Wednesday, October 28, 2026

Materi Kelas 6 Kurikulum Merdeka

 Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

Hallo Anak Sholeh dan Sholehah kelas 6 Al Khawarizmi😊😊😊

Apa Kabarnya hari ini ? Semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT ya. Aamiin.

πŸ“ MATEMATIKA • KELAS 6 SD

Naik, Turun, dan Diperkecil:
Rasio, Perbandingan, dan Skala (Lanjutan)

Perbandingan senilai dan berbalik nilai, rasio tiga bilangan, serta skala pada peta dan denah

⚖️ πŸ‘· πŸ—Ί️ 🏠
🧘 Mindful — merenung & menghayatiπŸ’‘ Meaningful — memahami & bermaknaπŸŽ‰ Joyful — belajar dengan gembira

πŸͺͺ Identitas

1. Nama Guru:Asih Budi Ariyanti, S.Pd.
2. Hari / Tanggal:Rabu, 28 Oktober 2026
3. Fase / Kelas:C / 6 Al Khawarizmi
4. Mata Pelajaran:Matematika
5. Materi:Rasio, Perbandingan (Senilai dan Berbalik Nilai), dan Skala (Lanjutan)
6. Pertemuan Ke:4 (3 JP)
1

Apersepsi

🌿 Salam, Sapa, dan Renungan Bersama Al-Qur'an

Mindful

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb. Apa kabar anak sholih/ah hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu untuk belajar. Sudahkah kalian melaksanakan shalat subuh hari ini? Pada pertemuan sebelumnya kita belajar rasio, perbandingan, dan skala. Hari ini kita akan memperdalamnya agar kita makin mahir menghitung dengan teliti.

Allah Maha Khaliq (Pencipta) — Allah menciptakan alam semesta dengan ukuran dan perbandingan yang tepat, sehingga segala sesuatu seimbang.
Allah Maha Malik (Yang Memelihara) — Allah memelihara bumi dengan gunung-gunung yang mengokohkannya dan menumbuhkan tumbuhan sesuai ukuran, agar kehidupan terjaga.
Allah Maha Razaq (Yang Memberi Rezeki) — Allah memberi rezeki berupa tumbuhan dan hasil bumi dengan takaran yang cukup bagi makhluk-Nya.
وَΨ§Ω„ْΨ£َΨ±ْΨΆَ Ω…َΨ―َΨ―ْΩ†َΨ§Ω‡َΨ§ وَΨ£َΩ„ْΩ‚َيْΩ†َΨ§ فِΩŠΩ‡َΨ§ Ψ±َوَΨ§Ψ³ِيَ وَΨ£َΩ†ْΨ¨َΨͺْΩ†َΨ§ فِΩŠΩ‡َΨ§ Ω…ِΩ†ْ ΩƒُΩ„ِّ Ψ΄َيْΨ‘ٍ Ω…َوْΨ²ُΩˆΩ†ٍ
"Wal-arḍa madadnāhā wa alqainā fīhā rawāsiya wa ambatnā fīhā min kulli syai'im mauzūn"
Artinya: "Dan Kami telah menghamparkan bumi dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung serta Kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran."
QS. Al-Hijr [15] : 19
Kaitan dengan materi hari ini: Ayat ini menyebut bahwa segala sesuatu tumbuh "menurut ukuran", artinya ada takaran dan perbandingan yang tepat. Dalam matematika, rasio dan perbandingan membantu kita memahami takaran, pembagian, dan ukuran secara teliti, mulai dari resep kue, pembagian tugas, sampai membaca peta.
  1. Menurutmu, apa yang terjadi jika takaran bahan kue tidak sesuai perbandingan yang tepat? Apa pelajaran yang bisa kita ambil tentang keteraturan ciptaan Allah?
  2. Sebutkan contoh dalam kehidupan sehari-hari ketika kita harus menakar atau membandingkan dengan teliti!
  3. Bagaimana caramu mensyukuri kemampuan berhitung yang Allah berikan kepadamu?
2

Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan rasio, perbandingan senilai dan berbalik nilai, serta skala pada peta dan denah.

3

Tujuan Pembelajaran (TP)

  • Melalui contoh soal berlangkah, murid mampu membedakan perbandingan senilai dan berbalik nilai serta menyelesaikan soal keduanya dengan tepat. (Meaningful)
  • Melalui latihan soal cerita, murid mampu membagi suatu besaran dengan rasio tiga bilangan. (Meaningful)
  • Melalui contoh peta dan denah, murid mampu menentukan skala serta menghitung jarak pada denah dan jarak sebenarnya. (Meaningful)
  • Melalui kegiatan merenungkan ayat tentang ukuran, murid mampu menunjukkan sikap teliti dan jujur dalam berhitung. (Mindful)
  • Melalui video dan permainan "Denah Kelasku", murid mampu menunjukkan semangat dan antusiasme dalam belajar matematika. (Joyful)
4

