Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Hallo Anak Sholeh dan Sholehah kelas 6 Al Khawarizmi😊😊😊
Apa Kabarnya hari ini ? Semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT ya. Aamiin.
Identitas
📋 Identitas
| 1. Nama Guru | : Asih Budi Ariyanti, S.Pd., Gr. |
| 2. Hari / Tanggal | : Rabu, 9 September 2026 |
| 3. Fase / Kelas | : C / 6 Al Khawrizmi |
| 4. Mata Pelajaran | : Matematika |
| 5. Materi | : Bilangan Desimal (Perkalian dan Pembagian) |
| 6. Pertemuan Ke | : 4 , 3 JP |
🌤️ Apersepsi
Apa kabar anak sholih/ah hari ini? Semoga anak-anak semua sehat, bahagia, dan penuh semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh dan berdoa sebelum berangkat sekolah hari ini? Alhamdulillah, mari kita awali pembelajaran hari ini dengan bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya.
Pertanyaan Perenungan:
"Anak-anak, jika nikmat Allah saja tidak bisa kita hitung meskipun dengan bilangan yang paling teliti seperti bilangan desimal, menurut kalian bagaimana caranya kita menunjukkan rasa syukur atas nikmat-nikmat itu dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat kita belajar dan menuntut ilmu di kelas 6 ini?"
🎯 Capaian Pembelajaran (CP)
Peserta didik dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan desimal, serta menerapkannya dalam menyelesaikan soal cerita kehidupan sehari-hari dengan tepat.
🌟 Tujuan Pembelajaran (TP)
- Melalui pengamatan contoh dan latihan soal, murid mampu mengidentifikasi bentuk bilangan desimal serta cara menuliskannya dengan benar. MINDFUL
- Melalui diskusi dan demonstrasi langkah-langkah perhitungan, murid mampu menyelesaikan soal perkalian bilangan desimal dengan tepat. MEANINGFUL
- Melalui penjelasan dan latihan bertahap, murid mampu menyelesaikan soal pembagian bilangan desimal dengan tepat. MEANINGFUL
- Melalui video pembelajaran dan permainan kuis, murid mampu menerapkan operasi perkalian dan pembagian desimal dalam soal cerita kehidupan sehari-hari dengan penuh semangat dan rasa senang. JOYFUL
- Melalui kegiatan mengaitkan materi dengan ayat Al-Qur'an di awal pembelajaran, murid mampu menunjukkan sikap teliti, sabar, dan penuh syukur saat menghitung bilangan desimal. MINDFUL
🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Review & Apersepsi — Murid diajak bersyukur melalui ayat Al-Qur'an, lalu menjawab 5 soal benar/salah untuk mengingat kembali materi penjumlahan dan pengurangan desimal. MINDFUL
- Pengantar Materi — Murid menonton video pembelajaran tentang perkalian dan pembagian desimal sebagai gambaran awal sebelum penjelasan guru. JOYFUL
- Penjelasan Konsep — Guru menjelaskan langkah-langkah perkalian dan pembagian bilangan desimal secara rinci, disertai contoh soal dan soal cerita. MEANINGFUL
- Refleksi Kebiasaan — Murid menilai tiga pernyataan kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan ketelitian menggunakan bilangan desimal. MINDFUL
- Latihan Bertingkat — Murid mengerjakan 10 soal pilihan ganda dari level mudah, sedang, hingga sukar sebagai asesmen formatif. JOYFUL
🛠️ Model / Metode
Discovery Learning, Tanya Jawab, Demonstrasi, Games, Penugasan
📚 Penjabaran Materi
1️⃣ Review Materi Sebelumnya (Penjumlahan & Pengurangan Desimal)
Sebelum masuk ke materi baru, yuk kita ingat kembali! Tentukan apakah pernyataan berikut ini Benar atau Salah.
| No | Pernyataan |
|---|---|
| 1 | 3,5 + 2,4 = 5,9 |
| 2 | 7,8 − 3,2 = 4,4 |
| 3 | 4,25 + 1,75 = 6,00 |
| 4 | 9,0 − 2,35 = 7,65 |
| 5 | 0,6 + 0,4 = 1,0 |
(Kunci: 1-Benar, 2-Salah [seharusnya 4,6], 3-Benar, 4-Salah [seharusnya 6,65], 5-Benar)
2️⃣ Video Pembelajaran
▶ Tonton Video Pembelajaran
*Guru dapat menyesuaikan/mengganti tautan video sesuai kebutuhan kelas.
