Tuesday, September 15, 2026

Materi Kelas 6 Kurikulum Merdeka

  Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

Hallo Anak Sholeh dan Sholehah kelas 6 Al Khawarizmi๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Apa Kabarnya hari ini ? Semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT ya. Aamiin.

IDENTITAS

Identitas Pembelajaran

Nama Guru
Asih Budi Ariyanti, S.Pd., Gr.
Hari / Tanggal
Selasa, 15 September 2026
Fase / Kelas
Fase C / Kelas 6 Al Khawarizmi
Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
Materi
Menganalisis Cerita Rakyat (Fabel, Sage, Legenda, dll.) dan Unsur Intrinsiknya
Pertemuan Ke4, 2JP

Apersepsi

Salam dan renungan pembuka

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah hari ini? Semoga kalian semua sehat, bahagia, dan bersemangat mengikuti pelajaran. Sudahkah kalian melaksanakan salat subuh pagi ini? Jangan lupa selalu menjaga salat lima waktu, ya.

QS. Yusuf (12) : Ayat 3

Allah berfirman bahwa Dia menurunkan Al-Qur'an sebagai sebaik-baik kisah bagi manusia, sebuah kisah penuh hikmah yang diturunkan lewat wahyu, agar dapat direnungkan oleh siapa saja yang membacanya dengan sungguh-sungguh.

— Kandungan QS. Yusuf ayat 3

Anak-anak, coba perhatikan. Allah Yang Maha Khaliq, Sang Pencipta segala sesuatu, memilih untuk menyampaikan banyak pelajaran hidup melalui kisah-kisah, bukan hanya melalui perintah langsung. Allah juga Maha Malik yang senantiasa menjaga kita, dan Maha Razaq yang memberi kita akal serta kemampuan untuk memahami cerita dan mengambil hikmahnya. Begitu pula cerita rakyat, fabel, legenda, dan sage yang diwariskan turun-temurun oleh nenek moyang kita — semuanya menyimpan pesan moral yang berharga. Bersyukurlah karena melalui sebuah cerita, kita bisa belajar banyak nilai kehidupan tanpa harus mengalaminya sendiri.

Menurut kalian, mengapa Allah dan juga nenek moyang kita lebih sering menyampaikan pesan-pesan kebaikan melalui kisah atau cerita, dibandingkan hanya lewat nasihat atau perintah langsung? Apa yang membuat sebuah cerita lebih mudah diingat dan dipahami?
Review Materi Sebelumnya
Unsur intrinsik dalam cerita — Benar / Salah

Sebelum masuk ke materi hari ini, ayo ingat kembali pelajaran kemarin. Tuliskan BENAR atau SALAH untuk setiap pernyataan berikut!

  1. Latar adalah keterangan waktu, tempat, dan suasana dalam sebuah cerita.
  2. Tokoh utama dalam cerita selalu digambarkan sebagai tokoh yang jahat.
  3. Alur adalah rangkaian peristiwa yang tersusun dari awal hingga akhir cerita.
  4. Amanat adalah nama pengarang yang menulis sebuah cerita.
  5. Watak seorang tokoh dapat diketahui dari sikap dan perkataannya dalam cerita.
Ayo Belajar Bersama
Video pembelajaran & penjelasan materi
๐ŸŽฌ Tonton video pembelajaran berikut sebelum lanjut membaca
Unsur Intrinsik Cerita | Bahasa Indonesia Kelas 6 Bab 1 Kurikulum Merdeka

A. Mengenal Ragam Cerita Rakyat

Cerita rakyat adalah cerita yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, diwariskan secara lisan turun-temurun, dan umumnya tidak diketahui siapa pengarangnya. Cerita rakyat memiliki beberapa jenis, yaitu:

JenisCiri KhasContoh
FabelTokohnya hewan yang bertingkah laku dan berbicara seperti manusia, sarat pesan moral.Kancil dan Buaya
LegendaMenceritakan asal-usul suatu tempat, benda, atau nama daerah.Danau Toba, Tangkuban Perahu
SageMengandung unsur sejarah atau kepahlawanan tokoh tertentu.Roro Jonggrang
MiteBerkaitan dengan dewa, makhluk gaib, atau kepercayaan masyarakat.Nyi Roro Kidul
Cerita JenakaCerita lucu yang menghibur, kadang menyindir secara halus.Si Kabayan