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  • Murid menyimak apersepsi dan merenungkan ayat tentang ukuran.
  • Murid mengerjakan kuis benar/salah untuk mengingat kembali dasar rasio, perbandingan, dan skala.
  • Murid menonton video pembelajaran tentang perbandingan senilai, berbalik nilai, dan skala.
  • Murid mempelajari perbandingan berbalik nilai, rasio tiga bilangan, dan skala pada denah melalui contoh soal berlangkah.
  • Murid melakukan permainan "Denah Kelasku": menggambar denah sederhana dengan skala.
  • Murid mengerjakan soal HOTS dan merefleksikan kebiasaan sehari-hari.
  • Murid mengerjakan asesmen formatif sebagai penutup pembelajaran.
5

Model / Metode

Discovery Learning, Demonstrasi, Games ("Denah Kelasku"), Tanya Jawab, Diskusi Kelompok, dan Penugasan.

6

Penjabaran Materi

✅❌ Kuis Benar / Salah — Dasar Rasio, Perbandingan, dan Skala (Review)

Meaningful
1. Bentuk paling sederhana dari rasio 6 : 8 adalah 3 : 4.
2. Rasio apel dibanding jeruk 3 : 5 sama dengan rasio jeruk dibanding apel 3 : 5.
3. Skala 1 : 100.000 berarti 1 cm pada peta mewakili 100.000 cm jarak sebenarnya.
4. Jarak sebenarnya diperoleh dengan membagi jarak pada peta dengan angka skala.
5. Pada perbandingan senilai, jika jumlah barang bertambah maka harganya juga bertambah dengan perbandingan yang sama.
Lihat Kunci Jawaban
1. Benar  •  2. Salah (urutan penting: jeruk : apel = 5 : 3)  •  3. Benar  •  4. Salah (dikalikan dengan angka skala)  •  5. Benar

🎬 Video Pembelajaran

Joyful
πŸ“Ί

Yuk, tonton video pembelajaran tentang Perbandingan Senilai, Berbalik Nilai, dan Skala sebelum belajar contoh soalnya!

▶ Cari Video di YouTube

*Guru dapat memilih dan menautkan video yang paling sesuai dari hasil pencarian di atas sebelum diunggah ke Blogger.

πŸ“– Penjelasan Materi & Contoh Soal Berlangkah

Meaningful

πŸ…°️ Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai

Ada dua jenis perbandingan yang perlu kamu bedakan:

⬆️⬆️ SenilaiJika yang satu naik, yang lain ikut naik (naik–naik) atau turun–turun.
Contoh: makin banyak buku dibeli, makin mahal total harganya.
⬆️⬇️ Berbalik NilaiJika yang satu naik, yang lain turun (naik–turun).
Contoh: makin banyak pekerja, makin cepat pekerjaan selesai.

Cara menyelesaikan:

Senilai: cari nilai 1 satuan dulu, lalu kalikanBerbalik nilai: Nilai₁ × Waktu₁ = Nilai₂ × Waktu₂ (hasil kali selalu sama)
πŸ“ Contoh Soal 1 — Berbalik Nilai (Pekerja dan Waktu)
Enam anak membersihkan halaman sekolah dalam waktu 12 menit. Jika yang bekerja 9 anak, berapa menit waktu yang dibutuhkan?
πŸ‘¦πŸ‘¦πŸ‘¦πŸ‘¦πŸ‘¦πŸ‘¦ ➡️ 12 menit
πŸ‘¦πŸ‘¦πŸ‘¦πŸ‘¦πŸ‘¦πŸ‘¦πŸ‘¦πŸ‘¦πŸ‘¦ ➡️ ? menit
Langkah 1: Tentukan jenisnya. Anak bertambah, waktu seharusnya lebih cepat (berkurang) → berbalik nilai.
Langkah 2: Hitung "total pekerjaan" → 6 × 12 = 72
Langkah 3: Bagi dengan jumlah anak yang baru → 72 ÷ 9 = 8
✅ Jawaban: 8 menit
πŸ“ Contoh Soal 2 — Berbalik Nilai (Kecepatan dan Waktu)
Sebuah motor berkecepatan 40 km/jam menempuh perjalanan selama 3 jam. Jika motor melaju 60 km/jam di jalan yang sama, berapa jam waktu yang dibutuhkan?
Langkah 1: Kecepatan naik, waktu turun → berbalik nilai.
Langkah 2: Hitung jarak → 40 × 3 = 120 km
Langkah 3: Waktu baru → 120 ÷ 60 = 2 jam
✅ Jawaban: 2 jam

πŸ…±️ Rasio Tiga Bilangan

Rasio dapat membandingkan tiga hal sekaligus, misalnya a : b : c. Caranya sama seperti rasio dua bilangan: jumlahkan bagian → cari 1 bagian → kalikan.

