Identitas
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Hallo Anak Sholeh dan Sholehah kelas 6 Al Khawarizmi๐๐๐
Apa Kabarnya hari ini ? Semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT ya. Aamiin.
| 1. Nama Guru | : Asih Budi Ariyanti, S.Pd., Gr. |
| 2. Hari / Tanggal | : Kamis, 27 Agustus 2026 |
| 3. Fase / Kelas | : C / VI |
| 4. Mata Pelajaran | : Matematika |
| 5. Materi | : Bilangan Desimal |
| 6. Pertemuan Ke | : 6 |
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Anak-anak shalih dan shalihah, sebelum belajar mari kita menenangkan diri, bersyukur kepada Allah Swt., dan menyadari bahwa kemampuan kita untuk melihat, berpikir, menghitung, serta belajar merupakan nikmat dari Allah.
“Allah Pencipta segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.”
QS. Az-Zumar: 62
Allah adalah Al-Khaliq, yaitu Allah Maha Pencipta. Allah menciptakan alam dengan ukuran dan keteraturan yang luar biasa. Allah juga Al-Malik, Maha Memiliki dan mengatur segala sesuatu. Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi rezeki, termasuk memberikan kepada kita kesempatan untuk belajar.
Dalam kehidupan sehari-hari kita menemukan ukuran seperti 0,5 liter air, 1,25 meter, 2,5 kg, atau Rp12.500,50. Angka-angka tersebut membantu kita memahami ukuran dengan lebih teliti.
- Mengapa menurutmu manusia membutuhkan bilangan desimal untuk menyatakan ukuran dengan lebih tepat?
- Jika Allah menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan keteraturan, bagaimana sikap kita seharusnya ketika belajar matematika?
- Bagaimana kemampuan menghitung bilangan desimal dapat membantu kita menjadi pribadi yang lebih teliti dan bertanggung jawab?
Materi sebelumnya: Pembagian Bilangan Pecahan.
Jawablah dengan BENAR atau SALAH!
CP: Murid memahami bilangan dan operasi hitung serta mampu menggunakan penalaran matematis untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran:
- Murid mampu mengidentifikasi bentuk dan nilai tempat bilangan desimal dengan tepat.
- Murid mampu menyelesaikan operasi hitung bilangan desimal dengan langkah yang benar.
- Murid mampu menyelesaikan soal cerita yang melibatkan bilangan desimal dalam kehidupan sehari-hari. MEANINGFUL
- Murid mampu memeriksa kembali hasil perhitungan secara teliti dan menyadari pentingnya fokus saat menghitung. MINDFUL
- Murid mampu mengikuti video, diskusi, dan latihan matematika dengan antusias dan percaya diri. JOYFUL
- Murid melakukan apersepsi melalui ayat Al-Qur’an dan menghubungkan keteraturan ciptaan Allah dengan pentingnya ketelitian dalam matematika. MINDFUL
- Murid mengerjakan review 5 soal benar/salah tentang pembagian pecahan.
- Murid menonton video pembelajaran tentang mengenal bilangan desimal. JOYFUL
- Murid mengamati contoh bilangan desimal dan mengidentifikasi nilai tempatnya.
- Murid mempelajari cara membandingkan dan melakukan operasi hitung bilangan desimal.
- Murid menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan uang, panjang, berat, volume, dan kegiatan sehari-hari. MEANINGFUL
- Murid mengerjakan soal HOTS dan latihan kebiasaan baik/tidak baik berdasarkan situasi sehari-hari.
- Murid mengerjakan asesmen formatif pilihan ganda dari tingkat mudah sampai sukar.
Model / Metode: Discovery Learning, Tanya Jawab, Demonstrasi, Diskusi, Problem Solving, Latihan Bertingkat, dan Refleksi.
Sebagai pembuka materi, simak video “Mengenal Bilangan Desimal – Matematika Kelas 6”. Video ini membahas pengenalan bilangan desimal sesuai materi kelas 6.
▶ Jika video tidak tampil, klik di sini untuk menonton di YouTube
1. Apa Itu Bilangan Desimal?
Bilangan desimal adalah bilangan yang menggunakan tanda koma (,) untuk memisahkan bagian bilangan bulat dan bagian pecahan.
Artinya, 3,75 terdiri atas 3 satuan dan 75 perseratus. Dalam penulisan desimal Indonesia digunakan koma, misalnya 2,5.
2. Nilai Tempat Bilangan Desimal
Perhatikan bilangan 24,375.
| Puluhan | Satuan | , | Persepuluhan | Perseratusan | Perseribuan |
|---|---|---|---|---|---|
| 2 | 4 | , | 3 | 7 | 5 |
Jadi:
- 2 bernilai 2 puluhan.
