Tuesday, October 29, 2024

Materi Kurikulum Merdeka

 Hari/Tanggal: Selasa, 29 Oktober 2024

Mata Pelajaran:

1. Matematika : Pecahan 

2. Pancasila : Musyawarah

3. Bahasa Indonesia : Adiksimba

4. IPAS : Peta

Capaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila :

1. Peserta didik menunjukkan makna sila-sila Pancasila, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari; mengenal karakter para perumus Pancasila; menunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

2. Peserta didik mengidentifikasi dan melaksanakan aturan di sekolah dan lingkungan tempat tinggal; mengidentifikasi dan melaksanakan hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga dan sebagai warga sekolah.

3. Peserta didik membedakan dan menghargai identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

4. Peserta didik mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; menunjukkan sikap kerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan di lingkungan tempat tinggal dan sekolah. 

CP: Bahasa Indonesia

1.       Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi.

2.       Peserta didik mampu memahami dan memaknai teks narasi yang dibacakan atau dari media audio.

3.       Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-hari, teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak atau elektronik.

4.       Peserta didik mampu membaca kata-kata baru dengan pola kombinasi huruf yang telah dikenalinya dengan fasih.

5.       Peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide pendukung pada teks informatif.

6.       Peserta didik mampu menjelaskan hal-hal yang dihadapi oleh tokoh cerita pada teks narasi.

7.       Peserta didik mampu memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa sesuai dengan topik.

8.       Peserta didik mampu berbicara dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks.

9.       Peserta didik mengajukan dan menanggapi pertanyaan, jawaban, pernyataan, penjelasan dalam suatu percakapan dan diskusi dengan aktif.

10.   Peserta didik mampu mengungkapkan gagasan dalam suatu percakapan dan diskusi dengan mematuhi tata caranya.

11.   Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu informasi yang dibaca atau didengar dari teks narasi dengan topik yang beraneka ragam.

12. Peserta didik mampu menulis teks narasi, teks deskripsi, teks rekon, teks prosedur, dan teks eksposisi dengan rangkaian kalimat yang beragam, informasi yang rinci dan akurat dengan topik yang beragam. 

2. Matematika                     :  Pecahan

CP: 

Fase B Berdasarkan Elemen :

ELEMEN

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Bilangan

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, menggunakan nilai tempat, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan uang menggunakan ribuan sebagai satuan. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor.

Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan antar-pecahan dengan pembilang satu dan antarpecahan dengan penyebut yang sama. Mereka dapat mengenali pecahan senilai menggunakan gambar dan simbol matematika.

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan desimal.  Mereka dapat menyatakan pecahan desimal persepuluhan dan perseratusan, serta menghubungkan pecahan desimal perseratusan dengan konsep persen.

Aljabar

Peserta didik dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam sebuah kalimat matematika yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah sampai 100. Peserta didik dapat mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola gambar atau objek sederhana dan pola bilangan membesar dan mengecil yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah sampai 100.

Pengukuran

Peserta didik dapat mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku.  Mereka dapat menentukan hubungan antar-satuan baku panjang (cm, m). Mereka dapat mengukur dan mengestimasi luas dan volume menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah.

Geometri

Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar (segiempat, segitiga, segibanyak). Mereka dapat menyusun (komposisi) dan mengurai (dekomposisi) berbagai bangun datar dengan lebih dari satu cara jika memungkinkan.

Analisis Data Dan Peluang

Pada akhir fase B, peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel, diagram gambar, piktogram, dan diagram batang (skala satu satuan).

 

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

Apa kabar anak sholih sholihah…

Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat

Mari kita awali dengan membaca doa terlebih dahulu semoga kita selalu sehat dan diberikan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan ujian hari ini! Jangan lupa tingkatkan iman dan takwa dengan selalu rajin melaksanakan solat 5 waktu, murojaah, sholat sunah Dhuha.

tujuan pembelajaran kita hari ini kita akan membahas materi tentang mengurutkan pecahan, perubahan energi listrik menjadi energi gerak, energi panas, dan energi cahaya, selain itu kita akan memahami materi tentang musyawarah.

Yuk simak ringkasan materi dibawah ini....

MATEMATIKA
Mengurutkan pecahan adalah menyusun pecahan secara berurutan mulai dari yang terkecil hingga ke yang terbesar atau sebaliknya, dari yang terbesar ke yang terkecil nilainya. Untuk pecahan berpenyebut sama, tinggal membandingkan pembilangnya.