πŸ“ Contoh Soal 3 — Membagi dengan Rasio 3 Bilangan
Uang Rp90.000 dibagikan kepada Ani, Budi, dan Citra dengan perbandingan 2 : 3 : 4. Berapa uang yang diterima masing-masing?
Ani: 🟦🟦  |  Budi: 🟧🟧🟧  |  Citra: 🟩🟩🟩🟩
Langkah 1: Jumlahkan bagian → 2 + 3 + 4 = 9 bagian
Langkah 2: Nilai 1 bagian → Rp90.000 ÷ 9 = Rp10.000
Langkah 3: Ani 2 bagian = Rp20.000; Budi 3 bagian = Rp30.000; Citra 4 bagian = Rp40.000
Langkah 4 (periksa): 20.000 + 30.000 + 40.000 = 90.000 ✔️
✅ Jawaban: Ani Rp20.000, Budi Rp30.000, Citra Rp40.000

πŸ…² Skala Lanjutan: Menentukan Skala dan Skala pada Denah

Skala tidak hanya dipakai pada peta, tetapi juga pada denah (gambar tampak atas rumah/kelas) dan maket (model kecil sebuah bangunan).

Skala = Jarak pada gambar : Jarak sebenarnya (satuan harus sama, ubah ke cm)Jarak sebenarnya = Jarak pada gambar × Angka skala
DariKeCara
1 kmm× 1.000
1 mcm× 100
1 kmcm× 100.000
cmm÷ 100
cmkm÷ 100.000
πŸ“ Contoh Soal 4 — Menentukan Skala
Jarak dua kota pada peta adalah 5 cm, sedangkan jarak sebenarnya 25 km. Berapa skala peta tersebut?
Langkah 1: Ubah jarak sebenarnya ke cm → 25 × 100.000 = 2.500.000 cm
Langkah 2: Tulis perbandingan → 5 : 2.500.000
Langkah 3: Sederhanakan (bagi 5) → 1 : 500.000
✅ Jawaban: Skala 1 : 500.000
πŸ“ Contoh Soal 5 — Denah Ruang Kelas
Denah sebuah ruang kelas berskala 1 : 100. Panjang kelas pada denah 8 cm dan lebarnya 6 cm. Berapa meter panjang dan lebar kelas sebenarnya?
Langkah 1: Panjang → 8 × 100 = 800 cm = 8 m
Langkah 2: Lebar → 6 × 100 = 600 cm = 6 m
✅ Jawaban: panjang 8 m dan lebar 6 m
πŸ“ Contoh Soal 6 — Maket
Sebuah maket menara berskala 1 : 500. Jika tinggi maket 20 cm, berapa meter tinggi menara sebenarnya?
Langkah 1: Kalikan dengan angka skala → 20 × 500 = 10.000 cm
Langkah 2: Ubah ke meter → 10.000 ÷ 100 = 100 m
✅ Jawaban: tinggi menara sebenarnya 100 meter
🎯 TIPS MENYELESAIKAN SOAL
  • Tanyakan: "Kalau yang satu bertambah, yang lain ikut bertambah atau justru berkurang?" Ikut bertambah → senilai; berkurang → berbalik nilai.
  • Pada berbalik nilai, hasil kali kedua pasangan nilai selalu sama.
  • Pada soal skala, selalu samakan satuan ke cm terlebih dahulu.
  • Untuk rasio tiga bilangan, jumlahkan semua bagian dulu; jangan lupa memeriksa hasilnya dengan menjumlahkan kembali.
🧠 SOAL HOTS 1 — Pekerjaan yang Ditambah Pekerja

Empat tukang dapat mengecat pagar sekolah dalam 9 hari. Setelah bekerja 3 hari, pekerjaan diteruskan oleh 6 tukang (dengan kemampuan sama). Berapa hari lagi sisa pekerjaan akan selesai, dan berapa hari seluruh pekerjaan selesai dari awal? (Petunjuk: hitung dulu total pekerjaan, lalu sisa pekerjaan setelah 3 hari.)

🧠 SOAL HOTS 2 — Menggambar Denah

Dina ingin menggambar denah kamarnya yang berukuran 4 m × 3 m dengan skala 1 : 50 pada kertas berukuran 10 cm × 10 cm. Hitunglah panjang dan lebar kamar pada gambar, lalu tentukan apakah gambar tersebut muat di kertas. Jelaskan alasanmu!

🌟 Yuk, Refleksikan Kebiasaanmu!

Mindful

Tentukan apakah kebiasaan berikut termasuk baik atau kurang baik, lalu jelaskan alasanmu!