3️⃣ Penjelasan Materi: Perkalian Bilangan Desimal
1. Kalikan kedua bilangan seperti bilangan bulat biasa (abaikan dulu komanya).
2. Hitung jumlah total angka di belakang koma dari kedua bilangan.
3. Letakkan koma pada hasil akhir sesuai jumlah angka di belakang koma tersebut.
Langkah 1: 25 × 32 = 800
Langkah 2: 2,5 memiliki 1 angka di belakang koma, 3,2 memiliki 1 angka di belakang koma → total 2 angka.
Langkah 3: Maka hasilnya adalah 8,00 = 8
4️⃣ Penjelasan Materi: Pembagian Bilangan Desimal
1. Ubah pembagi (angka kedua) menjadi bilangan bulat dengan mengalikan 10, 100, dan seterusnya.
2. Kalikan juga bilangan yang dibagi dengan angka yang sama agar nilainya tetap setara.
3. Bagi seperti pembagian bilangan bulat biasa.
Langkah 1: Kalikan kedua bilangan dengan 10 → 6,4 × 10 = 64 dan 0,8 × 10 = 8
Langkah 2: 64 : 8 = 8
5️⃣ Soal Cerita
Penyelesaian: 3,5 × Rp12.000,00 = Rp42.000,00
6️⃣ Refleksi Kebiasaan Sehari-hari
Bacalah tiga pernyataan berikut, lalu tentukan apakah itu termasuk kebiasaan baik atau tidak baik dalam kehidupan sehari-hari.
📝 Asesmen Formatif
Kerjakan soal pilihan ganda berikut ini dengan teliti!
- MUDAHHasil dari 2,3 × 4 = ...
- 8,2
- 9,2
- 92
- 82
- MUDAHHasil dari 8,4 : 2 = ...
- 4,2
- 42
- 2,4
- 24
- MUDAHHasil dari 1,5 × 3 = ...
- 4,5
- 45
- 1,8
- 3,5
- SEDANGHasil dari 2,5 × 3,2 = ...
- 80
- 0,8
- 8
- 800
- SEDANGHasil dari 6,4 : 0,8 = ...
- 8
- 0,8
- 80
- 0,08
- SEDANGHasil dari 3,6 × 1,5 = ...
- 0,54
- 54
- 5,4
- 45
- SEDANGHasil dari 9,6 : 1,2 = ...
- 0,8
- 8
- 80
- 0,08
- SUKARIbu membeli 3,5 kg gula dengan harga Rp12.000,00 per kg. Berapa total uang yang harus dibayar Ibu?
- Rp4.200,00
- Rp42.000,00
- Rp420.000,00
- Rp4.020,00
- SUKARSebuah pita sepanjang 8,4 meter akan dipotong menjadi beberapa bagian sepanjang 0,6 meter setiap bagian. Berapa banyak potongan yang dihasilkan?
- 12
- 1,4
- 140
- 14
- SUKARSebuah mobil menempuh jarak 45,6 km dengan menghabiskan 3,8 liter bensin. Berapa km jarak yang ditempuh untuk setiap 1 liter bensin?
- 1,2
- 120
- 12
- 0,12
🌈 Kesimpulan / Refleksi
Hari ini murid telah belajar mengidentifikasi bilangan desimal serta menyelesaikan operasi perkalian dan pembagiannya. Perkalian desimal dilakukan dengan mengalikan seperti bilangan bulat lalu menyesuaikan letak koma sesuai jumlah angka di belakang koma. Pembagian desimal dilakukan dengan mengubah pembagi menjadi bilangan bulat terlebih dahulu.
2. Refleksi Pembelajaran:
• Kendala: ..................................................
• Tindak Lanjut: ..................................................
• Jumlah siswa yang paham / belum paham: ..................................................
📋 Identitas
| 1. Nama Guru | : Asih Budi Ariyanti, S.Pd., Gr. |
| 2. Hari / Tanggal | : .Rabu, 9 September 2026 |
| 3. Fase / Kelas | : C / 6 Al Khawarizmi |
| 4. Mata Pelajaran | : Bahasa Indonesia |
| 5. Materi | : Majas (Metafora, Personifikasi, Hiperbola, Sinestesia, Simile) |
| 6. Pertemuan Ke | : 1, 2 JP |
🌤️ Apersepsi
Apa kabar anak sholih/ah hari ini? Semoga anak-anak semua sehat, bahagia, dan penuh semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh dan berdoa sebelum berangkat sekolah hari ini? Alhamdulillah, mari kita awali pembelajaran hari ini dengan bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat lisan dan bahasa yang indah yang telah diberikan kepada kita.