Contoh Mengurutkan Pecahan

Untuk pecahan berpenyebut berbeda,
  1. samakan dulu penyebutnya dengan KPK
  2. rubah pembilang sesuai prinsip Pecahan Senilai
  3. urutkan pembilang

Contoh soal:



3. Latihan Soal: PETUNJUK: Untuk anak-anak siswa kelas 4 silakan salin dan kerjakan latihan soal mengurutkan pecahan ini dibuku tulis kalian. 

Pendidikan Pancasila

Musyawarah merupakan satu di antara hal yang amat penting bagi kehidupan manusia, bukan saja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan dalam kehidupan berumah tangga dan lain-lainnya. Kata musyawarah berasal dari bahasa Arab yaitu Syawara yang artinya berunding, urun rembuk atau mengajukan sesuatu. Musyawarah memiliki tujuan untuk mencapai mufakat atau persetujuan.

Semua orang memiliki hak untuk menyatakan pendapatnya di manapun, misalnya, saat berdiskusi bersama keluarga, bersama teman sekelas, atau teman bermain. Pendapat adalah buah pemikiran atau perkiraan tentang suatu hal (seperti orang atau peristiwa).
Dalam mengemukakan sebuah pendapat ada beberapa hal yang harus sangat kita perhatikan. Mengungkapkan sebuah pendapat tidak boleh dilakukan secara semena-mena dan seenaknya saja, karena tanpa kita sadari pendapat kita nantinya dapat menyakiti dan melukai perasaan banyak orang. 
Suatu keputusan bersama tidak akan tercapai jika semua orang saling memaksakan kehendaknya kepada orang lain. Keputusan bersama bukan merupakan keinginan dari satu orang atau satu golongan saja. Akan tetapi, merupakan hasil pertimbangan dari semua pandangan atau pendapat yang dikemukakan oleh semua peserta musyawarah dengan berdasarkan kepada prinsip keadilan.
Musyawarah
Oleh karena itu, dalam mengambil suatu keputusan bersama diperlukan kebijaksanaan untuk menampung aspirasi dari para peserta musyawarah sehingga keputusan dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat dalam proses perumusan keputusan tersebut

Untuk mencapai tujuan, pendapat harus disampaikan secara benar, beretika, dan bertanggung jawab. Ada beberapa hal yang harus dipikirkan dan perhatikan terlebih dahulu sebelum menyampaikannya, agar tidak menyinggung atau bahkan menimbulkan perselisihan.

1. Menggunakan bahasa yang santun
Saat ingin mengungkapkan pendapat, sampaikan dengan kata-kata yang sopan dan santun. Tidak dengan kata-kata yang kasar yang disertai dengan makian sehingga akan menyakiti orang lain. Penyampaian pendapat menggunakan bahasa yang santun membuat jalanya musyawarah berjalan dengan baik.

2. Menghargai pendapat teman dan tidak memotong pembicaraan
Setiap orang yang hadir dalam musyawarah mempunyai hak dan kesempatan untuk mengutarakan pendapat. Kita harus bisa menghargai perbedaan pendapat dan jangan selalu ingin mendominasi pembicaraan.

Jika ingin mengutarakan atau menanggapi pendapat, tunggu hingga teman yang lain selesai berbicara. Memotong pembicaraan merupakan tindakan yang kurang baik. Hal ini memungkinkan pendapat mereka belum tersampaikan secara keseluruhan. 

3. Tidak memaksakan pendapat
Setiap orang pasti memiliki pemikiran atau pandangan berbeda. Penolakan merupakan hal yang sangat wajar dalam sebuah musyawarah, kita tidak bisa memaksakan teman untuk selalu setuju pada gagasanmu.

Tidak perlu marah jika pendapatmu kurang mendapatkan respon baik atau bahkan ditolak sekali pun. Berbesar hatilah, dan bersikap baik. Mungkin saja pendapatmu tidak salah, tetapi ada pendapat lain yang lebih mewakili kepentingan bersama.

Bentuk Bentuk Keputusan Bersama
Mengambil sebuah keputusan merupakan salah satu cara supaya musyawarah bisa berjalan dengan baik. Ada beberapa bentuk cara mengambil keputusan bersama dalam sebuah musyawarah. Berikut ini penjelasannya.

