Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Hallo Anak Sholeh dan Sholehah kelas 6 Al Khawarizmi๐๐๐
Apa Kabarnya hari ini ? Semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT ya. Aamiin.
๐ชช Identitas
| 1. Nama Guru | : | Asih Budi Ariyanti, S.Pd. Gr |
| 2. Hari / Tanggal | : | Senin, 2 November 2026 |
| 3. Fase / Kelas | : | C / 6 Al Khawarizmi |
| 4. Mata Pelajaran | : | Bahasa Indonesia |
| 5. Materi | : | Membedakan Kalimat Fakta dan Opini serta Menyampaikannya dengan Santun |
| 6. Pertemuan Ke | : | 1 , 2 JP |
Apersepsi
๐ฟ Salam, Sapa, dan Renungan Bersama Al-Qur'an
MindfulBismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb. Apa kabar anak sholih/ah hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu untuk belajar. Sudahkah kalian melaksanakan shalat subuh hari ini? Hari ini kita akan menjadi "detektif informasi" yang pandai memilah mana kabar yang benar dan mana yang hanya pendapat.
- Menurutmu, mengapa pendengaran, penglihatan, dan hati kita akan dimintai pertanggungjawaban?
- Pernahkah kamu mendengar sebuah kabar yang ternyata tidak benar? Apa yang kamu rasakan?
- Bagaimana caramu mensyukuri pendengaran, penglihatan, dan akal dengan menggunakannya untuk mencari kebenaran?
Capaian Pembelajaran (CP)
Murid mampu memahami dan mengidentifikasi informasi berupa fakta dan opini dalam teks, serta bersikap kritis dan santun dalam menyampaikan pendapat.
Tujuan Pembelajaran (TP)
- Melalui penjelasan dan contoh, murid mampu membedakan kalimat fakta, kalimat opini, dan kalimat campuran dengan tepat. (Meaningful)
- Melalui latihan, murid mampu menyebutkan cara membuktikan fakta dan kata penanda opini, serta menyampaikan opini disertai alasan. (Meaningful)
- Melalui kegiatan merenungkan ayat tentang berhati-hati terhadap sesuatu yang tidak diketahui, murid mampu menunjukkan sikap teliti dan tidak mudah menyebarkan kabar. (Mindful)
- Melalui video dan permainan "Kartu Hijau–Merah", murid mampu menunjukkan semangat dan kegembiraan dalam belajar. (Joyful)
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Murid menyimak apersepsi dan merenungkan ayat tentang tidak mengikuti sesuatu yang tidak diketahui.
- Murid mengerjakan kuis benar/salah untuk mengingat kembali materi majas.
- Murid menonton video pembelajaran tentang fakta dan opini.
- Murid mempelajari pengertian, ciri, kata penanda, cara membuktikan fakta, dan kalimat campuran.
- Murid bermain "Kartu Hijau–Merah" dan mengerjakan soal HOTS.
- Murid merefleksikan kebiasaan menyikapi informasi dan mengerjakan asesmen formatif.
Model / Metode
Discovery Learning, Tanya Jawab, Games ("Kartu Hijau–Merah"), Diskusi Kelompok, dan Penugasan.
Penjabaran Materi
✅❌ Kuis Benar / Salah — Majas (Review Materi Sebelumnya)
MeaningfulLihat Kunci Jawaban
๐ฌ Video Pembelajaran
JoyfulYuk, tonton video pembelajaran tentang Fakta dan Opini sebelum membaca penjelasannya!
▶ Cari Video di YouTube*Guru dapat memilih dan menautkan video yang paling sesuai dari hasil pencarian di atas sebelum diunggah ke Blogger.
๐ Penjelasan Materi Lengkap
Meaningful๐ A. Apa itu Fakta dan Opini?