Pertanyaan Perenungan:
"Anak-anak, jika Allah SWT saja menggunakan perumpamaan yang indah untuk menjelaskan kalimat yang baik, menurut kalian mengapa penggunaan majas atau gaya bahasa dapat membuat sebuah kalimat menjadi lebih indah, mudah dipahami, dan lebih berkesan? Bagaimana kita bisa membiasakan diri berbicara dan menulis dengan kata-kata yang baik dalam kehidupan sehari-hari?"
🎯 Capaian Pembelajaran (CP)
Peserta didik mampu memahami dan mengidentifikasi penggunaan majas dalam kalimat maupun teks, serta mampu membedakan jenis-jenis majas yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan karya sastra.
🌟 Tujuan Pembelajaran (TP)
- Melalui pengamatan contoh kalimat, murid mampu mengidentifikasi ciri-ciri majas metafora, personifikasi, hiperbola, sinestesia, dan simile dengan tepat. MINDFUL
- Melalui diskusi kelompok dan analisis teks, murid mampu menentukan jenis majas yang digunakan dalam sebuah kalimat dengan benar. MEANINGFUL
- Melalui latihan menyusun kalimat, murid mampu membuat contoh kalimat sederhana menggunakan salah satu jenis majas. MEANINGFUL
- Melalui video pembelajaran dan permainan kuis identifikasi majas, murid mampu belajar dengan penuh semangat dan rasa senang. JOYFUL
- Melalui kegiatan mengaitkan materi dengan ayat Al-Qur'an di awal pembelajaran, murid mampu menunjukkan sikap teliti dan santun dalam berbahasa. MINDFUL
🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Review & Apersepsi — Murid diajak bersyukur melalui ayat Al-Qur'an, lalu menjawab 5 soal benar/salah untuk mengingat kembali materi cerita rakyat. MINDFUL
- Pengantar Materi — Murid menonton video pembelajaran tentang jenis-jenis majas sebagai gambaran awal sebelum penjelasan guru. JOYFUL
- Penjelasan Konsep — Guru menjelaskan pengertian dan ciri-ciri majas metafora, personifikasi, hiperbola, sinestesia, dan simile disertai contoh kalimat. MEANINGFUL
- Refleksi Kebiasaan — Murid menilai tiga pernyataan kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan penggunaan bahasa yang baik. MINDFUL
- Latihan Bertingkat — Murid mengerjakan 10 soal pilihan ganda dari level mudah, sedang, hingga sukar sebagai asesmen formatif. JOYFUL
🛠️ Model / Metode
Discovery Learning, Tanya Jawab, Demonstrasi, Games, Penugasan
📚 Penjabaran Materi
1️⃣ Review Materi Sebelumnya (Cerita Rakyat)
Sebelum masuk ke materi baru, yuk kita ingat kembali! Tentukan apakah pernyataan berikut ini Benar atau Salah.
| No | Pernyataan |
|---|---|
| 1 | Cerita rakyat merupakan cerita yang diciptakan oleh pengarang dan namanya dicantumkan secara jelas. |
| 2 | Legenda adalah cerita rakyat yang dikaitkan dengan asal-usul suatu tempat. |
| 3 | Fabel adalah cerita rakyat yang tokohnya berupa hewan yang dapat berbicara dan berperilaku seperti manusia. |
| 4 | Cerita rakyat selalu memiliki bukti sejarah yang dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. |
| 5 | Mite adalah cerita rakyat yang berhubungan dengan hal-hal gaib, dewa, atau makhluk supranatural. |
(Kunci: 1-Salah [cerita rakyat umumnya anonim/tanpa nama pengarang], 2-Benar, 3-Benar, 4-Salah, 5-Benar)
2️⃣ Video Pembelajaran
▶ Tonton Video Pembelajaran
*Guru dapat menyesuaikan/mengganti tautan video sesuai kebutuhan kelas.
3️⃣ Penjelasan Materi: Jenis-Jenis Majas
Gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata penghubung seperti "seperti", "bagai", atau "laksana".
Gaya bahasa yang memberikan sifat atau perilaku manusia kepada benda mati, hewan, atau hal yang tidak bernyawa.