1. Keputusan aklamasi
Aklamasi adalah pernyataan setuju secara lisan dari seluruh peserta rapat dan sebagainya terhadap suatu usul tanpa melalui pemungutan suara. Jadi keputusan aklamasi adalah sebuah keputusan tanpa melalui pemungutan suara terlebih dahulu karena semua peserta memiliki pendapat yang sama.

Syarat bisa dilakukannya keputusan aklamasi adalah tidak terdapat perbedaan pendapat di antara para peserta musyawarah, semua peserta setuju pengambilan keputusan dilakukan secara aklamasi.

2. Musyawarah mufakat
Musyawarah diartikan sebagai pembahasan untuk menyatukan pendapat dalam penyelesaian suatu masalah bersama. Sedangkan mufakat adalah sesuatu yang telah disetujui sebagai keputusan berdasarkan kebulatan pendapat sebagai hasil musyawarah.

Musyawarah untuk mencapai mufakat adalah bentuk pengambilan keputusan bersama yang paling baik. Sebab dengan musyawarah mufakat berarti semua orang yang terlibat dalam musyawarah menyatakan setuju terhadap keputusan yang diambil bersama.

3. Pemungutan suara terbanyak
Cara pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak akan dilakukan, apabila cara pengambilan keputusan dengan cara musyawarah tidak mencapai mufakat. Karena itu para peserta musyawarah harus mengambil keputusan bersama dengan cara pengambilan suara terbanyak.

Dalam proses pemungutan suara, bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
1. Mengacungkan tangan.
2. Berdiri dari tempat duduk.
3. Berpindah tempat sesuai dengan pilihan.
4. Menuliskan pilihan di atas kertas kemudian dikumpulkan.

Pengambilan keputusan bersama berdasarkan suara terbanyak ini pada umumnya dilakukan oleh berbagai organisasi, baik yang ada di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Demikian pembahasan mengenai Menyampaikan Pendapat Ketika Bermusyawarah. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Pendidikan Pancasila Kelas IV Kurikulum Merdeka, Kemendikbud.

IPAS
Kita tidak akan tersesat dan salah jalan apabila kita bisa membaca sebuah peta.  Dengan adanya peta kita bisa melihat gambaran suatu wilayah dengan
mudah. Untuk melihat seluruh wilayah, kita tidak perlu bersusah payah naik ke atas gunung atau naik pesawat. Pada peta telah tergambar dengan lengkap jalan, gunung, sungai dan semua obyek yang ada di wilayah tersebut. Dengan membawa peta kita juga bisa kemana-mana tanpa takut tersesat.
Rangkuman IPS Kelas 4  SD/MI Semester 1 Membaca  Peta  Lingkungan dengan Skala Sederhana
Peta adalah gambaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar dengan menggunakan skala tertentu. Kita harus bisa membaca sebuah peta, membaca sebuah peta sebenarnya mudah bila kita telah memahaminya. Karenanya marilah kita belajar tentang PETA dan Cara Membacanya dengan benar.

Peta  tak  ubahnya  seperti  denah.  Perbedaannya  adalah  peta menggambarkan tempat yang lebih luas. Kumpulan peta yang dibukukan disebut Atlas. Ada pula peta yang dibuat di permukaan bulat yang disebut globe. Globe disebut juga dengan bola dunia.

Materi yang disajikan disesuaikan pula dengan penalaran siswa sekolah dasar. Aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik terasah melalui beberapa bagian dalam buku ini. Dengan demikian, buku ini layak menjadi referensi siswa dan guru. Kiranya pembelajaran IPS dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan untuk siswa.

A. Pengertian 
Peta adalah, gambaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar  dengan  menggunakan  skala  tertentu.

B.   Fungsi Peta 
fungsi  yang  beragam dalam kehidupan, diantaranya:
1.  menunjukkan lokasi suatu tempat;
2.  menggambarkan  bentuk  permukaan bumi;
3.  mengetahui jarak suatu tempat;
4.  alat  peraga  atau  media  dalam  pendidikan;
5. menunjukkan potensi kekayaan alam.

C. Jenis-Jenis Peta
a.  Peta umum, yaitu peta yang menggambarkan  ketampakan  permukaan  bumi secara umum. Contohnya, Peta Dunia.
b. Peta khusus, yaitu peta yang meng gambar  kan salah satu atau beberapa aspek saja  dari  gejala  di  permukaan  bumi. Contohnya,  peta  tentang  kepadatan penduduk Indonesia.