Perbandingan lengkap:
| Aspek | Fakta | Opini |
|---|---|---|
| Dasar | Data, bukti, kejadian nyata | Perasaan, penilaian, pandangan pribadi |
| Dapat dibuktikan? | Ya (dilihat, diukur, dihitung, dicek sumbernya) | Tidak |
| Sifat | Objektif (sama bagi semua orang) | Subjektif (bisa berbeda-beda) |
| Isi | Angka, tanggal, nama, tempat, hasil pengukuran | Kata penilaian: indah, enak, bagus, menyenangkan |
| Contoh | Suhu udara di kelas 30°C. | Kelas ini panas sekali. |
๐ท️ B. Kata Penanda Fakta dan Opini
| Penanda Fakta | Penanda Opini |
|---|---|
| pada tanggal …, pada tahun …, sebanyak …, terletak di …, berdasarkan data …, menurut hasil pengukuran … | menurut saya, menurutku, sepertinya, mungkin, kurasa, sebaiknya, seharusnya, menurutku paling … |
| Berisi angka, nama tempat, nama orang, dan waktu yang jelas | Berisi kata penilaian: indah, cantik, lezat, seru, membosankan, menyenangkan, sangat bagus |
Catatan: tidak semua opini memakai kata "menurut saya". Jika kalimat berisi penilaian pribadi (misalnya "sangat indah"), kalimat itu tetap opini.
๐งช C. Cara Membuktikan Sebuah Fakta
Uji Bukti: Lihat → Ukur/Hitung → Cek Sumber Terpercaya- Lihat/amati langsung: "Ada 12 meja di kelas" → hitung mejanya.
- Ukur atau hitung: "Panjang papan tulis 2 meter" → ukur dengan meteran.
- Cek sumber terpercaya: buku pelajaran, kamus, atlas, berita resmi, atau penjelasan ahli/guru.
๐ฌ D. Menyampaikan Opini dengan Baik
Opini boleh disampaikan, tetapi sebaiknya disertai alasan dan disampaikan dengan sopan.
๐งฉ E. Kalimat Campuran (Fakta + Opini)
Satu kalimat dapat memuat fakta dan opini sekaligus. Pisahkan bagian yang dapat dibuktikan dengan bagian yang berupa penilaian.
Cara Menyelesaikan Soal Fakta dan Opini (langkah demi langkah):
- Ada angka, tanggal, nama tempat/orang yang jelas? Kemungkinan besar fakta.
- Ada kata "menurut saya", "sebaiknya", "sepertinya" atau kata penilaian (indah, enak, seru)? Kemungkinan besar opini.
- Tanyakan selalu: "Bagaimana cara membuktikannya?" Jika ada caranya → fakta.
- Pada kalimat panjang, pisahkan per bagian karena bisa berupa campuran.
- Cek sumbernya: dari siapa kabar ini? Apakah sumbernya jelas dan terpercaya?
- Cek buktinya: adakah data, foto asli, atau pengumuman resmi?
- Tanyakan pada orang dewasa: orang tua atau guru dapat membantu memeriksa kebenaran.
- Jangan asal bagikan: kabar yang belum jelas bisa membuat orang lain salah paham atau takut.
- Setiap murid memegang dua kartu: hijau = fakta dan merah = opini.
- Guru membacakan sebuah kalimat, misalnya "Sungai Musi ada di Sumatera Selatan." atau "Es krim itu paling nikmat."
- Murid mengangkat kartu sesuai jawabannya, lalu menjelaskan alasan secara singkat.
- Tantangan: murid maju ke depan dan membuat sendiri kalimat fakta, opini, dan campuran untuk ditebak teman!
(1) SD Harapan didirikan pada tahun 2005. (2) Sekolah ini memiliki 12 ruang kelas dan satu perpustakaan. (3) Menurut saya, perpustakaan sekolah kami sangat nyaman. (4) Setiap hari Jumat, murid mengikuti kegiatan Jumat Bersih. (5) Kegiatan itu sebaiknya diadakan setiap hari.