Gaya bahasa yang melebih-lebihkan suatu hal agar terkesan lebih besar, dramatis, atau hebat dari kenyataan sebenarnya.
Gaya bahasa yang menggabungkan dua tanggapan indra yang berbeda dalam satu ungkapan, misalnya rasa dengan penglihatan atau suara dengan perasaan.
Gaya bahasa yang membandingkan dua hal menggunakan kata penghubung pembanding, seperti "seperti", "bagai", "bagaikan", "laksana", atau "bak".
4️⃣ Refleksi Kebiasaan Sehari-hari
Bacalah tiga pernyataan berikut, lalu tentukan apakah itu termasuk kebiasaan baik atau tidak baik dalam kehidupan sehari-hari.
📝 Asesmen Formatif
Kerjakan soal pilihan ganda berikut ini dengan teliti!
- MUDAH"Bulan tersenyum menyapa malam." Kalimat tersebut menggunakan majas ...
- Metafora
- Personifikasi
- Hiperbola
- Simile
- MUDAH"Wajahnya bagaikan rembulan purnama." Kalimat tersebut menggunakan majas ...
- Simile
- Metafora
- Sinestesia
- Hiperbola
- MUDAH"Ayahku adalah pahlawan dalam hidupku." Kalimat tersebut menggunakan majas ...
- Personifikasi
- Simile
- Metafora
- Hiperbola
- SEDANG"Suaranya menggelegar memecah angkasa saat ia berteriak." Kalimat tersebut menggunakan majas ...
- Personifikasi
- Hiperbola
- Metafora
- Simile
- SEDANG"Senyumnya manis sekali membuat semua orang terpesona." Kata "manis" pada kalimat tersebut merupakan contoh majas ...
- Sinestesia
- Metafora
- Hiperbola
- Personifikasi
- SEDANG"Daun-daun menari mengikuti irama angin sore." Kalimat tersebut menggunakan majas ...
- Simile
- Hiperbola
- Personifikasi
- Metafora
- SEDANG"Ombak berkejaran bagaikan anak-anak yang bermain di pantai." Kalimat tersebut menggunakan majas ...
- Simile
- Personifikasi
- Sinestesia
- Metafora
- SUKARPerhatikan kalimat: "Kata-katanya begitu pedas hingga membuat hatiku sakit." Kalimat tersebut termasuk majas sinestesia karena ...
- Menggabungkan indra pengecap (pedas) dengan perasaan hati
- Membandingkan dua benda secara langsung
- Melebih-lebihkan suatu kejadian
- Memberikan sifat manusia pada benda mati
- SUKARManakah kalimat berikut yang termasuk majas metafora?
- Angin malam berbisik lembut
- Larinya secepat kilat menyambar
- Suaranya sehalus sutra yang lembut
- Dia adalah bunga desa yang selalu menjadi pujaan
- SUKARPerhatikan kalimat: "Air matanya mengalir bagaikan sungai yang tak pernah kering." Kalimat tersebut menggunakan majas ... karena membandingkan dua hal menggunakan kata penghubung "bagaikan".
- Metafora
- Personifikasi
- Simile
- Hiperbola
🌈 Kesimpulan / Refleksi
Hari ini murid telah belajar mengenai lima jenis majas, yaitu metafora (perbandingan langsung), personifikasi (memberi sifat manusia pada benda mati), hiperbola (melebih-lebihkan), sinestesia (menggabungkan dua indra berbeda), dan simile (perbandingan menggunakan kata penghubung seperti "bagai" atau "seperti"). Murid mampu mengidentifikasi jenis majas dalam kalimat maupun teks sederhana.
2. Refleksi Pembelajaran:
• Kendala: ..................................................
• Tindak Lanjut: ..................................................
• Jumlah siswa yang paham / belum paham: ..................................................
📋 Identitas
| 1. Nama Guru | : Asih Budi Ariyanti, S.Pd., Gr. |
| 2. Hari / Tanggal | : Rabu, 9 September 2026 |
| 3. Fase / Kelas | : C / 6 Al Khawarizmi |
| 4. Mata Pelajaran | : Seni Rupa |
| 5. Materi | : Mengamati Lingkungan Sekitar — Unsur Rupa dan Prinsip Desain |
| 6. Pertemuan Ke | : 4 , 2 JP |
🌤️ Apersepsi
Apa kabar anak sholih/ah hari ini? Semoga anak-anak semua sehat, bahagia, dan penuh semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh dan berdoa sebelum berangkat sekolah hari ini? Alhamdulillah, mari kita awali pembelajaran hari ini dengan bersyukur kepada Allah SWT atas mata yang sehat sehingga kita mampu mengamati keindahan ciptaan-Nya di sekitar kita.