- 4 bernilai 4 satuan.
- 3 bernilai 3 persepuluhan = 0,3.
- 7 bernilai 7 perseratusan = 0,07.
- 5 bernilai 5 perseribuan = 0,005.
3. Mengubah Pecahan Menjadi Desimal
3/10 = 0,3
Contoh 2:
25/100 = 0,25
Contoh 3:
75/100 = 0,75
Perhatikan penyebut pecahan. Pecahan berpenyebut 10 menunjukkan persepuluhan, penyebut 100 menunjukkan perseratusan, dan penyebut 1.000 menunjukkan perseribuan.
4. Membandingkan Bilangan Desimal
Untuk membandingkan bilangan desimal, bandingkan dari bagian bilangan bulat, kemudian bagian setelah koma dari nilai tempat terbesar.
2,75 > 2,57
Mengapa? Bagian satuannya sama-sama 2. Pada angka persepuluhan, 7 lebih besar daripada 5.
Ingat: 2,5 = 2,50 = 2,500. Menambahkan angka nol di belakang desimal tidak mengubah nilainya.
5. Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Desimal
Kunci utama: sejajarkan tanda koma.
+ 3,75
──────
16,25
Untuk pengurangan juga sejajarkan tanda koma.
− 2,75
──────
5,65
6. Perkalian dan Pembagian dengan 10, 100, dan 1.000
Saat mengalikan bilangan desimal dengan 10, 100, atau 1.000, tanda koma bergeser ke kanan sebanyak jumlah nol.
2,35 × 100 = 235
2,35 × 1.000 = 2.350
Saat membagi dengan 10, 100, atau 1.000, tanda koma bergeser ke kiri sesuai jumlah nol.
45,6 ÷ 100 = 0,456
7. Menyelesaikan Soal Cerita Bilangan Desimal
Agar tidak salah, gunakan langkah berikut.
- Pahami cerita. Tentukan apa yang diketahui dan ditanyakan.
- Pilih operasi. Tentukan apakah harus menjumlahkan, mengurangkan, mengalikan, atau membagi.
- Hitung dengan teliti. Sejajarkan tanda koma jika melakukan penjumlahan atau pengurangan.
- Periksa kembali. Pastikan jawaban masuk akal dan satuannya benar.
Ibu membeli 1,5 kg jeruk dan 2,25 kg apel. Berapa kilogram seluruh buah yang dibeli Ibu?
Penyelesaian:
1,50 + 2,25 = 3,75 kg
Jadi, seluruh buah yang dibeli Ibu adalah 3,75 kg.
Situasi: Dita memiliki uang Rp50.000,00. Ia membeli buku seharga Rp18.500,00 dan alat tulis seharga Rp7.500,00. Dita mengatakan bahwa sisa uangnya adalah Rp25.000,00.
Pertanyaan:
- Apakah pernyataan Dita benar? Jelaskan alasanmu.
- Jika Dita ingin membeli penghapus seharga Rp3.500,00, apakah uangnya masih cukup?
- Bagaimana cara kamu memastikan bahwa jawabanmu benar?
Bacalah tiga pernyataan berikut. Tentukan apakah kebiasaan tersebut BAIK atau TIDAK BAIK, lalu berikan alasan berdasarkan ketelitian menggunakan bilangan desimal.
Raka mencatat uang tabungannya secara teratur, misalnya Rp12.500,00 setiap minggu, lalu menghitung jumlahnya kembali.
BAIK / TIDAK BAIK?Sinta melihat harga barang Rp12.500,00 tetapi membayar tanpa memeriksa jumlah uang kembaliannya karena merasa hitungannya pasti benar.
BAIK / TIDAK BAIK?Fajar mengukur panjang meja dengan teliti dan mencatat hasilnya 1,25 meter agar hasil pengukuran dapat digunakan dengan tepat.
BAIK / TIDAK BAIK?Pilihlah jawaban yang paling tepat. Soal disusun dari tingkat mudah → sedang → sukar.