1. Dika memeriksa kembali hitungannya saat mengerjakan soal agar tidak salah.
2. Wulan membagi tugas piket secara adil sesuai jumlah anggota kelompoknya.
3. Rama asal mengisi jawaban tanpa membaca soal dengan teliti karena ingin cepat selesai.
7

Asesmen Formatif

πŸ“ 10 Soal Pilihan Ganda

Meaningful
1. Perbandingan yang jika nilai yang satu bertambah, nilai yang lain justru berkurang disebut perbandingan...A. SenilaiB. TunggalC. Berbalik nilaiD. Bertingkat
2. Bentuk paling sederhana dari rasio 12 : 18 adalah...A. 2 : 3B. 3 : 2C. 4 : 5D. 6 : 9
3. Skala 1 : 500 pada denah berarti 1 cm pada denah mewakili jarak sebenarnya sejauh...A. 5 cmB. 50 cmC. 5.000 cmD. 500 cm
4. Empat pekerja menyelesaikan pembangunan pos ronda dalam 6 hari. Jika dikerjakan oleh 8 pekerja, waktu yang diperlukan adalah...A. 2 hariB. 3 hariC. 4 hariD. 12 hari
5. Uang Rp90.000 dibagi untuk Ani, Budi, dan Citra dengan perbandingan 2 : 3 : 4. Uang yang diterima Citra adalah...A. Rp20.000B. Rp30.000C. Rp40.000D. Rp50.000
6. Jarak dua kota pada peta adalah 5 cm, sedangkan jarak sebenarnya 25 km. Skala peta tersebut adalah...A. 1 : 50.000B. 1 : 500.000C. 1 : 250.000D. 1 : 5.000.000
7. Denah ruang kelas berskala 1 : 100. Jika panjang kelas pada denah 8 cm, panjang kelas sebenarnya adalah...A. 8 meterB. 80 meterC. 800 meterD. 0,8 meter
8. Sebuah motor berkecepatan 40 km/jam menempuh jarak tertentu dalam 3 jam. Jika kecepatan dinaikkan menjadi 60 km/jam, waktu untuk menempuh jarak yang sama adalah...A. 1 jamB. 4,5 jamC. 6 jamD. 2 jam
9. Perbandingan tepung, gula, dan mentega pada sebuah adonan adalah 5 : 2 : 1. Jika gula yang digunakan 200 gram, jumlah seluruh adonan adalah...A. 400 gramB. 600 gramC. 800 gramD. 1.000 gram
10. Jarak sebenarnya Kota X ke Kota Y adalah 20 km. Peta A berskala 1 : 200.000 dan peta B berskala 1 : 400.000. Selisih jarak kedua kota pada peta A dan peta B adalah...A. 3 cmB. 5 cmC. 10 cmD. 15 cm
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
1. C  •  2. A  •  3. D  •  4. B  •  5. C  •  6. B  •  7. A  •  8. D  •  9. C  •  10. B

Pembahasan soal hitungan: No. 4 → 4 × 6 = 24, lalu 24 ÷ 8 = 3 hari. No. 5 → 9 bagian, 1 bagian Rp10.000, Citra 4 bagian = Rp40.000. No. 6 → 25 km = 2.500.000 cm, 5 : 2.500.000 = 1 : 500.000. No. 7 → 8 × 100 = 800 cm = 8 m. No. 8 → jarak 40 × 3 = 120 km, 120 ÷ 60 = 2 jam. No. 9 → gula 2 bagian = 200 g, 1 bagian = 100 g, total 8 bagian = 800 g. No. 10 → 20 km = 2.000.000 cm; peta A = 10 cm, peta B = 5 cm, selisih 5 cm.

*Pembahasan lengkap dapat ditambahkan guru setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) selesai, sesuai arahan Yayasan.

8

Kesimpulan / Refleksi

πŸŒ… Kesimpulan Materi

  • Perbandingan senilai: nilai yang satu naik, nilai lain ikut naik. Perbandingan berbalik nilai: nilai yang satu naik, nilai lain turun, dengan hasil kali yang tetap.
  • Rasio tiga bilangan diselesaikan dengan menjumlahkan bagian, mencari nilai satu bagian, lalu mengalikannya.
  • Skala = jarak pada gambar : jarak sebenarnya. Samakan satuan dalam cm sebelum menghitung, dan berlaku untuk peta, denah, maupun maket.
  • Ketelitian dalam menakar dan berhitung mengingatkan kita pada ciptaan Allah yang tersusun menurut ukuran yang tepat.

Refleksi Pembelajaran

• Kendala pembelajaran hari ini: …………………………………………

• Tindak lanjut: …………………………………………

• Jumlah siswa yang paham / belum paham: …………… / ……………

πŸ“– BAHASA INDONESIA • KELAS 6 SD

Majas Lanjutan:
Bahasa Makin Tajam dan Indah

Repetisi, paradoks, antitesis, metonimia, sinekdoke, sarkasme, dan majas retoris

πŸ” ⚖️ 🎯 ✨
🧘 Mindful — merenung & menghayatiπŸ’‘ Meaningful — memahami & bermaknaπŸŽ‰ Joyful — belajar dengan gembira

πŸͺͺ Identitas

1. Nama Guru:Asih Budi Ariyanti, S.Pd., 
2. Hari / Tanggal:Rabu, 28 Oktober 2026
3. Fase / Kelas:C / 6 Al Khawarizmi
4. Mata Pelajaran:Bahasa Indonesia
5. Materi:Majas (Lanjutan): Repetisi, Paradoks, Antitesis, Metonimia, Sinekdoke, Sarkasme, dan Retoris
6. Pertemuan Ke:3,  2 JP 
1

Apersepsi

🌿 Salam, Sapa, dan Renungan Bersama Al-Qur'an

Mindful

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb. Apa kabar anak sholih/ah hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu untuk belajar. Pada pertemuan sebelumnya kita sudah mengenal majas personifikasi, hiperbola, litotes, ironi, metafora, simile, dan eufemisme. Hari ini kita akan menambah koleksi majas kita agar bahasa kita semakin kaya dan indah.