Bacalah teks di atas. Tentukan kalimat mana yang termasuk fakta dan mana yang termasuk opini. Tuliskan alasanmu untuk setiap kalimat (kata penanda atau cara membuktikannya)!
(a) Ubahlah opini berikut menjadi kalimat fakta: "Kelas kami sangat besar." (b) Ubahlah fakta berikut menjadi kalimat opini: "Lapangan sekolah berukuran 20 m × 30 m." (c) Buatlah satu kalimat campuran (fakta dan opini) tentang tempat favoritmu, lalu tunjukkan bagian faktanya dan bagian opininya!
๐ Yuk, Refleksikan Kebiasaanmu!
MindfulTentukan apakah kebiasaan berikut termasuk baik atau kurang baik, lalu jelaskan alasanmu!
Asesmen Formatif
๐ 10 Soal Pilihan Ganda
MeaningfulLihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban HOTS 1: Fakta: kalimat (1), (2), dan (4) karena berisi tahun, jumlah, dan kegiatan yang dapat dibuktikan. Opini: kalimat (3) karena ada "menurut saya" dan penilaian "nyaman", serta kalimat (5) karena ada kata "sebaiknya".
*Pembahasan singkat dapat ditambahkan guru setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) selesai, sesuai arahan Yayasan.
Kesimpulan / Refleksi
๐ Kesimpulan Materi
- Fakta adalah pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya dengan data atau bukti; opini adalah pendapat atau penilaian pribadi yang tidak dapat dibuktikan.
- Penanda fakta: angka, tanggal, nama, tempat. Penanda opini: "menurut saya", "sebaiknya", "sepertinya", serta kata penilaian seperti indah dan enak.
- Satu kalimat dapat berisi fakta dan opini sekaligus (kalimat campuran), sehingga perlu dipisahkan per bagian.
- Sesuai QS. Al-Isra ayat 36, kita perlu berhati-hati agar tidak mengikuti atau menyebarkan sesuatu yang belum kita ketahui kebenarannya: saring sebelum sharing.
Refleksi Pembelajaran
• Kendala pembelajaran hari ini: pembelajaran berlangsung lancar tidak ada kendala
• Tindak lanjut: murid diberikan latihan tambahan untuk melatih ketepatan saat menjawab soal
• Jumlah siswa yang paham / belum paham: 25 siswa sudah paham, 1 orang siswa tidak hadir karena sakit
๐ชช Identitas
| 1. Nama Guru | : | Asih Budi Ariyanti, S.Pd., Gr. |
| 2. Hari / Tanggal | : | Senin, 2 November 2026 |
| 3. Fase / Kelas | : | C / 6 Al Khawarizmi |
| 4. Mata Pelajaran | : | IPAS |
| 5. Materi | : | Gangguan pada Sistem Rangka dan Pengenalan Sistem Saraf |
| 6. Pertemuan Ke | : | 4, 3 JP |
Apersepsi
๐ฟ Salam, Sapa, dan Renungan Bersama Al-Qur'an
MindfulBismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb. Apa kabar anak sholih/ah hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu untuk belajar. Sudahkah kalian melaksanakan shalat subuh hari ini? Tubuh yang sehat adalah nikmat besar. Hari ini kita belajar bagaimana menjaga tulang dan saraf yang Allah berikan kepada kita.
- Menurutmu, mengapa tubuh yang sehat dan tulang yang kuat termasuk nikmat yang besar?
- Pernahkah kamu atau temanmu terjatuh hingga terluka? Apa yang kamu rasakan dan apa yang dilakukan?
- Bagaimana caramu mensyukuri nikmat tubuh dengan menjaganya setiap hari?
Capaian Pembelajaran (CP)
Murid mampu mengidentifikasi gangguan pada sistem rangka beserta penyebab, pertolongan pertama, dan pencegahannya, serta mengenal bagian dan fungsi sistem saraf secara sederhana.