D. Membaca Peta
1. Judul  peta  merupakan  nama  sebuah Peta.

2. Simbol
Simbol Peta, denah, lingkungan
Simbol merupakan lambang-lambang atau gambar yang menun- jukkan obyek alam atau buatan. Simbol peta harus memenuhi tiga syarat yakni sederhana, mudah dimengerti, dan bersifat umum. Berikut ini adalah simbol-simbol yang biasa digunakan pada peta.

3. Garis Tepi Peta,
Garis tepi peta merupakan garis batas di tepi peta yang berfungsi sebagai tempat angka-angka derajat astronomis.

4. Legenda, 
Legenda Peta, denah, lingkungan
Legenda merupakan keterangan gambar yang  terdapat  di  dalam  peta. 5. Simbol Peta
Simbol peta adalah tanda sederhana yang terdapat pada peta. Simbol menunjukkan mengenai  apa  dan  di  mana  letak  dari sesuatu  pada  peta.  Berikut contoh simbol atau legenda.
Warna juga termasuk dalam legenda peta,
a.  Warna  hijau  untuk  menggambarkan wilayah  dataran  rendah  atau  daerah permukiman penduduk.
b.  Warna biru untuk wilayah perairan. Biru tua untuk perairan dalam dan biru muda untuk perairan wilayah dangkal.
c.  Warna  kuning  untuk  menggambarkan dataran tinggi.
d.  Warna  cokelat untuk menggambarkan daerah pegunungan.

5. Skala,
Skala merupakan perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di per mukaan bumi.
a. Skala angka Misalnya, tercantum skala 1 : 250.000 artinya, 1 cm pada peta sama dengan jarak  250.000  cm  (2,5  km)  pada permukaan bumi.
b. Skala garis
Artinya, jarak 5 cm pada peta meng gambarkan  jarak  50  km  di  permukaan  bumi. Jarak 1 cm pada peta menggambarkan jarak 10 km di permukaan bumi.

6. Arah Mata Angin
Petunjuk arah mata angin dalam peta perlu dicantumkan dengan tujuan untuk mengetahui arah. Petunjuk arah ditempatkan pada ruang dalam peta yang tidak mengganggu gambar peta. Biasanya hanya mencantumkan arah utara (U).

7. Indeks
Indeks  yang  tercantum  dalam  suatu atlas berguna bagi pembaca dalam mencari sesuatu  yang  ingin  diketahui.  Misalnya, ketika kamu ingin mengetahui letak gunung, sungai,  selat,  danau,  waduk,  atau  suatu kota dapat diketahui melalui indeks. Atlas memuat  indeks  pada  halaman  belakang atau halaman terakhir.

8. Jaring-jaring  Peta
Jaring-jaring  Peta, denah Lingkungan
Pada peta terdapat beberapa garis yaitu garis tepi, garis tegak, dan garis datar. Garis-garis itu disebut jaring-jaring peta. Garis tegak disebut garis bujur yang dibedakan menjadi Bujur Barat (BB) dan Bujur Timur (BT).
Garis mendatar disebut garis lintang, dan dibedakan menjadi Lintang Utara (LU) dan Lintang Selatan (LS). Garis lintang 0 o  disebut garis khatulistiwa atau ekuator.
Garis tepi peta adalah garis pada bagian tepi peta yang lebih tebal daripada garis bujur dan garis lintang.

E. Mengetahui Jarak dengan Skala 
contoh berikut. Suatu peta memiliki skala 1:6.400.000. Artinya, 1 cm jarak pada peta mewakili 6.400.000 cm jarak sebenarnya.

Contohnya, jarak dari kota A ke kota B adalah 4 cm maka jarak sebenarnya dari kota A ke kota B tersebut, yaitu 4 × 6.400.000 = 25,6 km.

Contoh lagi, misalnya 1 : 500.000. Tahukah
kalian arti dari skala tersebut? Skala 1 : 500.000 berarti bahwa setiap 1 cm  jarak  pada  peta  sama  dengan 500.000 cm pada jarak sesungguh-nya.
Jika jarak antara dua kota pada peta adalah 5 cm, sedangkan skala peta adalah 1 : 250.000,
berapakah jarak sesungguhnya antara dua kota tersebut?
Maka jarak sesungguhnya dua kota adalah 5 × 250.000 cm = 1.250.000 cm = 12,5 km.