Allah Maha Khaliq (Pencipta) — Allah menciptakan manusia dengan akal dan lisan, sehingga kita mampu menyusun kata-kata menjadi kalimat yang kuat dan indah.
Allah Maha Malik (Yang Memelihara) — Allah memelihara kita dengan menjaga ciptaan-Nya yang menjadi sumber perumpamaan, seperti pohon, matahari, dan lautan.
Allah Maha Razaq (Yang Memberi Rezeki) — Allah memberi rezeki berupa ilmu dan kemampuan berbahasa, yang akan bermanfaat jika kita gunakan untuk berkata baik.
Ψ£َΩ„َΩ…ْ ΨͺَΨ±َ Ωƒَيْفَ ΨΆَΨ±َΨ¨َ Ψ§Ω„Ω„َّΩ‡ُ Ω…َΨ«َΩ„ًΨ§ ΩƒَΩ„ِΩ…َΨ©ً Ψ·َيِّΨ¨َΨ©ً ΩƒَΨ΄َΨ¬َΨ±َΨ©ٍ Ψ·َيِّΨ¨َΨ©ٍ Ψ£َΨ΅ْΩ„ُΩ‡َΨ§ Ψ«َΨ§Ψ¨ِΨͺٌ وَفَΨ±ْΨΉُΩ‡َΨ§ فِي Ψ§Ω„Ψ³َّΩ…َΨ§Ψ‘ِ
"A lam tara kaifa ḍaraballāhu maṑalang kalimatan ṭayyibatang kasyajaratin ṭayyibatin aṣluhā ṑābituw wa far'uhā fis-samā`"
Artinya: "Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit."
QS. Ibrahim [14] : 24
Kaitan dengan materi hari ini: Dalam ayat ini, Allah menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan bahwa kata-kata yang baik bagaikan pohon yang baik: akarnya kuat dan manfaatnya menjulang tinggi. Ini mengajarkan kita bahwa kata-kata punya kekuatan. Majas membantu kita menyampaikan kata-kata dengan kuat dan indah, tetapi harus selalu digunakan untuk kebaikan.
  1. Menurutmu, mengapa kata-kata yang baik diumpamakan seperti pohon yang akarnya kuat dan cabangnya menjulang tinggi?
  2. Pernahkah satu kalimat dari seseorang membuatmu sangat bersemangat atau justru sangat sedih? Ceritakan!
  3. Bagaimana caramu mensyukuri kemampuan berbahasa dengan menggunakan kata-kata yang baik setiap hari?
2

Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu memahami dan menggunakan kosakata dengan makna kiasan, termasuk berbagai jenis majas, dalam teks lisan maupun tulis untuk menyampaikan gagasan dengan lebih menarik dan santun.

3

Tujuan Pembelajaran (TP)

  • Melalui penjelasan dan contoh, murid mampu mengidentifikasi majas repetisi, paradoks, antitesis, metonimia, sinekdoke, sarkasme, dan retoris dalam kalimat dengan tepat. (Meaningful)
  • Melalui latihan membandingkan, murid mampu membedakan majas yang mirip (ironi dan sarkasme, paradoks dan antitesis, metonimia dan sinekdoke). (Meaningful)
  • Melalui kegiatan menulis paragraf, murid mampu membuat kalimat dengan berbagai majas secara kreatif. (Meaningful)
  • Melalui kegiatan merenungkan perumpamaan kalimat yang baik dalam Al-Qur'an, murid mampu menunjukkan sikap berbahasa yang santun dan tidak menyakiti orang lain. (Mindful)
  • Melalui video dan permainan "Kartu Majas", murid mampu menunjukkan semangat dan kegembiraan dalam belajar. (Joyful)
4

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  • Murid menyimak apersepsi dan merenungkan perumpamaan kalimat yang baik dalam Al-Qur'an.
  • Murid mengerjakan kuis benar/salah untuk mengingat kembali majas pertemuan sebelumnya.
  • Murid menonton video pembelajaran tentang jenis-jenis majas.
  • Murid mempelajari tujuh majas baru beserta ciri dan contohnya, serta rekap seluruh majas.
  • Murid mempelajari cara membedakan majas yang mirip melalui contoh soal berlangkah.
  • Murid bermain "Kartu Majas" dan mengerjakan soal HOTS.
  • Murid merefleksikan kebiasaan berbahasa dan mengerjakan asesmen formatif.
5

Model / Metode

Discovery Learning, Tanya Jawab, Games ("Kartu Majas"), Diskusi Kelompok, dan Penugasan.