1. Bilangan yang menunjukkan 7 persepuluhan adalah ...
A. 7,0
B. 0,7
C. 0,07
D. 7,7
2. Bentuk pecahan dari 0,25 adalah ...
A. 25/10
B. 2/5
C. 1/4
D. 25/1
3. Hasil dari 2,5 + 1,75 adalah ...
A. 4,25
B. 3,25
C. 4,15
D. 4,75
4. Hasil dari 5,6 − 2,85 adalah ...
A. 2,65
B. 3,75
C. 2,75
D. 2,85
5. Hasil dari 0,8 × 10 adalah ...
A. 0,08
B. 8
C. 80
D. 0,8
6. Hasil dari 36,0 ÷ 100 adalah ...
A. 3,6
B. 0,36
C. 36
D. 0,036
7. Ayah membeli 2,5 kg beras dan 1,75 kg gula. Jumlah seluruh belanjaan tersebut adalah ...
A. 3,25 kg
B. 4,15 kg
C. 4,25 kg
D. 4,75 kg
8. Panjang pita A adalah 3,75 meter. Pita tersebut dipotong sepanjang 1,5 meter. Panjang pita yang tersisa adalah ...
A. 2,25 m
B. 2,15 m
C. 1,25 m
D. 5,25 m
9. Lani mempunyai Rp50.000,00. Ia membeli buku seharga Rp18.500,00 dan pensil seharga Rp7.500,00. Sisa uang Lani adalah ...
A. Rp23.000,00
B. Rp24.000,00
C. Rp25.000,00
D. Rp26.000,00
10. Sebuah botol berisi 2,5 liter air. Air tersebut dibagikan sama banyak ke dalam 5 gelas. Banyak air pada setiap gelas adalah ...
A. 0,25 liter
B. 0,5 liter
C. 1 liter
D. 1,5 liter
1. B | 2. C | 3. A | 4. C | 5. B
6. B | 7. C | 8. A | 9. C | 10. B
Pembahasan singkat:
- 0,7 = 7 persepuluhan.
- 0,25 = 25/100 = 1/4.
- 2,50 + 1,75 = 4,25.
- 5,60 − 2,85 = 2,75.
- 0,8 × 10 = 8.
- 36,0 ÷ 100 = 0,36.
- 2,50 + 1,75 = 4,25 kg.
- 3,75 − 1,50 = 2,25 m.
- 50.000 − 18.500 − 7.500 = 24.000.
- 2,5 ÷ 5 = 0,5 liter.
๐ Kesimpulan Materi
Bilangan desimal digunakan untuk menyatakan bagian dari suatu bilangan secara lebih tepat. Kita perlu memahami nilai tempat seperti persepuluhan, perseratusan, dan perseribuan. Dalam operasi penjumlahan dan pengurangan, tanda koma harus disejajarkan. Bilangan desimal juga sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, misalnya ketika menghitung uang, mengukur panjang, menimbang berat, dan mengukur volume.
๐ช Refleksi Pembelajaran
Setelah belajar hari ini, coba jawab dalam hati atau tuliskan:
- Apa hal baru yang saya pahami tentang bilangan desimal?
- Bagian mana yang masih membuat saya bingung?
- Apakah saya sudah teliti ketika menempatkan tanda koma?
- Di mana saya dapat menggunakan bilangan desimal dalam kehidupan sehari-hari?
๐ Pesan Hari Ini
Teliti dalam menghitung, tenang dalam berpikir, dan senang dalam belajar. Matematika bukan hanya tentang mendapatkan jawaban, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang teliti, jujur, dan bertanggung jawab.
Alhamdulillah, hari ini kita belajar bahwa bilangan desimal ternyata sangat dekat dengan kehidupan kita. ๐ฑ๐ข
| 1. Nama Guru | : Asih Budi Ariyanti, S.Pd. |
| 2. Hari / Tanggal | : Kamis, 27 Agustus 2026 |
| 3. Fase / Kelas | : C / 6 (Al Khawarizmi) |
| 4. Mata Pelajaran | : IPAS |
| 5. Materi | : Gangguan pada Sistem Pernapasan Manusia |
| 6. Pertemuan Ke | : ke-5 (3 JP) |
๐ Apersepsi
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Apa kabar anak sholih dan sholihah hari ini? Semoga Allah selalu memberi kalian kesehatan dan semangat belajar. Sebelum kita mulai, coba anak-anak tarik napas panjang, lalu hembuskan perlahan... Rasakan bagaimana udara mengalir masuk dan keluar dengan mudahnya. Itu semua terjadi tanpa kita minta, tanpa kita bayar, dan tanpa kita sadari betapa besar nikmat itu.
َََْููููุข ุฅِุฐَุง ุจََูุบَุชِ ูฑْูุญُُْูููู َ
Artinya: "Maka mengapa ketika (nyawa) sampai di kerongkongan (saat sekarat)," (QS. Al-Waqi'ah: 83)
QS. Al-Waqi'ah [56]: 83
Ayat ini mengingatkan kita bahwa napas yang keluar-masuk melalui kerongkongan adalah salah satu nikmat terbesar dari Allah SWT. Ketika sistem pernapasan kita sehat, kita bisa bernapas dengan lega tanpa hambatan. Namun, ketika ada gangguan pada saluran pernapasan, satu tarikan napas saja bisa terasa begitu berat dan berharga.
