Monday, October 5, 2026

materi Kelas 6 Kurikulum Merdeka

 Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

Hallo Anak Sholeh dan Sholehah kelas 6 Al Khawarizmi😊😊😊

Apa Kabarnya hari ini ? Semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT ya. Aamiin.

IDENTITAS

IPAS – Kelas 6 – Jejak Sang Pahlawan

Pahlawan dari Aceh sampai Maluku

Kenali biografi, peristiwa bersejarah, dan nilai kepahlawanan 11 tokoh dari berbagai daerah di Indonesia.

  • Laksamana MalahayatiAceh
  • Tuanku Imam BonjolSumatera Barat
  • Pangeran DiponegoroYogyakarta
  • RA KartiniJepara
  • Ki Hajar DewantaraYogyakarta
  • Bung TomoSurabaya
  • Pangeran AntasariKalimantan Selatan
  • I Gusti Ngurah RaiBali
  • Sam RatulangiSulawesi Utara
  • PattimuraMaluku
  • Johannes LeimenaMaluku

IDENTITAS

1. Nama GuruAsih Budi Ariyanti, S.Pd.
2. Hari / TanggalSenin, 5 Oktober 2025
3. Fase / KelasC / 6 [Al Khawarizmi]
4. Mata PelajaranIPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial)
5. MateriJejak Sang Pahlawan: mengidentifikasi biografi pahlawan yang terlibat peristiwa bersejarah di daerah dan menjelaskan nilai-nilai kepahlawanannya
6. Pertemuan Keke-[5] (3 JP)

7. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah kalian shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya, shalat adalah kewajiban kita sebagai muslim.

Hari ini kita akan mengenal para pahlawan dari berbagai daerah. Allah Maha Khaliq (Pencipta), yang menciptakan kita berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, dari Aceh sampai Maluku, supaya saling mengenal dan menghargai. Allah Maha Malik (Pemelihara), yang memelihara perjuangan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh, sehingga Indonesia akhirnya merdeka. Allah Maha Razaq (Pemberi Rezeki), yang menganugerahkan tanah air yang subur, aman, dan merdeka sebagai rezeki bagi kita. Mari kita simak firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”

QS. Al-Hujurat: 13 (potongan ayat)

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.”

QS. Ar-Ra’d: 11 (potongan ayat)

Kaitannya dengan materi: para pahlawan berasal dari daerah, suku, dan agama yang berbeda, tetapi satu tekad: Indonesia merdeka. Ayat pertama mengingatkan kita bahwa perbedaan daerah adalah ciptaan Allah agar kita saling mengenal. Ayat kedua mengajarkan bahwa perubahan besar dimulai dari usaha dan tekad manusia sendiri, seperti yang dilakukan para pahlawan. Rasa syukur kita atas kemerdekaan diwujudkan dengan mengenal jasa mereka dan meneladani sikapnya.

Pertanyaan untuk direnungkan

  1. Jika para pahlawan berasal dari daerah dan keyakinan yang berbeda-beda, apa yang membuat mereka bisa berjuang untuk tujuan yang sama?
  2. Kemerdekaan adalah rezeki dari Allah yang diperjuangkan dengan pengorbanan besar. Bagaimana caramu bersyukur atas nikmat itu di sekolah dan di rumah?
  3. Apakah berjuang selalu harus dengan senjata? Sebutkan cara lain yang bisa kamu lakukan sekarang untuk mengharumkan nama daerah dan bangsamu.

8. Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu mengidentifikasi biografi pahlawan yang terlibat dalam peristiwa bersejarah di daerah serta menjelaskan nilai-nilai kepahlawanan yang dapat diteladani.

9. Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Melalui membaca profil pahlawan dan menelusuri garis waktu, murid mampu mengidentifikasi biografi pahlawan daerah (asal daerah, masa hidup, peristiwa bersejarah, dan perannya) dengan tepat. Meaningful
  2. Melalui diskusi kelompok dengan LKPD, murid mampu menjelaskan nilai-nilai kepahlawanan dari pahlawan daerah disertai bukti dari kisahnya. Meaningful
  3. Melalui apersepsi ayat dan refleksi, murid mampu menunjukkan sikap tenang, fokus, bersyukur, dan menghargai jasa pahlawan dari berbagai daerah. Mindful
  4. Melalui video dan permainan “Tebak Pahlawan”, murid mampu menunjukkan semangat, antusiasme, dan rasa senang saat belajar sejarah. Joyful

10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid menyimak apersepsi ayat dan merenungkan pertanyaan tentang syukur dan persatuan dengan tenang. Mindful
  2. Murid menonton video pembelajaran tentang pahlawan daerah. Joyful
  3. Murid mengamati peta jalur pahlawan dan garis waktu, lalu membaca profil pahlawan menggunakan pertanyaan 5W+1H (siapa, dari mana, kapan, peristiwa apa, apa yang dilakukan, nilai apa). Meaningful
  4. Murid bermain “Tebak Pahlawan”: guru membacakan petunjuk, murid menebak nama pahlawan. Joyful
  5. Murid berdiskusi dalam kelompok mengerjakan LKPD: mengisi biografi, menjodohkan pahlawan dengan peristiwa, dan menggali nilai kepahlawanan. Meaningful
  6. Murid mempresentasikan hasil kelompok selama satu menit dan menanggapi kelompok lain dengan santun. Joyful
  7. Murid merefleksikan satu nilai kepahlawanan yang akan ia terapkan, lalu mengerjakan asesmen formatif dengan teliti dan jujur. Mindful

11. Model / Metode

Problem Based Learning, Diskusi Kelompok, Tanya Jawab, Permainan (Games), dan Penugasan (LKPD).

12. Penjabaran Materi

A. Video Pembelajaran Joyful

Tonton video tentang pahlawan daerah dan nilai kepahlawanan. Cari video yang sesuai di YouTube, misalnya dengan kata kunci berikut:

Cari video di YouTube

B. Materi Meaningful

1. Siapa itu pahlawan dan bagaimana mengenal biografinya?

Pahlawan adalah orang yang berjuang dan berkorban untuk kepentingan bangsa, daerah, dan sesama. Perjuangan bisa dengan senjata, tulisan, pidato, pendidikan, atau pelayanan kesehatan. Biografi adalah riwayat hidup seseorang. Untuk mengenal biografi pahlawan, jawablah enam pertanyaan berikut:

PertanyaanYang dicari
Siapa dia?Nama, nama kecil, dan gelar kehormatan
Dari mana?Asal daerah atau tempat lahir
Kapan?Masa hidup dan tahun peristiwa penting
Peristiwa apa?Perang, pertempuran, atau gerakan yang ia ikuti
Apa yang ia lakukan?Peran dan jasanya
Nilai apa?Sifat baik yang dapat diteladani

2. Peta jalur pahlawan: dari barat ke timur

AcehMalahayatiSumatera BaratImam BonjolJateng dan DIYDiponegoroRA KartiniKi Hajar DewantaraJawa TimurBung TomoKalimantan SelatanP. AntasariBaliI Gusti Ngurah RaiSulawesi UtaraSam RatulangiMalukuPattimuraJ. Leimena
Skema urutan dari barat ke timur (bukan peta sebenarnya).

3. Garis waktu peristiwa bersejarah

  • 11 September 1599 – Laksamana Malahayati memimpin armada Aceh mengalahkan pasukan Belanda pimpinan Cornelis de Houtman.
  • 1803–1838 – Perang Padri di Sumatera Barat; Tuanku Imam Bonjol memimpin perlawanan pada tahap akhirnya.
  • Mei 1817 – Pattimura memimpin rakyat merebut Benteng Duurstede di Saparua, Maluku.
  • 1825–1830 – Perang Jawa dipimpin Pangeran Diponegoro.
  • 1859–1862 – Perang Banjar di Kalimantan Selatan dipimpin Pangeran Antasari (beliau wafat tahun 1862).
  • Awal 1900-an – RA Kartini menuliskan gagasan tentang pendidikan perempuan lewat surat-suratnya.
  • 1913 dan 1922 – Ki Hajar Dewantara menulis kritik terhadap penjajah (1913) dan mendirikan Taman Siswa (1922).
  • 1928 – Sumpah Pemuda; Johannes Leimena aktif dalam organisasi pemuda Jong Ambon pada masa itu.
  • 19 Agustus 1945 – Sam Ratulangi diangkat menjadi Gubernur Sulawesi.
  • 10 November 1945 – Pertempuran Surabaya; Bung Tomo membakar semangat rakyat lewat radio.
  • 20 November 1946 – Puputan Margarana di Bali, dipimpin I Gusti Ngurah Rai.
  • Setelah kemerdekaan – Johannes Leimena mengabdi sebagai menteri dan mengembangkan gagasan layanan kesehatan masyarakat yang menjadi cikal bakal Puskesmas.