B. Unsur Intrinsik Cerita

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun sebuah cerita dari dalam. Ada enam unsur utama:

  • Tema — gagasan atau ide pokok yang mendasari seluruh cerita.
  • Tokoh & Penokohan — pelaku dalam cerita beserta sifat/wataknya, yang dapat diketahui dari perkataan, perbuatan, atau penjelasan langsung pengarang.
  • Latar — keterangan waktu, tempat, dan suasana peristiwa dalam cerita.
  • Alur — rangkaian peristiwa dari awal hingga akhir cerita.
  • Sudut pandang — posisi pengarang dalam menyampaikan cerita (sebagai pelaku atau pengamat).
  • Amanat — pesan moral yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca.

C. Contoh Cerita dan Cara Menganalisisnya

Kancil dan Kura-kura yang Sabar

Di tepi hutan, hiduplah seekor Kancil yang sombong karena larinya sangat cepat. Ia sering mengejek Kura-kura yang jalannya lambat. Suatu hari, Kancil menantang Kura-kura berlomba lari menyeberangi sungai yang sedang kering. Kura-kura menerima tantangan itu dengan tenang. Saat lomba dimulai, Kancil langsung melesat jauh meninggalkan Kura-kura. Karena merasa sudah pasti menang, Kancil berhenti untuk tidur siang di bawah pohon yang rindang. Sementara itu, Kura-kura terus berjalan tanpa henti, langkah demi langkah, meski pelan. Ketika Kancil terbangun, ia terkejut melihat Kura-kura hampir sampai di garis akhir. Kancil pun berlari sekuat tenaga, namun terlambat. Kura-kura sudah lebih dulu menang berkat kesabaran dan kegigihannya.

Sekarang, mari kita tentukan unsur intrinsiknya bersama-sama:

Tema
Kesombongan yang kalah oleh kesabaran dan kegigihan.
Tokoh
Kancil (sombong) dan Kura-kura (sabar, gigih).
Latar
Tepi hutan dan sungai kering, pada siang hari, dengan suasana penuh persaingan yang berakhir mengejutkan.
Alur
Maju — perkenalan tokoh, tantangan lomba, Kancil lengah, Kancil terbangun terlambat, Kura-kura menang.
Amanat
Jangan sombong dan meremehkan orang lain, karena kesabaran dan kegigihan bisa mengalahkan kelebihan yang disia-siakan.
SOAL HOTS — Ayo Berpikir Kritis!

Setelah membaca cerita "Kancil dan Kura-kura yang Sabar", menurutmu apakah sifat sombong Kancil di awal cerita benar-benar merugikannya? Bandingkan sikap Kancil dan Kura-kura dalam menghadapi perlombaan tersebut, lalu jelaskan mengapa kegigihan Kura-kura lebih berharga daripada kecepatan Kancil. Kaitkan jawabanmu dengan pengalaman sehari-hari yang pernah kamu alami atau lihat di sekitarmu.

D. Kebiasaan Baik atau Tidak Baik?

Tentukan apakah kebiasaan berikut ini baik atau tidak baik untuk dilakukan.

1. Andi selalu belajar dengan sungguh-sungguh walau hasilnya belum sempurna, seperti Kura-kura yang gigih.
2. Budi meremehkan temannya yang nilainya lebih rendah karena merasa dirinya paling pintar di kelas.
3. Sari berhenti berusaha karena merasa sudah pasti menang dalam lomba, sama seperti Kancil yang tertidur.
✦ ✦ ✦

Asesmen Formatif

10 soal pilihan ganda — mudah ke sukar
1.Mudah

Cerita rakyat yang tokohnya berupa hewan dan berperilaku seperti manusia disebut ....

  • A. Fabel
  • B. Legenda
  • C. Mite
  • D. Sage
2.Mudah

Cerita rakyat yang menceritakan asal-usul suatu tempat atau nama daerah disebut ....

  • A. Sage
  • B. Fabel
  • C. Legenda
  • D. Cerita jenaka
3.Mudah

Bagian cerita yang menjelaskan waktu, tempat, dan suasana disebut ....

  • A. Tema
  • B. Amanat
  • C. Alur
  • D. Latar
4.Sedang

Dalam cerita "Kancil dan Kura-kura yang Sabar", watak Kura-kura yang paling tepat adalah ....