F. Menggambar Peta
Cara menggambar peta, yaitu dengan cara kotak, cara menjiplak, dan dengan menggunakan pantograf (alat untuk  memperkecil  dan  memperbesar peta).

Berikut dijelaskan cara menggambar peta dengan teknik menjiplak.
1.   Persiapan
•   Siapkan peta yang akan digambar dan buku gambar.
•   Siapkan  alat  tulis  berupa  pensil,  peng hapus,  rautan  pensil, penggaris, dan kertas kalkir/mika.

2.   Pelaksanaan
•   Tentukan peta yang akan kalian gambar dan telitilah letak kota, sungai, danau, gunung, laut, batas–batas daerah, dan lain–lain.
•   Buatlah garis kotak-kotak bujur sangkar pada kertas kalkir.
•   Tempelkan kertas kalkir pada peta yang akan dicontoh.
•   Siapkan  kertas  yang  akan  kalian  gunakan  sebagai  tempat menggambar  peta.  Buat lah  garis  kotak-kotak  bujur  sangkar dengan pensil sama seperti pada kertas kalkir tadi.
•   Gambarlah peta di atas kertas kalian dengan mencontoh peta yang  telah  ditumpangi  kertas  kalkir.  Setelah  selesai  berilah warna-warna pada peta seperti di atlas kalian.
Contoh garis kotak-kotak bujur sangkar:

Untuk memperbesar atau memperkecil ukuran peta dapat dilakukan dengan  memperbesar  atau  memperkecil  garis  kotak-kotak  bujur sangkar.
•   Untuk memperbesar peta, jarak antargaris dibuat menjadi 2 kali jarak garis pada kertas kalkir.
•   Untuk memperkecil peta, jarak antargaris dibuat setengah kali jarak garis pada kertas kalkir.

Soal Latihan

A. Pilihlah  jawaban  yang  paling  tepat  dengan  memberi  tanda Pilihlah  jawaban  yang  paling  tepat  dengan  memberi  tanda  silang  pada  salah  satu  huruf    a,  b,  c atau d 

1. Gambaran permukaan wilayah bumi yang dibuat
di atas suatu media disebut . . . .
a. atlas
b. peta
c. globe
d. cetakan

2. Untuk  menggambarkan  keadaan  wilayah  sesuai
kebutuhan digunakan . . . .
a. globe
b. atlas
c. peta umum
d. peta khusus

3. Ukuran  peta  di  Indonesia  dinyatakan  dalam
satuan . . . .
a. mil
b. inci
c. cm
d. km

4. Skala yang menggunakan angka disebut skala . . . .
a. milimeter
b. numerik
c. grafis
d. gambar12 Ilmu Pengetahuan Sosial 4

5. Garis-garis tegak pada peta disebut garis . . . .
a. bantu
b. lintang
c. bujur
d. ekuator

6. Garis lintang 0 o  disebut pula dengan garis . . . .
a. ekuator
b. bujur
c. tepi
d. lintang

7. Mata angin yang menunjukkan bagian atas pada
peta adalah arah . . . .
a. utara
b. selatan
c. timur
d. barat

8. Jarak  antara  dua  kota  pada  peta  adalah  3  cm,
sedangkan jarak sesungguhnya adalah 450.000 cm.
Maka skala peta tersebut adalah . . . .
a. 1 : 150.000
b. 1 : 15.000
c. 1 : 20.000
d. 1 : 200.000

9. Skala 1 : 350.000 menunjukkan bahwa jarak 1 cm
pada peta sama dengan . . . pada jarak sesungguhnya.
a. 35 km
b. 3,5 km
c. 350 km
d. 0,35 km10. Keterangan  tentang  simbol-simbol  pada  peta disebut . . . .

10. 10. Keterangan  tentang  simbol-simbol  pada  peta disebut . . . .
a. legenda peta
b. skala
c. jaring-jaring peta
d. judul

B.Isilah  titik-titik  di  bawah  ini  dengan  benar! Isilah  titik-titik  di  bawah  ini  dengan  benar! Isilah  titik-titik  di  bawah  ini  dengan  benar!
1. Garis bujur ada dua macam yaitu . . .  dan . . . .
2. Jaring-jaring peta terdiri atas garis . . . , . . . , dan . . . .
3. Ada dua macam peta yaitu peta . . . dan . . . .
4. Ukuran peta di Indonesia dinyatakan dalam satuan. . . sedangkan ukuran sesungguhnya di nyatakandalam satuan . . . .
5. Pada mata angin arah yang menunjuk bagian atas dan bawah adalah arah . . . dan . . . .