4. Profil pahlawan daerah

Baca profil berikut dengan teliti. Gunakan enam pertanyaan 5W+1H untuk menemukan informasi pentingnya.

Pulau Sumatera

Laksamana Malahayati

Laksamana perempuan dari Kesultanan Aceh

Asal daerah
Aceh
Masa hidup
Lahir sekitar tahun 1550; Pahlawan Nasional sejak 2017
Peristiwa bersejarah
Pertempuran melawan armada Belanda di perairan Aceh, 11 September 1599
Kisah singkat
Malahayati berasal dari keluarga bangsawan Aceh dan mendapat pendidikan keprajuritan. Setelah suaminya gugur dalam perang melawan Portugis, ia meminta Sultan membentuk pasukan Inong Balee, yaitu pasukan para janda prajurit. Ia kemudian diangkat sebagai laksamana yang menjaga perairan Selat Malaka. Pada tahun 1599 pasukannya berhasil mengalahkan kapal-kapal Belanda dan Cornelis de Houtman gugur dalam pertempuran itu.
Nilai kepahlawanan
Berani, tangguh, dan pemimpin yang tidak membeda-bedakan laki-laki dan perempuan dalam membela tanah air.

Tuanku Imam Bonjol

Pemimpin Perang Padri

Asal daerah
Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat
Masa hidup
1772 – 6 November 1864; Pahlawan Nasional sejak 1973
Peristiwa bersejarah
Perang Padri (1803–1838)
Kisah singkat
Nama kecilnya Muhammad Shahab. Perang Padri awalnya adalah perselisihan antara kaum Padri (ulama yang ingin memurnikan ajaran agama) dan kaum Adat. Belanda ikut campur dan membantu kaum Adat. Ketika menyadari hal itu, kedua pihak bersatu melawan Belanda. Imam Bonjol memimpin pertahanan di Benteng Bonjol yang dikepung bertahun-tahun. Pada tahun 1837 beliau ditangkap dan diasingkan ke Cianjur, Ambon, lalu Manado, dan wafat di Lotak, Minahasa.
Nilai kepahlawanan
Gigih dan pantang menyerah, religius, serta mampu menyatukan pihak-pihak yang sebelumnya berselisih.

Pulau Jawa

Pangeran Diponegoro

Pemimpin Perang Jawa

Asal daerah
Yogyakarta
Masa hidup
11 November 1785 – 8 Januari 1855; Pahlawan Nasional sejak 1973
Peristiwa bersejarah
Perang Jawa atau Perang Diponegoro (1825–1830)
Kisah singkat
Pangeran Diponegoro adalah putra Sultan Yogyakarta yang memilih hidup dekat dengan rakyat dan ulama. Perang dipicu ketika Belanda membangun jalan yang melewati tanah dan makam leluhurnya di Tegalrejo. Dengan dukungan rakyat dan ulama, ia melancarkan perang gerilya selama lima tahun. Pada 28 Maret 1830 ia ditangkap saat perundingan di Magelang, lalu diasingkan ke Manado dan Makassar hingga wafat.
Nilai kepahlawanan
Cinta tanah air, berani membela kebenaran, religius, dan dekat dengan rakyat.

RA Kartini

Pelopor pendidikan dan emansipasi perempuan

Asal daerah
Jepara, Jawa Tengah
Masa hidup
21 April 1879 – 17 September 1904; Pahlawan Nasional sejak 1964
Peristiwa bersejarah
Perjuangan hak pendidikan bagi perempuan pada awal abad ke-20
Kisah singkat
Kartini lahir dari keluarga bangsawan, tetapi pada masa itu anak perempuan jarang boleh bersekolah tinggi. Ia gemar membaca dan menuliskan pikirannya dalam surat kepada sahabat-sahabatnya di Belanda. Ia bercita-cita agar perempuan mendapat pendidikan dan merintis sekolah untuk anak perempuan. Surat-suratnya kemudian dibukukan dengan judul Door Duisternis tot Licht, yang diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Kartini.
Nilai kepahlawanan
Semangat belajar, peduli pendidikan, berani menyuarakan pendapat, dan pantang menyerah.