6

Penjabaran Materi

✅❌ Kuis Benar / Salah — Majas Pertemuan Sebelumnya (Review)

Meaningful
1. Personifikasi adalah majas yang menggambarkan benda mati seolah-olah hidup dan bertingkah seperti manusia.
2. Hiperbola adalah majas yang merendahkan diri atau mengecilkan kenyataan.
3. Ironi adalah sindiran halus yang menggunakan kata-kata yang berlawanan dengan kenyataan.
4. Simile membandingkan dua hal dengan kata pembanding seperti "bagaikan", "laksana", atau "bak".
5. Metafora membandingkan dua hal selalu dengan menggunakan kata "seperti".
Lihat Kunci Jawaban
1. Benar  •  2. Salah (itu litotes; hiperbola melebih-lebihkan)  •  3. Benar  •  4. Benar  •  5. Salah (metafora membandingkan langsung tanpa kata pembanding)

🎬 Video Pembelajaran

Joyful
πŸ“Ί

Yuk, tonton video pembelajaran tentang Jenis-Jenis Majas sebelum membaca penjelasannya!

▶ Cari Video di YouTube

*Guru dapat memilih dan menautkan video yang paling sesuai dari hasil pencarian di atas sebelum diunggah ke Blogger.

πŸ“– Penjelasan Materi Lengkap

Meaningful

✨ Tujuh Majas Baru Hari Ini

Pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar tujuh majas. Hari ini kita menambah tujuh majas baru yang sering muncul dalam pidato, cerita, puisi, dan percakapan.

1. πŸ” Repetisi

Mengulang kata atau kelompok kata dalam kalimat untuk menegaskan maksud.

"Kita harus belajar, belajar, dan terus belajar!"  •  "Ayo bangkit, ayo berjuang, ayo menang!"

Kata kunci: ada kata/kelompok kata yang diulang.

2. πŸŒ€ Paradoks

Pernyataan yang tampak bertentangan dengan kenyataan, tetapi sebenarnya mengandung kebenaran.

"Ia merasa kesepian di tengah keramaian pasar."  •  "Hatinya miskin meskipun hartanya melimpah."

Kata kunci: tampak bertentangan, tetapi masuk akal maknanya.

3. ⚖️ Antitesis

Mempertentangkan dua hal yang berlawanan arti (kata-kata berlawanan) dalam satu kalimat.

"Tua muda, besar kecil, semuanya berkumpul di lapangan."  •  "Siang malam ia belajar."

Kata kunci: pasangan kata berlawanan (tua–muda, besar–kecil, siang–malam).

4. 🏷️ Metonimia

Menyebut nama merek, ciri, atau hasil karya untuk menggantikan hal yang dimaksud.

"Ayah berangkat ke kantor mengendarai Kijang." (mobil bermerek Kijang)  •  "Kakak gemar membaca Chairil Anwar." (karya-karya Chairil Anwar)

Kata kunci: nama merek / nama pengarang untuk menyebut barang atau karyanya.

5. 🧩 Sinekdoke

Menyebut sebagian untuk menyatakan keseluruhan (pars pro toto), atau menyebut keseluruhan untuk menyatakan sebagian (totem pro parte).

Pars pro toto: "Sudah seminggu ini batang hidungnya tidak terlihat." (maksudnya orangnya)  •  "Setiap kepala mendapat satu buku." (setiap orang)
Totem pro parte: "Indonesia menang atas Thailand di final bulu tangkis." (maksudnya tim bulu tangkis Indonesia)

Kata kunci: bagian tubuh untuk orang, atau nama negara/kelas/sekolah untuk wakilnya.

6. πŸ’’ Sarkasme

Sindiran yang disampaikan secara langsung dan kasar, sehingga dapat menyakiti perasaan.

"Dasar pemalas, kerjamu hanya tidur!"

Kata kunci: sindiran kasar, langsung, menyakitkan. ⚠️ Sebaiknya dihindari dalam pergaulan sehari-hari.

7. ❓ Retoris

Pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban karena jawabannya sudah jelas; digunakan untuk menegaskan atau mengajak berpikir.

"Siapa yang tidak ingin menjadi juara?"  •  "Adakah orang tua yang tidak sayang pada anaknya?"

Kata kunci: berbentuk pertanyaan, tetapi tidak perlu dijawab.