C. Jawablah  pertanyaan  di  bawah  ini  dengan  singkat  dan  jelas! Jawablah  pertanyaan  di  bawah  ini  dengan  singkat  dan  jelas! Jawablah  pertanyaan  di  bawah  ini  dengan  singkat  dan  jelas! Jawablah  pertanyaan  di  bawah  ini  dengan  singkat  dan  jelas! Jawablah  pertanyaan  di  bawah  ini  dengan  singkat  dan  jelas!
1. Coba jelaskan pengertian atlas dan peta!
2. Ayo sebutkan dua macam skala peta!
3. Apakah kegunaan daftar isi?
4. Jelaskan apakah menggambar peta itu sulit!
5. Sebutkan  langkah-langkah  dalam  menggambar peta!

Contoh Soal 2

Uji  Kompetensi
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat !
1. Perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan jarak sebenarnya
di permukaan bumi dinamakan ….
a. peta  c. legenda
b. skala  d. rasio

2.
Arti simbol gambar di atas adalah  ….
a. laut  c. jalan kereta
b. danau  d. dataran rendah

3. Warna biru pada peta biasanya meggambarkan ….
a. gunung  c. perairan
b. pegunungan  d. dataran rendah

4. Peta bahan tambang di Indonesia merupakan contoh peta ….
a. umum  c. topografi
b. tematik  d. geografi

5. Di bawah ini yang merupakan simbol gunung adalah ….
a.  c.
b.  d.

6. Skala peta pada umumnya menggunakan satuan ....
a. meter (m)  c. sentimeter (cm)
b. desimeter (dm)  d. milimeter (mm)16      BAB 1 Peta  Lingkungan  Setempat

7. Keterangan simbol gambar yang terdapat dalam peta disebut  ….
c. legenda  c. indeks
d. catatan kaki  d. simbol

8. Pada peta dengan skala 1 : 500.000 jarak antara kota X ke kota Y
adalah 4 cm. Jarak antara kota X dan Y sebenarnya adalah ….
a. 12,5 km  c. 20 km
b. 125 km  d. 10 km

9. Gambar peta situasi yang ingin diperjelas atau karena letaknya di luar
garis batas peta disebut ….
a. inset  c. skala
b. indeks  d. simbol

10. Pada peta dengan skala 1 : 800.000 akan diperbesar 4 kali. Maka
skala pada peta baru setelah diperbesar adalah ….
a. 1 : 3.200.000  c. 1 : 200.000
b. 1 : 804.000  d. 1 : 2.000.000

11. Pedoman atau petunjuk arah pada peta disebut ….
a. kompas  c. skala
b. mata angin  d. legenda

12. Untuk mengetahui berapa lama suatu peta dibuat, dapat dilihat dari….
a. legenda  c. tahun pembuatan
b. indeks  d. inset

13. Peta yang menggambarkan hal-hal umum dari suatu wilayah disebut
….
a. peta wilayah  c. peta topografi
b. peta tematik  d. peta daerah

14. Pada peta berskala
0                   20                 40                 60                 80 km
0                   1                    2        3      4 cm
Jarak antara kota K dengan L adalah 6 cm. Jarak antara kota K dan L
sebenarnya adalah ….
a. 24 m  c. 120 km
b. 24 km  d. 480 km

15. Simbol pada peta berfungsi sebagai ….
a. pelengkap data
b. penjelas arti pada peta
c. memperindah peta
d. pengganti kenampakan di muka bumi

B. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!
1. Nama arah mata angin antara timur dan selatan disebut ….
2. Peta umum disebut juga peta ….
3. Garis khayal di atas permukaan bumi yang terdiri dari garis bujur dan garis lintang disebut ….
4.  +++++++   Simbol di samping memiliki arti ....
5. Danau biasanya digambarkan dengan warna  ….
6. Skala pada peta ada dua macam yaitu skala angka dan skala ….
7. Skala angka disebut juga skala ….
8. Daerah bersalju pada peta digambarkan dengan warna ….
9. Skala 1 : 5.000.000 berarti 1 cm pada peta mewakili …. km pada jarak sebenarnya.
10. Buku yang berisi kumpulan peta disebut ….

C. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat!
1. Sebutkan 5 komponen yang harus ada pada peta!
2. Mengapa menggambar peta ada aturannya?
3. Apa artinya skala 1 : 700.000 ?
4. Sebutkan delapan arah mata angin secara berurutan?
5. Sebutkan manfaat dari peta!

Daftar Pustaka
Budi Sutrisno dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial 4 : Untuk SD/MI Kelas IV, Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009



BAHASA INDONESIA

 Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV sekolah dasar Bab IV Meliuk dan Menerjang terdapat kegiatan memahami laporan wawancara. Tujuan dari kegiatan pembelajaran ini adalah melalui membaca teks “Kuat untuk Melindungi”, peserta didik dapat memahami isi Laporan Hasil Wawancara dengan baik. Pada kegiatan ini siswa berlatih mengembangkan kategori yang lebih terperinci berdasarkan pemahamannya terhadap tulisan dan gambar dalam teks informasi


Menurut KBBI wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang (pejabat dan sebagainya) yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal, untuk dimuat dalam surat kabar, disiarkan melalui radio, atau ditayangkan pada layar televisi.

Dalam melakukan wawancara harus mencatat hal-hal penting yang disesuaikan dengan poin-poin yang harus ada dalam laporan wawancara. Misalnya saja nama pewawancara, asal sekolah, kelas, tanggal wawancara, dan orang yang diwawancarai atau narasumber. Menurut KBBI narasumber adalah orang yang memberi (mengetahui secara jelas atau menjadi sumber) informasi.

Bacalah teks berikut ini dengan saksama.
Laporan Wawancara
Kuat untuk Melindungi
oleh Nurul Hidayati
Kak Puspita adalah seorang pesilat tangguh. Dia telah banyak meraih gelar juara di pertandingan tingkat nasional maupun provinsi. Berikut ini hasil wawancara saya dengannya.

Sewaktu Kak Puspita masih kecil, awalnya dia tidak tertarik ilmu bela diri. Suatu saat dia diganggu beberapa anak yang lebih besar. Dia berusaha melawan, tetapi tidak bisa karena masih kecil. Dia malah ditertawakan. Sejak itu dia memikirkan cara supaya bisa membela dirinya sendiri.

Ketika masuk SMP, ada ekstrakurikuler pencak silat. Dia segera mendaftar. Ternyata belajar silat itu asyik dan seru. Kak Puspita kemudian bergabung di sebuah perguruan silat.

Awalnya Kak Puspita ingin menguasai silat supaya bisa melawan pengganggunya. Dia terpikir untuk suatu saat membalas perbuatan para pengganggunya. Namun, setelah mendalami silat, Kak Puspita jadi mengerti bahwa silat harusnya bukan untuk balas dendam. Silat justru untuk berteman dan melindungi.

Kata Kak Puspita, di dalam gerakan pencak silat terkandung banyak nilai luhur. Misalnya, dalam sikap pasang. Ada beberapa sikap pasang, biasanya dilakukan dengan tangan dalam keadaan terbuka, bukan mengepal. Artinya, silat itu bukan untuk berkelahi atau menyakiti. Kalau ada yang menyerang, hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah menghindar dan menangkis. Kalau dia masih menyerang, barulah kita patahkan gerakannya tanpa melukai.

Manfaat yang dirasakan Kak Puspita setelah menekuni pencak silat antara lain: tubuhnya menjadi lebih sehat dan bugar, lebih mudah berkonsentrasi, dapat banyak teman, serta menjadi orang yang lebih baik.

Kak Puspita menjelaskan bahwa keberhasilannya dalam pertandingan-pertandingan adalah berkat disiplin dalam latihan. Kak Puspita mengatakan bahwa ini tidak hanya berlaku pada silat. Apa pun yang kita lakukan, kalau kita lakukan dengan tekun dan sungguh-sungguh, pasti akan memberikan hasil yang baik.

Selanjutnya, Kak Puspita berharap bahwa anak-anak seusia saya belajar ilmu bela diri, terutama silat. Pencak silat adalah seni bela diri asli negara kita. Jadi, di samping mendapatkan banyak manfaat untuk diri sendiri, sekaligus juga melestarikan budaya bangsa Indonesia.