Ki Hajar Dewantara

Bapak Pendidikan Nasional

Asal daerah
Yogyakarta
Masa hidup
2 Mei 1889 – 26 April 1959; Pahlawan Nasional sejak 1959
Peristiwa bersejarah
Kritik terhadap penjajah (1913) dan pendirian Perguruan Taman Siswa (1922)
Kisah singkat
Nama aslinya Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Pada tahun 1913 ia menulis kritik tajam terhadap penjajah sehingga diasingkan ke Belanda bersama dua sahabatnya, Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo. Sepulangnya, pada 3 Juli 1922 ia mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta agar anak-anak pribumi dapat bersekolah. Setelah merdeka, ia menjadi Menteri Pengajaran pertama. Hari lahirnya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Nilai kepahlawanan
Peduli pendidikan, berani, dan teladan. Semboyannya: Ing ngarsa sung tuladha (di depan memberi teladan), ing madya mangun karsa (di tengah membangun semangat), tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan).

Bung Tomo

Pembakar semangat arek-arek Surabaya

Asal daerah
Surabaya, Jawa Timur
Masa hidup
3 Oktober 1920 – 7 Oktober 1981; Pahlawan Nasional sejak 2008
Peristiwa bersejarah
Pertempuran Surabaya, 10 November 1945
Kisah singkat
Nama aslinya Sutomo. Sejak muda ia aktif di kepanduan dan menjadi wartawan. Ketika pasukan Sekutu dan Belanda mengancam Surabaya pada tahun 1945, ia berpidato melalui radio untuk membangkitkan semangat rakyat dengan seruan “Merdeka atau mati!”. Pertempuran besar pun terjadi pada 10 November 1945, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Nilai kepahlawanan
Berani, semangat membara, cinta tanah air, dan pandai menyatukan rakyat lewat kata-kata.

Pulau Kalimantan

Pangeran Antasari

Pemimpin Perang Banjar

Asal daerah
Kesultanan Banjar, Kalimantan Selatan
Masa hidup
Lahir sekitar 1797 – wafat 11 Oktober 1862; Pahlawan Nasional sejak 1968
Peristiwa bersejarah
Perang Banjar (mulai 1859)
Kisah singkat
Pangeran Antasari adalah bangsawan Banjar yang dicintai rakyat. Perang Banjar pecah ketika Belanda ikut campur dalam urusan pergantian sultan dan menguasai kekayaan alam Banjar. Pada 14 Maret 1862 ia diangkat sebagai pemimpin tertinggi dengan gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin, didukung masyarakat Banjar dan Dayak. Ia wafat pada 11 Oktober 1862 karena sakit. Semboyan perjuangan Banjar yang dikaitkan dengannya: Haram Manyarah, Waja Sampai Kaputing (pantang menyerah, teguh seperti baja sampai akhir).
Nilai kepahlawanan
Pantang menyerah, kepemimpinan, persatuan antarsuku, dan religius.

Pulau Bali

I Gusti Ngurah Rai

Pemimpin pasukan Ciung Wanara

Asal daerah
Carangsari, Badung, Bali
Masa hidup
30 Januari 1917 – 20 November 1946; Pahlawan Nasional sejak 1975
Peristiwa bersejarah
Puputan Margarana, 20 November 1946
Kisah singkat
Setelah Indonesia merdeka, Belanda kembali ke Bali. Ngurah Rai, yang memimpin pasukan Ciung Wanara, menolak menyerah dan melanjutkan perjuangan gerilya. Pada 20 November 1946 pasukannya bertempur melawan Belanda di Marga, Tabanan, dalam pertempuran yang disebut puputan, yaitu berjuang sampai titik darah penghabisan. Beliau gugur dalam pertempuran itu. Namanya kini diabadikan pada bandara internasional di Bali.
Nilai kepahlawanan
Berani, rela berkorban, setia pada Republik, dan pantang menyerah.