  • A. Sombong dan malas
  • B. Licik dan curang
  • C. Sabar dan gigih
  • D. Pemarah dan ceroboh
5.Sedang

Pesan moral yang ingin disampaikan pengarang melalui sebuah cerita disebut ....

  • A. Alur
  • B. Tema
  • C. Latar
  • D. Amanat
6.Sedang

Cerita rakyat yang mengandung unsur sejarah atau kepahlawanan disebut ....

  • A. Mite
  • B. Sage
  • C. Fabel
  • D. Legenda
7.Sedang

Rangkaian peristiwa dari awal hingga akhir sebuah cerita disebut ....

  • A. Alur
  • B. Tokoh
  • C. Tema
  • D. Sudut pandang
8.Sukar

Perhatikan kembali cerita "Kancil dan Kura-kura yang Sabar". Mengapa Kancil akhirnya kalah dalam perlombaan?

  • A. Karena Kura-kura bermain curang
  • B. Karena jarak lomba terlalu jauh
  • C. Karena Kancil sombong dan lengah
  • D. Karena Kancil tiba-tiba sakit
9.Sukar

Amanat yang paling tepat dari cerita "Kancil dan Kura-kura yang Sabar" adalah ....

  • A. Kecepatan selalu menjamin kemenangan
  • B. Jangan sombong dan meremehkan orang lain, karena kesabaran bisa mengalahkan kelebihan yang disia-siakan
  • C. Kesombongan dapat mengalahkan kegigihan
  • D. Kura-kura selalu lebih hebat daripada Kancil
10.Sukar

Sebuah cerita berjudul "Asal-usul Gunung Tangkuban Perahu" menceritakan bagaimana sebuah gunung terbentuk akibat kemarahan Sangkuriang. Berdasarkan cirinya, cerita ini termasuk jenis ....

  • A. Fabel
  • B. Legenda
  • C. Sage
  • D. Mite

Kunci Jawaban

No 1A
No 2C
No 3D
No 4C
No 5D
No 6B
No 7A
No 8C
No 9B
No 10B
✦ ✦ ✦

Kesimpulan & Refleksi

Kesimpulan Materi

Cerita rakyat memiliki beragam jenis — fabel, legenda, sage, mite, dan cerita jenaka — yang masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri. Untuk memahami sebuah cerita secara mendalam, kita perlu mengenali unsur intrinsiknya, yaitu tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, sudut pandang, dan amanat. Melalui unsur-unsur ini, kita bisa menggali pesan moral yang tersembunyi di balik sebuah cerita, sama seperti nenek moyang kita yang mewariskan nilai-nilai kehidupan melalui kisah-kisah turun-temurun.

Kendala pembelajaran: 
Tindak lanjut: 
Jumlah siswa paham / belum paham:

NORMA-NORMA DALAM MASYARAKAT

Pendidikan Pancasila • Fase C / Kelas 6

"Menaati aturan, mewujudkan kehidupan yang tertib dan damai"

๐Ÿ“Œ IDENTITAS PEMBELAJARAN

1. Nama Guru: Asih Budi Ariyanti, S.Pd., Gr.
2. Hari / Tanggal: Selasa, 15 September 2026
3. Fase / Kelas: C / VI (Enam)
4. Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
5. Materi: Norma-Norma dalam Masyarakat
6. Pertemuan Ke: ke- 3 (2 JP)

๐Ÿ•Š️ Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini Ananda semua sehat, bahagia, dan siap belajar dengan hati yang gembira. Sebelum kita mulai, mari kita sama-sama mengingat kembali betapa besar kasih sayang Allah kepada kita.

Allah adalah Al-Malik, Yang Maha Memelihara dan Mengatur seluruh alam semesta ini. Coba Ananda perhatikan, matahari terbit dan terbenam pada waktunya, bumi berputar dengan teratur, musim berganti dengan rapi — semua berjalan sesuai aturan yang Allah tetapkan (sunnatullah). Karena aturan itulah, kehidupan di alam semesta menjadi tertib dan tidak berantakan.

Begitu juga dalam kehidupan bermasyarakat, Allah menciptakan manusia dengan suku, budaya, dan kebiasaan yang berbeda-beda, namun tetap harus hidup rukun dan saling menghargai melalui aturan-aturan yang disebut norma.