Pertanyaan Perenungan:
"Anak-anak, jika Allah SWT mengajak kita untuk memperhatikan ciptaan-Nya seperti gunung, langit, dan bumi, menurut kalian apa yang bisa kita pelajari dari bentuk, garis, tekstur, dan warna benda-benda di sekitar kita? Bagaimana cara kita mensyukuri nikmat penglihatan dengan cara mengamati keindahan alam ciptaan Allah secara lebih teliti?"
🎯 Capaian Pembelajaran (CP)
Peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan mendeskripsikan unsur-unsur rupa (garis, bidang, bentuk, tekstur, dan warna) yang terdapat pada benda-benda di lingkungan sekitar, serta menghubungkannya dengan prinsip desain keseimbangan (balance) dan penekanan (point of interest) dalam sebuah karya.
🌟 Tujuan Pembelajaran (TP)
- Melalui kegiatan mengamati lingkungan sekitar, murid mampu mengidentifikasi unsur garis, bidang, bentuk, tekstur, dan warna pada benda-benda di sekitarnya. MINDFUL
- Melalui diskusi dan penjelasan guru, murid mampu menjelaskan pengertian prinsip desain keseimbangan (balance) dan penekanan (point of interest). MEANINGFUL
- Melalui kegiatan analisis gambar/foto lingkungan, murid mampu menghubungkan unsur rupa yang ditemukan dengan penerapan prinsip keseimbangan dan penekanan dalam sebuah karya. MEANINGFUL
- Melalui video pembelajaran dan kegiatan berkeliling mengamati lingkungan, murid mampu belajar dengan penuh rasa ingin tahu dan kegembiraan. JOYFUL
- Melalui kegiatan mengaitkan materi dengan ayat Al-Qur'an di awal pembelajaran, murid mampu menunjukkan sikap teliti dan bersyukur atas keindahan ciptaan Allah di sekitarnya. MINDFUL
🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Review & Apersepsi — Murid diajak bersyukur melalui ayat Al-Qur'an, lalu menjawab 5 soal benar/salah untuk mengingat kembali materi titik dan garis sebagai unsur dasar seni rupa. MINDFUL
- Pengantar Materi — Murid menonton video pembelajaran tentang unsur-unsur seni rupa sebagai gambaran awal sebelum penjelasan guru. JOYFUL
- Penjelasan Konsep — Guru menjelaskan lima unsur rupa (garis, bidang, bentuk, tekstur, warna) serta dua prinsip desain (keseimbangan dan penekanan) disertai contoh nyata di lingkungan sekitar. MEANINGFUL
- Kegiatan Mengamati Lingkungan — Murid berkeliling area sekolah/rumah untuk mencatat benda-benda dan unsur rupa yang mereka temukan. JOYFUL
- Refleksi Kebiasaan — Murid menilai tiga pernyataan kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan sikap mengamati dan berkarya. MINDFUL
- Latihan & Tugas — Murid mengerjakan 10 soal pilihan ganda serta tugas menggambar hasil pengamatan lingkungan sekitar. MEANINGFUL
🛠️ Model / Metode
Discovery Learning, Observasi Lingkungan, Tanya Jawab, Demonstrasi, Praktik Berkarya
📚 Penjabaran Materi
1️⃣ Review Materi Sebelumnya (Titik dan Garis Sebagai Unsur Dasar)
Sebelum masuk ke materi baru, yuk kita ingat kembali! Tentukan apakah pernyataan berikut ini Benar atau Salah.
| No | Pernyataan |
|---|---|
| 1 | Titik merupakan unsur seni rupa yang paling kecil dan menjadi awal dari terbentuknya unsur lain. |
| 2 | Garis hanya bisa berbentuk lurus dan tidak bisa berbentuk lengkung. |
| 3 | Garis terbentuk dari rangkaian titik-titik yang saling terhubung. |
| 4 | Contoh garis di lingkungan sekitar antara lain kabel listrik dan guratan batang pohon. |
| 5 | Unsur rupa hanya dapat ditemukan pada karya seni, tidak dapat ditemukan di lingkungan sekitar. |
(Kunci: 1-Benar, 2-Salah, 3-Benar, 4-Benar, 5-Salah)
2️⃣ Video Pembelajaran
▶ Tonton Video Pembelajaran
*Guru dapat menyesuaikan/mengganti tautan video sesuai kebutuhan kelas.