Membedakan Majas yang Mirip:

IroniSindiran halus, sering berupa pujian.
"Rajin sekali kamu, jam sembilan baru bangun!"
SarkasmeSindiran kasar dan langsung.
"Dasar pemalas, kerjamu hanya tidur!"
AntitesisDua kata berlawanan berdampingan.
"Tua muda, besar kecil."
ParadoksKeadaan tampak bertentangan, tetapi benar maknanya.
"Kesepian di tengah keramaian."
MetonimiaMenyebut merek / nama / karya untuk hal yang dimaksud.
"Ayah naik Kijang."
SinekdokeMenyebut sebagian untuk keseluruhan (atau sebaliknya).
"Batang hidungnya tak terlihat."

Rekap 14 Majas yang Sudah Dipelajari:

MajasCiri Singkat
PersonifikasiBenda/hewan bertingkah seperti manusia
HiperbolaMelebih-lebihkan
LitotesMerendahkan diri / mengecilkan kenyataan
IroniSindiran halus (pujian yang berlawanan)
MetaforaPerbandingan langsung tanpa kata pembanding
SimilePerbandingan dengan kata seperti/bagaikan/laksana
EufemismePenghalusan kata
RepetisiPengulangan kata untuk penegasan
ParadoksTampak bertentangan, tetapi benar
AntitesisDua kata berlawanan dalam satu kalimat
MetonimiaMerek / nama / karya untuk hal yang dimaksud
SinekdokeSebagian untuk keseluruhan (atau sebaliknya)
SarkasmeSindiran kasar dan langsung
RetorisPertanyaan yang tidak perlu dijawab

Cara Menyelesaikan Soal Majas (langkah demi langkah):

πŸ“ Contoh Soal 1
Tentukan majas pada kalimat: "Kita harus bersatu, bersatu, dan terus bersatu!"
Langkah 1: Baca kalimat, cari kata yang muncul berulang → "bersatu" muncul tiga kali.
Langkah 2: Pengulangan dipakai untuk menegaskan semangat.
✅ Jawaban: Majas repetisi
πŸ“ Contoh Soal 2 — Antitesis atau Paradoks?
Tentukan majas: (a) "Tua muda, besar kecil, semua hadir." (b) "Ia merasa kesepian di tengah keramaian."
Langkah 1 (a): Ada pasangan kata berlawanan, "tua–muda" dan "besar–kecil" → antitesis.
Langkah 2 (b): "Kesepian" dan "keramaian" tampak bertentangan, tetapi bisa benar (merasa sendiri walau banyak orang) → paradoks.
✅ Jawaban: (a) antitesis, (b) paradoks
πŸ“ Contoh Soal 3 — Metonimia atau Sinekdoke?
Tentukan majas: (a) "Ayah berangkat ke kantor naik Kijang." (b) "Sudah seminggu batang hidungnya tidak terlihat."
Langkah 1 (a): "Kijang" adalah nama merek yang dipakai untuk menyebut mobilnya → metonimia.
Langkah 2 (b): "Batang hidung" adalah sebagian tubuh yang dipakai untuk menyebut seluruh orangnya → sinekdoke (pars pro toto).
✅ Jawaban: (a) metonimia, (b) sinekdoke pars pro toto
πŸ“ Contoh Soal 4 — Ironi atau Sarkasme?
Tentukan majas: (a) "Pintar sekali kamu, lupa membawa buku lagi!" (b) "Dasar bodoh, begitu saja tidak bisa!"
Langkah 1 (a): Memakai kata pujian ("pintar sekali") tetapi maksudnya menyindir → ironi.
Langkah 2 (b): Sindiran langsung dengan kata kasar → sarkasme.
✅ Jawaban: (a) ironi, (b) sarkasme
🎯 TIPS CEPAT MENEBAK MAJAS BARU
  • Ada kata/kelompok kata yang diulang? → Repetisi.
  • Ada dua kata berlawanan berdampingan (tua–muda, siang–malam)? → Antitesis.
  • Tampak bertentangan, tetapi sebenarnya benar maknanya? → Paradoks.
  • Menyebut merek / nama pengarang untuk barang atau karyanya? → Metonimia.
  • Menyebut bagian tubuh untuk orang, atau nama negara untuk timnya? → Sinekdoke.
  • Sindiran memakai kata kasar? → Sarkasme. Sindiran dengan pujian? → Ironi.
  • Pertanyaan yang jawabannya sudah jelas? → Retoris.
πŸ’Ž PENGINGAT PENTING: BERBAHASA DENGAN SANTUN

Sarkasme dikenali supaya kita paham maksud sebuah kalimat, bukan untuk digunakan menyakiti teman. Seperti kalimat yang baik dalam Al-Qur'an yang diumpamakan pohon yang bermanfaat, pilihlah kata-kata yang menumbuhkan kebaikan.

🧠 SOAL HOTS 1 — Yuk, Menulis Paragraf!

Tulislah paragraf pendek (4 kalimat) tentang "Sekolahku" dengan menggunakan empat majas berbeda dari materi hari ini (misalnya repetisi, antitesis, retoris, dan sinekdoke). Tulis nama majas di akhir setiap kalimat!

🧠 SOAL HOTS 2 — Ubah dengan Santun!