Pulau Sulawesi

Sam Ratulangi

Gubernur pertama Sulawesi dan pejuang yang cerdas

Asal daerah
Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara
Masa hidup
5 November 1890 – 30 Juni 1949; Pahlawan Nasional sejak 1961
Peristiwa bersejarah
Pengangkatan sebagai Gubernur Sulawesi, 19 Agustus 1945, dan perjuangan diplomasi mempertahankan kemerdekaan
Kisah singkat
Nama lengkapnya Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi. Ia sangat cerdas dan meraih gelar doktor ilmu pasti dan alam di Universitas Zurich, Swiss. Setelah proklamasi, ia menjadi Gubernur Sulawesi yang pertama. Karena perjuangannya, Belanda menangkap dan mengasingkannya ke Serui, Papua. Ia wafat di Jakarta. Semboyannya: Si tou timou tumou tou, artinya manusia hidup untuk memanusiakan orang lain.
Nilai kepahlawanan
Cerdas, peduli sesama, bertanggung jawab, dan cinta tanah air.

Kepulauan Maluku

Pattimura

Kapitan Pattimura (Thomas Matulessy)

Asal daerah
Maluku (Pulau Saparua)
Masa hidup
Lahir 1783 – wafat 16 Desember 1817; Pahlawan Nasional sejak 1973
Peristiwa bersejarah
Perlawanan rakyat Maluku dan perebutan Benteng Duurstede di Saparua, Mei 1817
Kisah singkat
Pattimura adalah nama perjuangan Thomas Matulessy. Ia memimpin rakyat Maluku melawan kebijakan Belanda yang menyengsarakan rakyat, seperti kerja paksa, penyerahan hasil rempah, dan monopoli perdagangan. Pada Mei 1817 pasukannya merebut Benteng Duurstede di Saparua. Belanda membalas dengan kekuatan besar. Pattimura akhirnya ditangkap dan dihukum gantung di Ambon pada 16 Desember 1817.
Nilai kepahlawanan
Berani, pembela rakyat kecil, mampu menyatukan rakyat, dan pantang menyerah.

Johannes Leimena

Dokter dan negarawan, pelopor layanan kesehatan masyarakat

Asal daerah
Ambon, Maluku
Masa hidup
6 Maret 1905 – 29 Maret 1977; Pahlawan Nasional sejak 2010
Peristiwa bersejarah
Gerakan persatuan pemuda masa Sumpah Pemuda (1928) dan pengabdian di pemerintahan setelah kemerdekaan
Kisah singkat
Leimena belajar kedokteran dan menjadi dokter. Pada masa muda ia aktif di organisasi Jong Ambon yang ikut mendukung semangat persatuan pemuda. Setelah Indonesia merdeka, ia berulang kali dipercaya menjadi menteri, termasuk di bidang kesehatan. Gagasannya tentang pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat menjadi cikal bakal Puskesmas, sehingga ia dikenang sebagai “Bapak Puskesmas”.
Nilai kepahlawanan
Peduli sesama, jujur dan sederhana, toleran, serta rela mengabdi untuk kesehatan rakyat.

5. Rangkuman biografi

PahlawanDaerahPeristiwaNilai utama
Laksamana MalahayatiAcehPertempuran melawan armada Belanda (1599)Berani, kepemimpinan
Tuanku Imam BonjolSumatera BaratPerang PadriGigih, persatuan
Pangeran DiponegoroYogyakartaPerang Jawa (1825–1830)Cinta tanah air, religius
RA KartiniJeparaPerjuangan pendidikan perempuanSemangat belajar
Ki Hajar DewantaraYogyakartaTaman Siswa (1922)Peduli pendidikan, teladan
Bung TomoSurabayaPertempuran 10 November 1945Berani, semangat juang
Pangeran AntasariKalimantan SelatanPerang BanjarPantang menyerah
I Gusti Ngurah RaiBaliPuputan Margarana (1946)Rela berkorban
Sam RatulangiSulawesi UtaraGubernur Sulawesi pertama (1945)Cerdas, peduli sesama
PattimuraMalukuPerebutan Benteng Duurstede (1817)Berani, pembela rakyat
Johannes LeimenaMalukuPelopor layanan kesehatan masyarakatPeduli sesama, pengabdian

6. Nilai-nilai kepahlawanan dan cara meneladaninya

Cara menemukan nilai: (1) baca kisah pahlawan, (2) tandai tindakan pentingnya, (3) tanyakan “sifat apa yang tampak dari tindakan ini?”, (4) cari contoh penerapannya dalam kehidupanku.