3️⃣ Penjelasan Materi: Unsur-Unsur Rupa
Jejak yang ditinggalkan oleh alat tulis atau alat warna, terbentuk dari rangkaian titik yang saling terhubung. Garis dapat berupa garis lurus, lengkung, patah-patah, atau zigzag.
Permukaan rata yang memiliki batas jelas, terbentuk dari pertemuan ujung-ujung garis. Bidang bersifat dua dimensi (memiliki panjang dan lebar), dapat berbentuk geometris (segitiga, persegi, lingkaran) maupun organis (bentuk bebas seperti daun).
Perkembangan dari bidang yang memiliki dimensi ruang (panjang, lebar, dan tinggi), sehingga bersifat tiga dimensi. Bentuk dapat berupa bentuk geometris (kubus, bola, kerucut) maupun bentuk bebas/non-geometris.
Kesan permukaan suatu benda yang dapat dirasakan, misalnya halus, kasar, licin, atau berpori. Tekstur terbagi menjadi tekstur nyata (dapat diraba langsung) dan tekstur semu (hanya terlihat oleh mata, misalnya pada gambar).
Unsur rupa yang paling menarik perhatian mata. Warna terbagi menjadi warna primer (merah, kuning, biru), warna sekunder (campuran dua warna primer), dan warna tersier (campuran warna primer dan sekunder).
4️⃣ Penjelasan Materi: Prinsip Desain
Prinsip yang mengatur peletakan unsur-unsur rupa agar terlihat seimbang dan tidak berat sebelah dalam sebuah karya. Ada tiga jenis keseimbangan:
• Simetris: unsur di sisi kiri dan kanan sama persis (seperti kupu-kupu).
• Asimetris: unsur di kiri dan kanan berbeda, tetapi tetap terasa seimbang (misalnya pohon besar di satu sisi diimbangi beberapa batu kecil di sisi lain).
• Radial: unsur tersusun memancar dari satu titik pusat (seperti kelopak bunga matahari).
Prinsip yang membuat satu bagian dalam karya menjadi pusat perhatian sehingga lebih menonjol dibanding bagian lain. Penekanan dapat diciptakan dengan cara membuat perbedaan warna yang kontras, ukuran yang lebih besar, atau posisi yang lebih menonjol.
5️⃣ Kegiatan Mengamati Lingkungan
Ayo berkeliling ke halaman sekolah, taman, atau sekitar rumahmu! Amati 5 benda yang kamu temukan, lalu catat unsur rupa apa saja yang terlihat pada benda tersebut.
| No | Nama Benda | Unsur Rupa yang Terlihat | Prinsip Desain (jika ada) |
|---|---|---|---|
| 1 | Contoh: Daun pisang | Contoh: garis melengkung, warna hijau, tekstur halus | Contoh: keseimbangan simetris |
| 2 | |||
| 3 | |||
| 4 | |||
| 5 |
6️⃣ Refleksi Kebiasaan Sehari-hari
Bacalah tiga pernyataan berikut, lalu tentukan apakah itu termasuk kebiasaan baik atau tidak baik dalam kehidupan sehari-hari.
📝 Soal Latihan
Kerjakan soal pilihan ganda berikut ini dengan teliti!
- MUDAHUnsur rupa yang terbentuk dari rangkaian titik-titik yang saling terhubung disebut ...
- Bidang
- Garis
- Bentuk
- Tekstur
- MUDAHKesan permukaan suatu benda, misalnya halus, kasar, atau licin, disebut ...
- Tekstur
- Warna
- Bidang
- Bentuk
- MUDAHBerikut yang termasuk warna primer adalah ...
- Hijau, ungu, oranye
- Merah, kuning, biru
- Cokelat, abu-abu, hitam
- Pink, magenta, cyan
- SEDANGPermukaan rata yang memiliki batas jelas dan bersifat dua dimensi disebut ...
- Bentuk
- Bidang
- Garis
- Tekstur
- SEDANGBatu, buah-buahan, dan awan merupakan contoh benda di lingkungan sekitar yang menunjukkan unsur rupa ...