KBBI
  1. wawancara: n tanya jawab dengan seseorang (pejabat dan sebagainya) yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal, untuk dimuat dalam surat kabar, disiarkan melalui radio, atau ditayangkan pada layar televisi, n tanya jawab direksi (kepala personalia, kepala humas) perusahaan dengan pelamar pekerjaan, n tanya jawab peneliti dengan narasumber
  2. tangkis atau menangkis: v menolak atau menahan (pukulan atau serangan dengan senjata dan sebagainya) dengan menggunakan tangan, perisai, dan sebagainya): tangannya terluka ketika ~ serangan golok perampok, v menahan dan memukul kembali: pesilat itu dengan tangkas ~ serangan lawannya
  3. laga: n perkelahian
  4. watak: n sifat batin manusia yang memengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat
  5. sikap pasang: sikap bersiap menghadapi lawan
  6. kunci: n alat untuk mengancing pintu, peti, dan sebagainya, terdiri atas anak kunci dan induk kunci, n ki alat untuk mencapai suatu maksud (seperti membongkar rahasia, memecahkan masalah, menentukan kalah menang, atau berhasil tidaknya sesuatu)
  7. narasumber: n orang yang memberi (mengetahui secara jelas atau menjadi sumber) informasi
  8. menerjang: v menendang; menyepak (ke bawah atau ke depan),v menyerang; menyerbu: pasti ia sudah ~ sopir itu jika aku tidak cepat-cepat menahannya,v melanggar; menubruk; menyeruduk: ia berlayar ~ ombak melewati terus

Daftar Periksa Laporan Hasil Wawancara
IsiAda/Tidak Ada Sebutkan
Informasi nama narasumberAda: Puspita
Profesi/latar belakang narasumberAda : Pesilat
Nama pewawancaraAda: Nurul Hidayati
Tanggal wawancaraAda: 24 Januari 2021
FotoAda
Jawaban narasumber atas daftar pertanyaan, yang dituturkan ulang oleh pewawancaraAda

Berdiskusi
Tujuan kegiatan ini adalah melalui kegiatan mendiskusikan teks “Kuat untuk Melindungi”, peserta didik dapat berlatih untuk berpartisipasi dalam diskusi dengan aktif.

Diskusikan isi teks Laporan Wawancara “Kuat untuk Melindungi” pada halaman sebelumnya. Berbicaralah dengan suara yang jelas agar pembicaraan kalian dipahami dengan baik. Gunakan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sebagai panduan.

1. Judul laporan di atas adalah “Kuat untuk Melindungi”. Menurut kalian, apa makna yang ingin disampaikan penulis dengan judulnya ini?
Makna yang ingin disampaikan penulis adalah dengan berlatih pencak silat tubuh akan menjadi kuat dan dapat digunakan untuk melindungi diri atau teman.
2. Apakah kalian setuju bahwa ilmu bela diri bukan untuk berkelahi? Jelaskan jawaban kalian!
Setuju, karena bela diri dapat digunakan untuk melindungi diri saat benar-benar dalam keadaan darurat bukan untuk mencari musuh. Bela diri juga membuat tubuh menjadi lebih sehat dan bugar, lebih mudah berkonsentrasi, dapat banyak teman, serta menjadi orang yang lebih baik.
3. Apa ilmu bela diri yang ingin kalian pelajari? Mengapa?
Saya mempelajari pencak silat karena mendapatkan banyak manfaat seperti badan menjadi sehat, sekaligus juga melestarikan budaya bangsa Indonesia.
4. Kira-kira, apa saja daftar pertanyaan yang diajukan Nurul?
Mengapa Kak Puspita tertarik mempelajari bela diri?
Kapan Kak Puspita bergabung ke perguruan silat?
Apa tujuan Kak Puspita mempelajari bela diri?
Apa saja nilai-nilai luhur dalam pencak silat?
Apa saja manfaat yang diperoleh Kak Puspita setelah mempelajari pencak silat?
Bagaimana cara Kak Puspita meraih keberhasilan dalam pertandingan pencak silat?
Apa harapan Kak Puspita terhadap anak sesuianya terhadap ilmu bela diri?

Demikian pembahasan mengenai Memahami Laporan Wawancara Kuat untuk Melindungi. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sumber : Buku Bahasa Indonesia Kelas IV, Kemendibud

No comments:

Post a Comment

see you