Reza berkata kepada temannya yang salah menjawab, "Dasar bodoh, begitu saja tidak bisa!" (sarkasme). (1) Jelaskan mengapa kalimat tersebut kurang tepat diucapkan. (2) Ubahlah menjadi kalimat yang lebih santun yang tetap mengingatkan temannya untuk belajar lagi. (3) Sebutkan majas apa yang kamu gunakan pada kalimat perbaikanmu, jika ada.

🌟 Yuk, Refleksikan Kebiasaanmu!

Mindful

Tentukan apakah kebiasaan berikut termasuk baik atau kurang baik, lalu jelaskan alasanmu!

1. Nadia mengingatkan temannya yang salah dengan kata-kata yang sopan, bukan dengan kata-kata kasar.
2. Reza berkata, "Dasar bodoh!" kepada temannya yang salah menjawab di depan seluruh kelas.
3. Lala menyemangati timnya sebelum lomba dengan berseru, "Ayo bisa, kita pasti bisa!"
7

Asesmen Formatif

πŸ“ 10 Soal Pilihan Ganda

Meaningful
1. Majas yang mengulang kata atau kelompok kata untuk menegaskan maksud disebut majas...A. ParadoksB. RepetisiC. LitotesD. Metonimia
2. "Tua muda, besar kecil, semuanya berkumpul di lapangan." Kalimat tersebut menggunakan majas...A. RepetisiB. ParadoksC. EufemismeD. Antitesis
3. "Siapa yang tidak ingin menjadi juara?" Kalimat tersebut berbentuk pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban dan termasuk majas...A. HiperbolaB. IroniC. RetorisD. Simile
4. "Ayah berangkat ke kantor mengendarai Kijang." Kata Kijang menyatakan mobil bermerek tersebut. Majas yang digunakan adalah...A. MetonimiaB. PersonifikasiC. SinekdokeD. Litotes
5. "Sudah seminggu ini batang hidungnya tidak terlihat di kelas." Kalimat tersebut menggunakan majas...A. Sinekdoke totem pro parteB. Sinekdoke pars pro totoC. AntitesisD. Ironi
6. "Ia merasa kesepian di tengah keramaian pasar." Kalimat tersebut menggunakan majas...A. AntitesisB. HiperbolaC. ParadoksD. Repetisi
7. Perbedaan majas ironi dan sarkasme adalah...A. Ironi menyindir dengan kata kasar, sedangkan sarkasme dengan kata halusB. Keduanya sama persisC. Ironi membandingkan dua hal, sedangkan sarkasme menggambarkan benda mati seperti manusiaD. Ironi menyindir secara halus (sering berupa pujian), sedangkan sarkasme menyindir secara langsung dan kasar
8. "Indonesia menang atas Thailand di final bulu tangkis." Kalimat tersebut menggunakan majas...A. Sinekdoke totem pro parteB. Sinekdoke pars pro totoC. MetonimiaD. Paradoks
9. Pasangan kalimat dan majas yang tepat adalah...A. "Dasar pemalas, kerjamu hanya tidur!" — ironiB. "Dasar pemalas, kerjamu hanya tidur!" — sarkasmeC. "Rajin sekali kamu, sudah jam sembilan baru bangun." — sarkasmeD. "Ia kesepian di tengah keramaian." — antitesis
10. "Tua muda, besar kecil, semua bersorak, bersorak, bersorak menyambut kemenangan." Majas yang terdapat dalam kalimat tersebut adalah...A. Paradoks dan ironiB. Metonimia dan sinekdokeC. Antitesis dan repetisiD. Retoris dan sarkasme
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
1. B  •  2. D  •  3. C  •  4. A  •  5. B  •  6. C  •  7. D  •  8. A  •  9. B  •  10. C

*Pembahasan singkat dapat ditambahkan guru setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) selesai, sesuai arahan Yayasan.

8

Kesimpulan / Refleksi

πŸŒ… Kesimpulan Materi

  • Repetisi mengulang kata untuk menegaskan; antitesis mempertentangkan dua kata berlawanan; paradoks tampak bertentangan tetapi benar maknanya.
  • Metonimia menyebut merek, nama, atau karya untuk hal yang dimaksud; sinekdoke menyebut sebagian untuk keseluruhan atau sebaliknya.
  • Ironi menyindir secara halus, sarkasme menyindir secara kasar dan langsung; majas retoris berbentuk pertanyaan yang tidak perlu dijawab.
  • Sebagaimana kalimat yang baik diumpamakan pohon yang bermanfaat dalam Al-Qur'an, gunakan majas dan kata-kata untuk kebaikan dan hindari kata yang menyakiti orang lain.

Refleksi Pembelajaran

• Kendala pembelajaran hari ini: …………………………………………

• Tindak lanjut: …………………………………………

• Jumlah siswa yang paham / belum paham: …………… / ……………

a

a

No comments:

Post a Comment

see you