Coba renungkan, anak-anak: jika hari ini kalian sedang flu berat sehingga hidung tersumbat dan sulit bernapas, apa yang kalian rasakan? Mengapa kita harus lebih bersyukur kepada Allah atas nikmat bernapas dengan lega, dan apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga sistem pernapasan kita tetap sehat?
๐ Pembukaan: Review Materi Sebelumnya
Sebelum masuk ke materi hari ini, yuk kita ingat kembali materi Mekanisme Pernapasan (Inhalasi dan Ekshalasi) pada pertemuan lalu. Jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut!
1. Saat inhalasi (menarik napas), otot diafragma berkontraksi dan bergerak turun. (.....)
2. Ekshalasi adalah proses menarik udara dari luar ke dalam paru-paru. (.....)
3. Pada saat inhalasi, rongga dada mengembang sehingga paru-paru mengembang dan udara masuk. (.....)
4. Karbon dioksida dikeluarkan dari tubuh pada saat proses inhalasi. (.....)
5. Diafragma akan kembali ke posisi semula (relaksasi) saat kita menghembuskan napas. (.....)
๐ฌ Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan
๐ Penjelasan Materi Meaningful
Sistem pernapasan manusia dapat mengalami berbagai gangguan akibat infeksi, alergi, polusi udara, atau kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan jarang membersihkan lingkungan. Berikut beberapa gangguan yang sering terjadi:
| Gangguan | Penyebab | Ciri-ciri / Gejala |
|---|---|---|
| ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) | Virus atau bakteri | Batuk, pilek, demam, tenggorokan gatal |
| Asma | Penyempitan saluran napas akibat alergi/debu/udara dingin | Sesak napas, dada terasa berat, napas berbunyi (mengi) |
| Bronkitis | Peradangan pada bronkus | Batuk berdahak, sesak napas ringan |
| Pneumonia (Radang Paru-paru) | Infeksi pada kantung udara paru-paru (alveolus) | Demam tinggi, batuk berdahak, sesak napas berat |
| Sinusitis | Peradangan pada rongga sinus | Hidung tersumbat, nyeri di area wajah/dahi |
๐ง Cara Menyelesaikan Soal Gangguan Sistem Pernapasan
Untuk menjawab soal tentang gangguan pernapasan, ikuti langkah berikut:
- Baca gejala atau ciri-ciri yang disebutkan dalam soal (misalnya: sesak napas, batuk berdahak, hidung tersumbat).
- Cocokkan gejala tersebut dengan tabel gangguan pernapasan di atas.
- Perhatikan penyebabnya (virus, alergi, debu, asap rokok, dll) untuk memastikan jawaban tepat.
- Pilih jawaban yang paling sesuai dengan gejala dan penyebab yang disebutkan.
HOTS Contoh Soal:
Rafi tinggal di dekat jalan raya yang berdebu. Setiap pagi ia sering bersin-bersin, hidungnya tersumbat, dan kadang merasa nyeri di sekitar dahi terutama saat menunduk. Dokter mengatakan Rafi mengalami peradangan pada rongga di sekitar hidungnya. Berdasarkan gejala tersebut, gangguan apa yang dialami Rafi, dan sebutkan dua kebiasaan yang bisa membantu mencegahnya!
(Petunjuk: hubungkan gejala "nyeri di dahi saat menunduk" dengan salah satu gangguan pada tabel di atas)
✅❌ Latihan: Kebiasaan Baik atau Tidak Baik Mindful
Berilah tanda centang (✔) pada kolom yang sesuai untuk setiap kebiasaan berikut!
| No | Pernyataan Kebiasaan | Baik | Tidak Baik |
|---|---|---|---|
| 1 | Menutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin | ||
| 2 | Bermain di ruangan penuh asap rokok tanpa masker | ||
| 3 | Membuka jendela kelas setiap pagi agar udara segar masuk |
๐ Penutup: Asesmen Formatif
Kerjakan soal pilihan ganda berikut dengan teliti. Tingkat kesukaran meningkat dari mudah ke sukar.
MUDAH 1. Gangguan pernapasan yang ditandai dengan batuk, pilek, dan demam akibat infeksi virus disebut ....
A. Asma B. ISPA C. Pneumonia D. Sinusitis
MUDAH 2. Organ pernapasan yang meradang pada penyakit sinusitis adalah ....