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุฅِู†َّุง ุฎَู„َู‚ْู†َุงูƒُู… ู…ِّู† ุฐَูƒَุฑٍ ูˆَุฃُู†ุซَู‰ٰ ูˆَุฌَุนَู„ْู†َุงูƒُู…ْ ุดُุนُูˆุจًุง ูˆَู‚َุจَุงุฆِู„َ ู„ِุชَุนَุงุฑَูُูˆุง ۚ ุฅِู†َّ ุฃَูƒْุฑَู…َูƒُู…ْ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَุชْู‚َุงูƒُู…ْ
Maknanya: Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal dan menghargai satu sama lain, dan yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.
QS. Al-Hujurat (49) : 13

Ayat ini mengajarkan bahwa keberagaman itu adalah nikmat yang harus disyukuri, namun keberagaman itu perlu diatur dengan norma agar tidak menimbulkan perpecahan, melainkan menciptakan sikap saling mengenal, menghormati, dan hidup berdampingan dengan damai.

๐Ÿ’ญ Pertanyaan Perenungan: Jika di sekitar kita tidak ada norma atau aturan sama sekali, apa yang akan terjadi pada kehidupan bermasyarakat kita? Mengapa mematuhi norma juga termasuk salah satu cara kita bersyukur kepada Allah atas keteraturan yang Ia ciptakan?
☘️ ☘️ ☘️

๐Ÿ” Review Materi SebelumnyaPenerapan Nilai-Nilai Pancasila

Sebelum masuk ke materi baru, yuk kita ingat kembali materi pertemuan sebelumnya dengan menjawab BENAR atau SALAH pada pernyataan berikut!

  1. Menghormati teman yang berbeda suku dan agama adalah penerapan nilai Pancasila sila kedua. (Benar/Salah)
  2. Bermusyawarah untuk memilih ketua kelas bukan merupakan pengamalan nilai Pancasila. (Benar/Salah)
  3. Rajin membantu orang tua di rumah adalah salah satu bentuk penerapan nilai gotong royong dalam Pancasila. (Benar/Salah)
  4. Nilai Pancasila hanya perlu diterapkan di sekolah saja, tidak perlu di rumah. (Benar/Salah)
  5. Berdoa sebelum belajar merupakan penerapan nilai Pancasila sila pertama. (Benar/Salah)
☘️ ☘️ ☘️

๐ŸŽฅ Video PembelajaranJoyful

๐ŸŽฌ Klik tautan berikut untuk menonton video pembelajaran:
๐Ÿ“บ Tonton Video: "Norma-Norma dalam Masyarakat"

๐Ÿ“– Penjelasan Materi Meaningful

Pernahkah Ananda mendengar kata norma? Norma adalah aturan atau ketentuan yang berlaku dan mengikat warga suatu kelompok atau masyarakat, yang dibuat agar kehidupan bersama menjadi tertib, aman, dan harmonis. Setiap warga masyarakat wajib memahami dan mematuhi norma yang berlaku di lingkungannya.

Berdasarkan sumber dan tingkat sanksinya, norma dalam masyarakat dibedakan menjadi empat jenis:

1. Norma Agama — aturan yang bersumber dari ajaran agama/kitab suci. Contoh: melaksanakan shalat, berdoa sebelum makan, tidak berbohong.
2. Norma Kesusilaan — aturan yang bersumber dari hati nurani manusia tentang baik dan buruk. Contoh: bersikap jujur, tidak menyakiti perasaan teman.
3. Norma Kesopanan — aturan tentang tata krama dalam kehidupan sehari-hari. Contoh: mengucapkan salam, menghormati orang yang lebih tua, mengetuk pintu sebelum masuk ruangan.
4. Norma Hukum — aturan resmi yang dibuat oleh negara dan bersifat memaksa. Contoh: mematuhi tata tertib sekolah, menaati aturan lalu lintas.

๐Ÿง  Soal HOTS HOTS

Ketika Ananda melihat seorang teman menyontek saat ulangan, teman lain memilih diam karena takut dimusuhi, sedangkan seorang teman lainnya menegur dengan sopan agar temannya berhenti menyontek. Menurut Ananda, sikap siapa yang paling sesuai dengan penerapan norma kesusilaan dan norma kesopanan sekaligus? Jelaskan alasannya dengan menyebutkan akibat jika perilaku menyontek itu dibiarkan terus-menerus di dalam kelas!

✅ Cermati Kebiasaan Berikut Mindful

Tentukan apakah pernyataan di bawah ini termasuk kebiasaan BAIK atau TIDAK BAIK dalam menerapkan norma di lingkungan sekitar!