Tujuan Pembelajaran (TP)
- Melalui penjelasan dan tabel, murid mampu menyebutkan jenis, penyebab, dan ciri gangguan pada sistem rangka dengan tepat. (Meaningful)
- Melalui contoh kasus, murid mampu menjelaskan pertolongan pertama pada keseleo dan patah tulang serta cara mencegah gangguan rangka. (Meaningful)
- Melalui bagan alur, murid mampu menyebutkan bagian sistem saraf beserta fungsi dan jalur rangsang secara sederhana. (Meaningful)
- Melalui kegiatan merenungkan nikmat pendengaran, penglihatan, dan hati, murid mampu menunjukkan sikap syukur dan menjaga kesehatan tubuhnya. (Mindful)
- Melalui video dan permainan "Dokter Cilik", murid mampu menunjukkan semangat dan kegembiraan dalam belajar. (Joyful)
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Murid menyimak apersepsi dan merenungkan nikmat pendengaran, penglihatan, dan akal.
- Murid mengerjakan kuis benar/salah untuk mengingat kembali materi sendi, mekanisme gerak, dan otot.
- Murid menonton video pembelajaran tentang gangguan rangka dan sistem saraf.
- Murid mempelajari jenis gangguan rangka, pertolongan pertama, dan pencegahannya.
- Murid mempelajari susunan sistem saraf, bagian otak, jalur rangsang, dan cara menjaganya.
- Murid bermain "Dokter Cilik" (simulasi pertolongan pertama) dan mengerjakan soal HOTS.
- Murid merefleksikan kebiasaan sehari-hari dan mengerjakan asesmen formatif.
Model / Metode
Discovery Learning, Studi Kasus, Simulasi ("Dokter Cilik"), Tanya Jawab, Diskusi Kelompok, dan Penugasan.
Penjabaran Materi
✅❌ Kuis Benar / Salah — Sendi, Mekanisme Gerak, dan Otot (Review Materi Sebelumnya)
MeaningfulLihat Kunci Jawaban
๐ฌ Video Pembelajaran
JoyfulYuk, tonton video pembelajaran tentang Gangguan Sistem Rangka dan Sistem Saraf sebelum membaca penjelasannya!
▶ Cari Video di YouTube*Guru dapat memilih dan menautkan video yang paling sesuai dari hasil pencarian di atas sebelum diunggah ke Blogger.
๐ Penjelasan Materi Lengkap
Meaningful⚠️ A. Jenis-Jenis Gangguan pada Sistem Rangka
| Gangguan | Penjelasan & Ciri | Penyebab |
|---|---|---|
| Fraktur (patah tulang) | Tulang patah. Fraktur tertutup: kulit tetap utuh. Fraktur terbuka: ujung tulang menembus kulit. Ciri: nyeri hebat, bengkak, bentuk anggota tubuh berubah, sulit digerakkan. | Benturan keras, jatuh, kecelakaan |
| Keseleo (terkilir) | Ligamen (tali sendi) tertarik atau robek. Ciri: nyeri, bengkak, sendi sulit digerakkan. | Gerakan mendadak atau salah posisi, misalnya salah menapak saat berlari |
| Dislokasi (sendi bergeser) | Ujung tulang bergeser keluar dari posisi sendinya. Ciri: nyeri hebat, bentuk sendi tampak berubah. | Benturan atau tarikan kuat pada sendi |
| Rakhitis | Tulang anak lunak dan bengkok, kaki berbentuk O atau X. | Kekurangan vitamin D dan kalsium |
| Osteoporosis | Tulang keropos, rapuh, dan mudah patah. | Kekurangan kalsium, usia lanjut |
| Kelainan tulang belakang | Skoliosis: melengkung ke samping. Kifosis: membungkuk ke belakang. Lordosis: melengkung ke depan di bagian pinggang. | Postur duduk/berdiri yang salah, membawa beban berat, faktor bawaan |
| Artritis (radang sendi) | Sendi nyeri, bengkak, dan kaku. | Peradangan pada sendi, umumnya pada lanjut usia |
๐ฉน B. Pertolongan Pertama
- Istirahatkan bagian yang cedera, jangan dipakai dahulu.