- Bidang
- Warna
- Bentuk
- Garis
- SEDANGSusunan kelopak bunga matahari yang memancar dari satu titik pusat merupakan contoh prinsip keseimbangan ...
- Simetris
- Asimetris
- Radial
- Kontras
- SEDANGSatu bunga berwarna merah mencolok di antara rerumputan hijau merupakan contoh penerapan prinsip ...
- Keseimbangan simetris
- Penekanan (point of interest)
- Tekstur nyata
- Keseimbangan asimetris
- SUKARPerhatikan pernyataan berikut: "Sebuah taman memiliki pohon besar di sisi kiri, dan di sisi kanan terdapat beberapa batu serta bunga kecil sehingga tetap terasa seimbang meski bentuknya berbeda." Prinsip keseimbangan yang diterapkan adalah ...
- Simetris
- Radial
- Asimetris
- Tidak seimbang
- SUKARSeorang siswa ingin membuat gambar pemandangan sawah dengan satu petani bertopi merah sebagai fokus utama, sedangkan sawah dan langit dibuat dengan warna yang lebih lembut. Cara yang dilakukan siswa tersebut untuk menciptakan penekanan adalah dengan ...
- Membuat semua warna sama rata
- Menggunakan warna kontras dan ukuran yang menonjol pada objek utama
- Menghilangkan warna pada objek utama
- Membuat objek utama berukuran sangat kecil
- SUKARMengapa mengamati lingkungan sekitar penting sebelum membuat sebuah karya seni rupa?
- Agar karya terlihat sama persis dengan karya orang lain
- Agar siswa dapat mengenali unsur rupa dan menerapkan prinsip desain secara lebih tepat dan nyata
- Karena tidak perlu menggunakan imajinasi sama sekali
- Agar tidak perlu menggunakan warna dalam karya
1. B 2. A 3. B 4. B 5. C 6. C 7. B 8. C 9. B 10. B
🖍️ Tugas Gambar (Praktik Berkarya)
📌 Judul Tugas: "Keindahan di Sekitarku"
Instruksi: Amati salah satu sudut lingkungan sekitar rumah atau sekolahmu (misalnya halaman, taman, kebun, atau sudut ruang kelas). Buatlah sebuah gambar/sketsa berdasarkan hasil pengamatanmu dengan ketentuan berikut:
- Menampilkan minimal 3 unsur rupa (garis, bidang, bentuk, tekstur, dan/atau warna) yang terlihat jelas.
- Menerapkan salah satu jenis prinsip keseimbangan (simetris, asimetris, atau radial).
- Menentukan satu pusat perhatian (point of interest) pada gambar, misalnya dengan warna yang lebih mencolok atau ukuran yang lebih besar.
- Gambar dikerjakan pada kertas gambar A4 menggunakan pensil warna, krayon, atau cat air.
Alat dan Bahan: Kertas gambar, pensil, penghapus, pensil warna/krayon/cat air, alas gambar.
Langkah Kerja:
- Pilih satu objek atau sudut lingkungan yang menarik untuk diamati.
- Buat sketsa dasar menggunakan pensil, perhatikan bentuk dan garis objek.
- Tentukan bagian mana yang akan dijadikan pusat perhatian (point of interest).
- Warnai gambar dengan memperhatikan keseimbangan komposisi.
- Rapikan dan berikan judul pada karyamu.
| Aspek Penilaian | Skor Maksimal |
|---|---|
| Kesesuaian unsur rupa (garis, bidang, bentuk, tekstur, warna) | 25 |
| Penerapan prinsip keseimbangan | 25 |
| Penerapan penekanan / pusat perhatian | 25 |
| Kerapian dan kreativitas karya | 25 |
| Total | 100 |
🌈 Kesimpulan / Refleksi
Hari ini murid telah belajar mengenali lima unsur rupa (garis, bidang, bentuk, tekstur, warna) yang dapat ditemukan pada benda-benda di lingkungan sekitar, serta menghubungkannya dengan dua prinsip desain yaitu keseimbangan (simetris, asimetris, radial) dan penekanan (point of interest). Murid juga berlatih menerapkan pengetahuan tersebut melalui kegiatan mengamati lingkungan dan membuat karya gambar.
2. Refleksi Pembelajaran:
• Kendala: ..................................................
• Tindak Lanjut: ..................................................
• Jumlah siswa yang paham / belum paham: ..................................................
Catatan:


No comments:
Post a Comment
see you