Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Hallo Anak Sholeh dan Sholehah kelas 6 Al Khawarizmi๐๐๐
Apa Kabarnya hari ini ? Semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT ya. Aamiin.
| 1. Nama Guru | : Asih Budi Ariyanti, S.Pd., Gr. |
| 2. Hari / Tanggal | : Selasa, 1 September 2026 |
| 3. Fase / Kelas | : C / 6 (Al Khawarizmi) |
| 4. Mata Pelajaran | : Pendidikan Pancasila |
| 5. Materi | : Mengamalkan Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa |
| 6. Pertemuan Ke | : ke-1 (2 JP) |
| 7. Tujuan Pembelajaran | : Mengidentifikasi pengamalan Pancasila sebagai pemersatu bangsa |
Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini kalian sehat, bahagia, dan bersemangat untuk belajar. Sudahkah kalian bersyukur pagi ini atas nikmat yang Allah berikan? Coba lihat sekeliling kelas kita — ada teman dari berbagai daerah, suku, dan mungkin kebiasaan yang berbeda, tetapi kita semua duduk bersama dengan damai. Itulah salah satu nikmat besar dari Allah SWT, yaitu nikmat persatuan.
(QS. Ali 'Imran: 103)
Pertanyaan Perenungan:
Coba pikirkan, apa yang akan terjadi pada bangsa kita jika setiap suku dan daerah tidak mau bersatu dan saling menghargai perbedaan? Bagaimana caramu sebagai pelajar mensyukuri nikmat persatuan yang Allah berikan melalui sikap sehari-harimu di sekolah dan di rumah?
Sebelum masuk ke materi baru, yuk kita ingat kembali pelajaran tentang Nilai-Nilai Pancasila. Jawablah Benar (B) atau Salah (S)!
Ayo simak video pembelajaran berikut ini bersama-sama dengan semangat dan rasa ingin tahu! ๐ฅ
๐ Penjelasan Materi Meaningful
Pancasila disebut sebagai pemersatu bangsa karena nilai-nilainya mampu merangkul seluruh keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang ada di Indonesia menjadi satu kesatuan yang utuh. Untuk mengamalkan Pancasila sebagai pemersatu bangsa, kita perlu mengidentifikasi contoh sikap dalam kehidupan sehari-hari, dengan langkah berikut:
- Amati perilaku di sekitarmu (di rumah, sekolah, atau lingkungan).
- Kenali nilai Pancasila yang terkandung dalam perilaku tersebut (misalnya toleransi, gotong royong, musyawarah).
- Hubungkan perilaku itu dengan sila keberapa dalam Pancasila.
- Simpulkan bagaimana perilaku itu membantu mempersatukan bangsa.
Contoh: Ketika kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah bersama teman yang berbeda suku, itu adalah pengamalan sila ketiga karena mempererat persatuan tanpa memandang perbedaan asal daerah.
Made berasal dari Bali beragama Hindu, sedangkan Fatimah berasal dari Aceh beragama Islam. Keduanya adalah sahabat karib di kelas 6 dan saling membantu ketika belajar kelompok. Suatu hari ada teman lain yang mengejek karena perbedaan mereka. Made dan Fatimah tetap memilih untuk saling menghargai dan bersahabat.
Pertanyaan: Analisislah, mengapa sikap Made dan Fatimah dapat disebut sebagai wujud pengamalan Pancasila sebagai pemersatu bangsa? Apa yang akan terjadi pada persatuan bangsa jika sikap seperti mereka tidak ada?
✏️ Latihan: Benar atau Tidak Kebiasaan Ini? Mindful
Amati tiga kebiasaan berikut, lalu tentukan apakah termasuk sikap yang mencerminkan atau tidak mencerminkan pengamalan Pancasila sebagai pemersatu bangsa!
Kerjakan soal pilihan ganda berikut dengan teliti dan penuh percaya diri! ๐ช
A. Ketuhanan Yang Maha Esa
B. Persatuan Indonesia
C. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
D. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
A. Tut Wuri Handayani
B. Bhinneka Tunggal Ika
C. Rawe-Rawe Rantas
D. Ing Ngarso Sung Tulodo
A. Hanya berteman dengan yang satu suku
B. Menghargai teman yang berbeda agama
C. Mengejek logat bahasa daerah teman
D. Memilih-milih teman sekelompok berdasarkan suku
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
A. Memaksakan pendapat sendiri
B. Marah dan meninggalkan diskusi
C. Mendengarkan dan mencari kesepakatan bersama
D. Mengabaikan pendapat teman
A. Membuat semua orang menjadi sama persis
B. Menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman
C. Menghilangkan budaya daerah
D. Membatasi pergaulan antarsuku
A. Bekerja sama saat piket
B. Saling membantu belajar
C. Menghargai pendapat teman
D. Membentuk kelompok pertemanan eksklusif berdasarkan suku
A. Acuh terhadap keberagaman budaya
B. Melestarikan dan menghormati budaya daerah lain
C. Menganggap budaya sendiri paling unggul
D. Menjauhi teman yang berbeda daerah
A. Karena keberagaman membuat masyarakat mudah bertengkar
B. Karena keberagaman yang dikelola dengan toleransi menciptakan kekayaan dan kekuatan bersama
C. Karena keberagaman seharusnya dihilangkan agar seragam
D. Karena keberagaman tidak ada hubungannya dengan persatuan
A. Ikut menjauhi teman tersebut
B. Diam saja karena bukan urusannya
C. Mengajak teman lain untuk menerima dan berteman dengannya
D. Melaporkan tanpa mau membantu
1. B 2. B 3. B 4. C 5. C 6. B 7. D 8. B 9. B 10. C
๐ Kesimpulan / Refleksi
Kesimpulan Materi: Pancasila merupakan pemersatu bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai luhur untuk menjaga keberagaman suku, agama, ras, dan budaya agar tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengamalkannya dapat dimulai dari sikap sederhana di lingkungan sekolah dan rumah.