A. Paru-paru B. Bronkus C. Rongga sinus D. Trakea
MUDAH 3. Salah satu cara mencegah gangguan pernapasan adalah ....
A. Merokok di dalam rumah B. Menghirup asap kendaraan C. Menjaga kebersihan udara di sekitar rumah D. Membiarkan jendela tertutup rapat
SEDANG 4. Penyakit yang ditandai dengan penyempitan saluran napas akibat alergi debu atau udara dingin disebut ....
A. Bronkitis B. Asma C. TBC D. Flu
SEDANG 5. Bagian yang meradang pada penderita bronkitis adalah ....
A. Alveolus B. Bronkus C. Rongga sinus D. Diafragma
SEDANG 6. Seorang anak mengalami demam tinggi, batuk berdahak, dan sesak napas berat. Setelah diperiksa, dokter menyatakan terjadi infeksi pada kantung udara paru-parunya. Anak tersebut kemungkinan mengalami ....
A. Sinusitis B. Asma C. Pneumonia D. Flu biasa
SUKAR 7. Fajar tinggal di rumah yang dekat pabrik dan sering menghirup udara berdebu. Belakangan ini ia sering mengalami sesak napas disertai suara "ngik-ngik" saat bernapas, terutama di malam hari. Gangguan yang paling mungkin dialami Fajar adalah ....
A. ISPA B. Asma C. Sinusitis D. Radang tenggorokan
SUKAR 8. Berikut ini kebiasaan yang paling efektif mencegah gangguan pernapasan akibat polusi udara di lingkungan padat kendaraan adalah ....
A. Menggunakan masker dan menanam pohon di sekitar rumah B. Menutup semua ventilasi udara C. Berolahraga di pinggir jalan raya D. Membakar sampah di halaman rumah
SUKAR 9. Mengapa penderita pneumonia biasanya mengalami sesak napas yang lebih berat dibandingkan penderita ISPA biasa?
A. Karena pneumonia hanya menyerang hidung B. Karena infeksi pneumonia terjadi di alveolus tempat pertukaran oksigen C. Karena pneumonia tidak memengaruhi paru-paru D. Karena ISPA lebih berbahaya dari pneumonia
SUKAR 10. Andi memiliki kebiasaan bermain di ruangan ber-AC tanpa membuka jendela dan jarang membersihkan kamarnya sehingga banyak debu menumpuk. Ia mulai sering bersin, hidung tersumbat, dan sesekali sesak napas. Berdasarkan cerita tersebut, gangguan pernapasan yang paling mungkin dialami Andi berkaitan dengan ....
A. Infeksi virus dari air minum B. Alergi debu yang memicu gejala mirip asma/sinusitis C. Kekurangan cahaya matahari D. Kelebihan aktivitas fisik
๐ฏ Kesimpulan
1. Kesimpulan Materi: Sistem pernapasan manusia dapat mengalami berbagai gangguan seperti ISPA, asma, bronkitis, pneumonia, dan sinusitis. Setiap gangguan memiliki penyebab dan gejala yang berbeda, sehingga penting bagi kita untuk mengenali ciri-cirinya agar dapat mencegah dan mengatasinya dengan tepat, sekaligus semakin bersyukur atas nikmat bernapas dengan lega yang Allah berikan.
2. Refleksi Pembelajaran:
- Kendala: ..........................................................................
- Tindak lanjut: ..........................................................................
- Jumlah siswa yang paham/belum paham: ................ / ................ siswa
๐ Kunci Jawaban (diisi/dipublikasikan setelah KBM selesai)
Review Materi Sebelumnya: 1) B 2) S 3) B 4) S 5) B
| No | Jawaban | Pembahasan Singkat |
|---|---|---|
| 1 | B | Gejala batuk, pilek, demam akibat virus adalah ciri khas ISPA. |
| 2 | C | Rongga sinus yang meradang menyebabkan sinusitis. |
| 3 | C | Menjaga kebersihan udara mencegah gangguan pernapasan. |
| 4 | B | Asma disebabkan penyempitan saluran napas akibat alergi. |
| 5 | B | Bronkitis adalah peradangan pada bronkus. |
| 6 | C | Infeksi pada alveolus (kantung udara paru-paru) adalah pneumonia. |
| 7 | B | Sesak napas dengan suara mengi akibat debu adalah ciri asma. |
| 8 | A | Masker dan penghijauan efektif menyaring polusi udara. |
| 9 | B | Alveolus adalah tempat pertukaran oksigen, sehingga infeksinya membuat sesak napas lebih berat. |
| 10 | B | Debu yang menumpuk memicu reaksi alergi berupa bersin dan hidung tersumbat. |


No comments:
Post a Comment
see you