- Kompres dingin (es yang dibungkus kain) beberapa menit pada bagian yang bengkak.
- Balut dengan perban elastis agar tidak banyak bergerak (jangan terlalu kencang).
- Tinggikan bagian yang cedera, misalnya kaki diganjal bantal.
- Segera minta bantuan orang dewasa (guru, orang tua) dan hubungi tenaga kesehatan.
- Jangan menggerakkan bagian yang cedera dan biarkan dalam posisi yang paling nyaman.
- Orang dewasa dapat memasang bidai (penyangga dari papan/kardus keras) agar tulang tidak bergeser.
- Bawa segera ke dokter atau fasilitas kesehatan.
๐ฑ C. Cara Mencegah Gangguan Sistem Rangka
- ๐ฅ Makan makanan kaya kalsium dan protein (susu, ikan teri, tahu, tempe, sayuran hijau).
- ☀️ Berjemur di sinar matahari pagi untuk membantu pembentukan vitamin D.
- ๐ Berolahraga teratur dan melakukan pemanasan sebelum berolahraga.
- ๐ช Duduk tegak dan membawa tas ransel yang ringan dengan kedua bahu.
- ๐ฒ Memakai pelindung (helm, pelindung lutut dan siku) saat bersepeda atau bermain papan seluncur.
- ⚠️ Berhati-hati saat bermain; tidak melompat dari tempat tinggi atau berlari di lantai licin.
⚡ A. Apa itu Sistem Saraf?
Sistem saraf adalah sistem yang mengatur dan mengoordinasi kerja seluruh tubuh: menerima rangsang (misalnya cahaya, bunyi, sentuhan), meneruskannya, lalu memberi tanggapan. Sel penyusunnya disebut sel saraf (neuron), yang menghantarkan sinyal listrik kecil yang disebut impuls.
๐ง B. Bagian-Bagian Otak dan Fungsinya
Otak dilindungi oleh tulang tengkorak, dan sumsum tulang belakang dilindungi oleh tulang belakang.
๐ C. Jalur Rangsang: dari Mata sampai Tangan
Contoh: kamu melihat kue lezat di meja, lalu tanganmu mengambilnya.
Gerak refleks: pada gerak refleks (misalnya menarik tangan saat menyentuh benda panas), impuls tidak menunggu perintah otak besar, tetapi diproses oleh sumsum tulang belakang sehingga tanggapan sangat cepat untuk melindungi tubuh.
๐ D. Cara Menjaga Kesehatan Sistem Saraf
- ๐ด Tidur cukup dan teratur agar otak dapat beristirahat.
- ๐ฅ Makan makanan bergizi seimbang (ikan, telur, tempe, sayur, buah).
- ๐ Berolahraga dan bermain di luar ruangan secara teratur.
- ๐ช Memakai helm saat bersepeda atau naik motor untuk melindungi kepala dari benturan.
- ๐ฑ Mengatur waktu bermain gawai agar tidak berlebihan dan tidak begadang.
- ๐ซ Menjauhi rokok, minuman keras, dan zat berbahaya yang merusak saraf.
- ๐คฒ Berdoa dan bercerita kepada orang tua atau guru saat sedang cemas atau sedih.
Tengkorak melindungi otak, dan tulang belakang melindungi sumsum tulang belakang. Karena itu cedera berat pada tulang belakang dapat mengganggu hantaran impuls ke kaki sehingga kaki sulit digerakkan. Menjaga tulang berarti ikut menjaga saraf.
- Soal "kaki O atau X, kekurangan vitamin D" → rakhitis. "Tulang keropos lansia" → osteoporosis.
- Soal "melengkung ke samping / bungkuk / ke depan" → skoliosis / kifosis / lordosis.
- Soal pertolongan pertama: keseleo → istirahat, kompres dingin, balut, tinggikan; patah tulang → jangan gerakkan, panggil orang dewasa.
