam karya menjadi pusat perhatian sehingga lebih menonjol dibanding bagian lain. Penekanan dapat diciptakan dengan cara membuat perbedaan warna yang kontras, ukuran yang lebih besar, atau posisi yang lebih menonjol.
Contoh di lingkungan sekitar: satu bunga berwarna merah mencolok di antara rerumputan hijau, satu rumah bercat cerah di antara rumah-rumah lain yang berwarna netral.

5️⃣ Kegiatan Mengamati Lingkungan

Ayo berkeliling ke halaman sekolah, taman, atau sekitar rumahmu! Amati 5 benda yang kamu temukan, lalu catat unsur rupa apa saja yang terlihat pada benda tersebut.

NoNama BendaUnsur Rupa yang TerlihatPrinsip Desain (jika ada)
1Contoh: Daun pisangContoh: garis melengkung, warna hijau, tekstur halusContoh: keseimbangan simetris
2
3
4
5

6️⃣ Refleksi Kebiasaan Sehari-hari

Bacalah tiga pernyataan berikut, lalu tentukan apakah itu termasuk kebiasaan baik atau tidak baik dalam kehidupan sehari-hari.

1. Aku selalu mengamati lingkungan sekitar dengan teliti sebelum mulai menggambar agar hasil karyaku lebih nyata.
2. Aku sering mencoret-coret dinding sekolah atau fasilitas umum tanpa izin karena ingin berkreasi.
3. Aku selalu merapikan kembali alat dan bahan gambar setelah selesai digunakan.

📝 Soal Latihan

Kerjakan soal pilihan ganda berikut ini dengan teliti!

  1. MUDAHUnsur rupa yang terbentuk dari rangkaian titik-titik yang saling terhubung disebut ...
    1. Bidang
    2. Garis
    3. Bentuk
    4. Tekstur
  2. MUDAHKesan permukaan suatu benda, misalnya halus, kasar, atau licin, disebut ...
    1. Tekstur
    2. Warna
    3. Bidang
    4. Bentuk
  3. MUDAHBerikut yang termasuk warna primer adalah ...
    1. Hijau, ungu, oranye
    2. Merah, kuning, biru
    3. Cokelat, abu-abu, hitam
    4. Pink, magenta, cyan
  4. SEDANGPermukaan rata yang memiliki batas jelas dan bersifat dua dimensi disebut ...
    1. Bentuk
    2. Bidang
    3. Garis
    4. Tekstur
  5. SEDANGBatu, buah-buahan, dan awan merupakan contoh benda di lingkungan sekitar yang menunjukkan unsur rupa ...
    1. Bidang
    2. Warna
    3. Bentuk
    4. Garis
  6. SEDANGSusunan kelopak bunga matahari yang memancar dari satu titik pusat merupakan contoh prinsip keseimbangan ...
    1. Simetris
    2. Asimetris
    3. Radial
    4. Kontras
  7. SEDANGSatu bunga berwarna merah mencolok di antara rerumputan hijau merupakan contoh penerapan prinsip ...
    1. Keseimbangan simetris
    2. Penekanan (point of interest)
    3. Tekstur nyata
    4. Keseimbangan asimetris
  8. SUKARPerhatikan pernyataan berikut: "Sebuah taman memiliki pohon besar di sisi kiri, dan di sisi kanan terdapat beberapa batu serta bunga kecil sehingga tetap terasa seimbang meski bentuknya berbeda." Prinsip keseimbangan yang diterapkan adalah ...
    1. Simetris
    2. Radial
    3. Asimetris
    4. Tidak seimbang
  9. SUKARSeorang siswa ingin membuat gambar pemandangan sawah dengan satu petani bertopi merah sebagai fokus utama, sedangkan sawah dan langit dibuat dengan warna yang lebih lembut. Cara yang dilakukan siswa tersebut untuk menciptakan penekanan adalah dengan ...
    1. Membuat semua warna sama rata
    2. Menggunakan warna kontras dan ukuran yang menonjol pada objek utama
    3. Menghilangkan warna pada objek utama
    4. Membuat objek utama berukuran sangat kecil
  10. SUKARMengapa mengamati lingkungan sekitar penting sebelum membuat sebuah karya seni rupa?
    1. Agar karya terlihat sama persis dengan karya orang lain
    2. Agar siswa dapat mengenali unsur rupa dan menerapkan prinsip desain secara lebih tepat dan nyata
    3. Karena tidak perlu menggunakan imajinasi sama sekali
    4. Agar tidak perlu menggunakan warna dalam karya
🔑 Kunci Jawaban
1. B   2. A   3. B   4. B   5. C   6. C   7. B   8. C   9. B   10. B

🖍️ Tugas Gambar (Praktik Berkarya)

📌 Judul Tugas: "Keindahan di Sekitarku"

Instruksi: Amati salah satu sudut lingkungan sekitar rumah atau sekolahmu (misalnya halaman, taman, kebun, atau sudut ruang kelas). Buatlah sebuah gambar/sketsa berdasarkan hasil pengamatanmu dengan ketentuan berikut:

  • Menampilkan minimal 3 unsur rupa (garis, bidang, bentuk, tekstur, dan/atau warna) yang terlihat jelas.
  • Menerapkan salah satu jenis prinsip keseimbangan (simetris, asimetris, atau radial).
  • Menentukan satu pusat perhatian (point of interest) pada gambar, misalnya dengan warna yang lebih mencolok atau ukuran yang lebih besar.
  • Gambar dikerjakan pada kertas gambar A4 menggunakan pensil warna, krayon, atau cat air.

Alat dan Bahan: Kertas gambar, pensil, penghapus, pensil warna/krayon/cat air, alas gambar.

Langkah Kerja:

  1. Pilih satu objek atau sudut lingkungan yang menarik untuk diamati.
  2. Buat sketsa dasar menggunakan pensil, perhatikan bentuk dan garis objek.
  3. Tentukan bagian mana yang akan dijadikan pusat perhatian (point of interest).
  4. Warnai gambar dengan memperhatikan keseimbangan komposisi.
  5. Rapikan dan berikan judul pada karyamu.
Aspek PenilaianSkor Maksimal
Kesesuaian unsur rupa (garis, bidang, bentuk, tekstur, warna)25
Penerapan prinsip keseimbangan25
Penerapan penekanan / pusat perhatian25
Kerapian dan kreativitas karya25
Total100

🌈 Kesimpulan / Refleksi

1. Kesimpulan Materi:
Hari ini murid telah belajar mengenali lima unsur rupa (garis, bidang, bentuk, tekstur, warna) yang dapat ditemukan pada benda-benda di lingkungan sekitar, serta menghubungkannya dengan dua prinsip desain yaitu keseimbangan (simetris, asimetris, radial) dan penekanan (point of interest). Murid juga berlatih menerapkan pengetahuan tersebut melalui kegiatan mengamati lingkungan dan membuat karya gambar.

2. Refleksi Pembelajaran:
• Kendala: ..................................................
• Tindak Lanjut: ..................................................
• Jumlah siswa yang paham / belum paham: ..................................................

Catatan: 


No comments:

Post a Comment

see you