  1. Andi selalu mengantre dengan rapi saat membeli jajan di kantin sekolah, meskipun ia sedang terburu-buru.
  2. Sinta berbicara dengan suara keras dan memotong pembicaraan gurunya saat guru sedang menjelaskan pelajaran.
  3. Budi meminjam penghapus milik temannya tanpa izin, lalu mengembalikannya tanpa berkata apa-apa.
☘️ ☘️ ☘️

๐Ÿ“ Asesmen Formatif

Kerjakan soal pilihan ganda berikut dengan memilih jawaban A, B, C, atau D yang paling tepat!

  1. Aturan yang berlaku dan mengikat warga suatu kelompok masyarakat disebut ....
    A. Adat   B. Norma   C. Undang-undang   D. Kebiasaan
  2. Norma yang bersumber dari ajaran agama disebut norma ....
    A. Kesopanan   B. Hukum   C. Agama   D. Kesusilaan
  3. Berikut yang termasuk contoh norma kesopanan adalah ....
    A. Shalat lima waktu   B. Membayar pajak   C. Mengucapkan salam saat bertemu guru   D. Tidak mencuri
  4. Norma yang dibuat secara resmi oleh negara dan memiliki sanksi tegas adalah norma ....
    A. Kesusilaan   B. Agama   C. Kesopanan   D. Hukum
  5. Tujuan utama diciptakannya norma dalam kehidupan bermasyarakat adalah ....
    A. Membatasi kebebasan setiap orang   B. Menciptakan ketertiban dan keharmonisan hidup bersama   C. Memberi keuntungan bagi sebagian orang   D. Menambah aturan yang memberatkan
  6. Ketika seorang pengendara berhenti saat lampu merah menyala meskipun tidak ada polisi, ia sedang menerapkan norma ....
    A. Hukum   B. Agama   C. Kesusilaan   D. Adat
  7. Andi mengembalikan uang kembalian lebih dari kasir meskipun kasir tidak menyadarinya. Sikap Andi mencerminkan penerapan norma ....
    A. Hukum   B. Kesusilaan   C. Kesopanan   D. Agama
  8. Jika di suatu lingkungan masyarakat tidak ada satu pun norma yang diterapkan, dampak yang paling mungkin terjadi adalah ....
    A. Masyarakat menjadi lebih bebas dan sejahtera   B. Kehidupan tetap berjalan normal seperti biasa   C. Terjadi kekacauan dan hilangnya rasa aman dalam masyarakat   D. Norma lain akan otomatis muncul menggantikannya
  9. Seorang siswa selalu jujur mengerjakan ulangan sendiri walaupun tidak diawasi guru, dan ia juga selalu berkata sopan kepada siapa pun. Siswa tersebut telah menerapkan norma ... secara bersamaan.
    A. Hukum dan Agama   B. Kesusilaan dan Kesopanan   C. Adat dan Hukum   D. Agama dan Adat
  10. Di sebuah desa, warga yang melanggar norma hukum akan diproses oleh aparat, sedangkan warga yang melanggar norma kesopanan hanya akan mendapat ... dari masyarakat sekitar.
    A. Hukuman penjara   B. Denda resmi   C. Celaan atau cap tidak sopan   D. Tidak ada dampak sama sekali

๐Ÿ”‘ Kunci Jawaban Asesmen Formatif

*Kunci jawaban ini akan dipublikasikan ulang / dibuka setelah kegiatan belajar mengajar selesai.

1. B
2. C
3. C
4. D
5. B
6. A
7. B
8. C
9. B
10. C
☘️ ☘️ ☘️

๐ŸŒฑ Kesimpulan & Refleksi

1. Kesimpulan Materi: Norma adalah aturan yang mengikat warga masyarakat agar kehidupan bersama berjalan tertib dan harmonis. Terdapat empat jenis norma, yaitu norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, dan norma hukum. Setiap warga masyarakat wajib memahami dan mematuhi norma tersebut sebagai bentuk rasa syukur atas keteraturan yang Allah ciptakan dalam kehidupan.

2. Refleksi Pembelajaran:

  • Kendala : .......................................................
  • Tindak lanjut : .......................................................
  • Jumlah siswa yang paham / belum paham : .......................................................

catatan: 


No comments:

Post a Comment

see you