- Soal jalur rangsang: ingat "Rangsang → Indera → Saraf sensorik → Otak → Saraf motorik → Otot".
- Soal otak: berpikir = otak besar, keseimbangan = otak kecil, napas dan jantung = batang otak.
- Guru membacakan kasus singkat, misalnya "Teman terjatuh dan kakinya bengkak".
- Kelompok berdiskusi: kemungkinan gangguan apa, dan tindakan pertama apa?
- Satu murid memperagakan pertolongan pertama yang aman (misalnya membalut pergelangan kaki dengan perban pada boneka/teman), sementara yang lain memberi tanda bila ada langkah yang keliru.
- Tegaskan: pada dugaan patah tulang, tugas murid adalah memanggil orang dewasa dan tidak menggerakkan korban.
Dimas terjatuh dari sepeda. Pergelangan tangannya sangat nyeri, bengkak, dan bentuknya tampak berbeda dari biasanya. Temannya berkata, "Ayo kita pijat saja supaya cepat sembuh!" Analisislah: (1) kemungkinan gangguan apa yang dialami Dimas, (2) apakah saran temannya tepat, dan (3) tindakan apa yang seharusnya dilakukan, beserta alasannya.
Mengapa cedera berat pada tulang belakang dapat menyebabkan kaki sulit digerakkan atau tidak terasa, padahal kaki tidak terluka? Jelaskan hubungan antara sistem rangka dan sistem saraf dalam peristiwa tersebut!
๐ Yuk, Refleksikan Kebiasaanmu!
MindfulTentukan apakah kebiasaan berikut termasuk baik atau kurang baik, lalu jelaskan alasanmu!
Asesmen Formatif
๐ 10 Soal Pilihan Ganda
MeaningfulLihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Jawaban HOTS 1: (1) Kemungkinan patah tulang (fraktur) atau sendi bergeser, karena nyeri hebat, bengkak, dan bentuk berubah. (2) Saran memijat tidak tepat karena dapat memperparah cedera. (3) Jangan gerakkan, panggil orang dewasa, orang dewasa dapat memasang bidai, lalu segera ke dokter.
Jawaban HOTS 2: Tulang belakang melindungi sumsum tulang belakang, yaitu jalur saraf yang menghantarkan impuls antara otak dan kaki. Jika tulang belakang cedera berat, sumsum tulang belakang bisa ikut terganggu sehingga impuls ke kaki terhambat, meskipun kakinya sendiri tidak terluka.
*Pembahasan singkat dapat ditambahkan guru setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) selesai, sesuai arahan Yayasan.
Kesimpulan / Refleksi
๐ Kesimpulan Materi
- Gangguan pada sistem rangka meliputi fraktur, keseleo, dislokasi, rakhitis, osteoporosis, kelainan tulang belakang (skoliosis, kifosis, lordosis), dan artritis.
- Keseleo ditolong dengan istirahat, kompres dingin, balut, dan tinggikan; dugaan patah tulang tidak boleh digerakkan atau dipijat, segera minta bantuan orang dewasa dan bawa ke dokter.
- Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem saraf tepi; jalur rangsang: rangsang → indera → saraf sensorik → otak → saraf motorik → otot.
- Otak besar untuk berpikir, otak kecil untuk keseimbangan, dan batang otak untuk gerak tak sadar; gerak refleks diproses oleh sumsum tulang belakang.
- Menjaga tulang dan saraf adalah wujud syukur atas nikmat pendengaran, penglihatan, dan akal dari Allah Swt.
Refleksi Pembelajaran
• Kendala pembelajaran hari ini: murid perlu mengenal istilah gangguan pada tulang
• Tindak lanjut: memberikan soall latihan di rumah, tanya jawab pada pertemuan berikutnya
• Jumlah siswa yang paham / belum paham: 20 murid sudah paham, 4 belum paham, 1 orang tidak hadir karena sakit.
a


No comments:
Post a Comment
see you