Refleksi Pembelajaran:
- Kendala: ..........................................
- Tindak lanjut: ..........................................
- Jumlah siswa yang paham / belum paham: ..........................................
| 1. Nama Guru | : Asih Budi Ariyanti, S.Pd., Gr. |
| 2. Hari / Tanggal | : Selasa, 1 September 2026 |
| 3. Fase / Kelas | : C / 6 (Al Khawarizmi) |
| 4. Mata Pelajaran | : Bahasa Indonesia |
| 5. Materi | : Mengidentifikasi Contoh Cerita Rakyat (Mite, Legenda, dll.) |
| 6. Pertemuan Ke | : ke-1(2 JP) |
| 7. Tujuan Pembelajaran | : Murid dapat mengidentifikasi contoh cerita rakyat (mite, legenda, dan jenis lainnya) |
Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini kalian sehat, bahagia, dan bersemangat untuk belajar. Sejak dahulu, manusia senang menyampaikan kisah dan pesan dari satu generasi ke generasi berikutnya secara turun-temurun, salah satunya melalui cerita rakyat. Ini adalah bentuk nikmat akal dan bahasa yang Allah anugerahkan kepada kita, sehingga kita bisa berkisah, mengambil pelajaran, dan mewariskan nilai-nilai kebaikan.
(QS. Yusuf: 111)
Pertanyaan Perenungan:
Pernahkah kamu mendengar cerita rakyat dari orang tua atau kakek-nenekmu? Menurutmu, mengapa cerita-cerita itu masih terus diceritakan turun-temurun hingga sekarang? Pelajaran apa yang bisa kita syukuri dan ambil dari kebiasaan mendongeng tersebut?
Sebelum masuk ke materi baru, yuk kita ingat kembali pelajaran tentang Teks Narasi dan Unsur Cerita. Jawablah Benar (B) atau Salah (S)!
Ayo simak video pembelajaran berikut ini bersama-sama dengan semangat dan rasa ingin tahu! ๐ฅ
๐ Penjelasan Materi Meaningful
Cerita rakyat adalah kisah yang berkembang dan diwariskan secara turun-temurun di tengah masyarakat, biasanya secara lisan sebelum akhirnya dituliskan. Untuk mengidentifikasi jenis cerita rakyat, murid dapat mengenali ciri-cirinya sebagai berikut:
Langkah mengidentifikasi jenis cerita rakyat: (1) baca atau simak cerita secara utuh, (2) amati tokoh utamanya (manusia, hewan, atau makhluk gaib), (3) perhatikan apakah cerita dikaitkan dengan asal-usul suatu tempat atau tidak, (4) simpulkan jenis cerita rakyatnya berdasarkan ciri-ciri di atas.
Cerita "Danau Toba" mengisahkan seorang pemuda yang menikahi seekor ikan yang berubah menjadi wanita, dengan syarat ia tidak boleh membongkar rahasia asal-usul istrinya. Ketika janji itu dilanggar, terjadilah banjir besar yang membentuk sebuah danau yang kini dikenal sebagai Danau Toba.
Pertanyaan: Berdasarkan ciri-cirinya, termasuk jenis cerita rakyat apakah "Danau Toba" tersebut? Jelaskan alasanmu dengan menyebutkan minimal dua ciri yang mendukung jawabanmu!
✏️ Latihan: Benar atau Tidak Kebiasaan Ini? Mindful
Amati tiga pernyataan berikut, lalu tentukan apakah pernyataan tersebut benar atau salah berkaitan dengan jenis cerita rakyat!
Kerjakan soal pilihan ganda berikut dengan teliti dan penuh percaya diri! ๐ช
A. Fabel
B. Mite
C. Legenda
D. Dongeng
A. Mite
B. Legenda
C. Fabel
D. Cerita jenaka
A. Dewa dan dewi
B. Raja dan ratu
C. Hewan yang bisa berbicara
D. Makhluk gaib
A. Mite
B. Fabel
C. Legenda
D. Cerita jenaka
A. Mite
B. Legenda
C. Fabel
D. Mitos
A. Tokohnya selalu hewan
B. Berhubungan dengan dewa atau kejadian gaib yang dipercaya nyata
C. Selalu menjelaskan asal-usul tempat
D. Hanya berisi humor
A. Mite
B. Legenda
C. Fabel
D. Berita harian
A. Tertulis sejak awal
B. Lisan secara turun-temurun
C. Melalui internet
D. Hanya dalam buku pelajaran
A. Fabel, karena ada unsur alam
B. Legenda, karena menjelaskan asal-usul suatu tempat
C. Mite, karena tokohnya manusia
D. Dongeng, karena ada pesan moral
A. Menghafal semua judul cerita rakyat Indonesia
B. Mengenal budaya bangsa dan mengambil pesan moral di dalamnya
C. Menggantikan pelajaran sejarah
D. Tidak memiliki manfaat khusus
1. B 2. B 3. C 4. C 5. C 6. B 7. D 8. B 9. B 10. B
๐ Kesimpulan / Refleksi
Kesimpulan Materi: Cerita rakyat merupakan warisan budaya bangsa yang terdiri atas beberapa jenis, yaitu mite, legenda, fabel, dan dongeng, yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Mengidentifikasi jenis cerita rakyat membantu murid mengenal kekayaan budaya sekaligus mengambil pesan moral di dalamnya.
Refleksi Pembelajaran:
- Kendala: ..........................................
- Tindak lanjut: ..........................................
- Jumlah siswa yang paham / belum paham: ..........................................
Catatan:


No comments:
Post a Comment
see you