NilaiContoh dari pahlawanMeneladaninya di sekolah dan rumah
BeraniBung Tomo menyerukan perlawanan; Malahayati memimpin armadaBerani berkata jujur dan membela teman yang diperlakukan tidak adil
Pantang menyerahPangeran Antasari dan Imam Bonjol bertahan bertahun-tahunTerus mencoba saat soal sulit dan tidak mudah putus asa
Cinta tanah airPangeran Diponegoro membela tanah leluhurMengikuti upacara dengan khidmat, menjaga lingkungan, memakai produk dalam negeri
Rela berkorbanI Gusti Ngurah Rai dan pasukannya di MargaranaMengalah dan berbagi demi kepentingan bersama
PersatuanKaum Padri dan kaum Adat bersatu; Antasari dengan Banjar dan DayakBerteman tanpa membedakan suku, agama, atau daerah
Peduli sesamaJohannes Leimena dan Sam RatulangiMembantu teman yang kesulitan belajar tanpa meminta imbalan
Cerdas dan peduli pendidikanRA Kartini dan Ki Hajar DewantaraRajin membaca, belajar sungguh-sungguh, dan berbagi ilmu

7. Permainan “Tebak Pahlawan” Joyful

Guru membacakan petunjuk, murid menebak siapa aku.

  1. Aku memimpin rakyat Maluku merebut Benteng Duurstede di Saparua. Siapakah aku?
  2. Pidatoku lewat radio membakar semangat arek-arek Surabaya. Siapakah aku?
  3. Aku laksamana perempuan dari Aceh yang memimpin pasukan Inong Balee. Siapakah aku?
  4. Surat-suratku tentang pendidikan perempuan dibukukan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Siapakah aku?
  5. Aku dan pasukanku bertempur sampai titik darah penghabisan di Marga, Tabanan. Siapakah aku?

Kunci Tebak Pahlawan

1. Pattimura   2. Bung Tomo   3. Laksamana Malahayati   4. RA Kartini   5. I Gusti Ngurah Rai

C. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Meaningful

LKPD: Jejak Pahlawan Daerahku

IPAS Kelas 6 – dikerjakan berkelompok (3–4 orang)

Nama kelompok:   Kelas:
Anggota:

Tujuan

Mengidentifikasi biografi pahlawan daerah dan menjelaskan nilai kepahlawanannya.

Petunjuk

  1. Berdoalah sebelum mengerjakan dan bekerjalah sama dengan tertib.
  2. Undi satu nama pahlawan dari kartu yang disiapkan guru.
  3. Gunakan teks profil pahlawan pada materi sebagai sumber.
  4. Tulis jawaban dengan kalimat sendiri yang jelas dan rapi.

Kegiatan 1. Kenali pahlawanmu

Pahlawan yang kami undi:

PertanyaanJawaban kelompok
Siapa nama lengkap atau nama kecilnya?
Dari daerah mana asalnya?
Kapan ia hidup? (tahun lahir dan wafat)
Peristiwa bersejarah apa yang ia ikuti atau pimpin?
Apa yang ia lakukan dalam peristiwa itu?

Kegiatan 2. Jodohkan pahlawan dengan peristiwanya

Tulis huruf peristiwa yang tepat pada kolom jawaban.

No.PahlawanJawabanHurufPeristiwa
1PattimuraAPerang Padri
2Bung TomoBPerang Jawa
3Pangeran DiponegoroCPuputan Margarana
4I Gusti Ngurah RaiDGagasan layanan kesehatan masyarakat (cikal bakal Puskesmas)
5Tuanku Imam BonjolEPertempuran 10 November 1945
6Johannes LeimenaFPerebutan Benteng Duurstede

Kegiatan 3. Gali nilai kepahlawanan

Temukan tiga nilai kepahlawanan dari pahlawan yang kelompokmu undi.

Nilai kepahlawananBukti dari kisahnyaCara kami meneladaninya

Kegiatan 4. Jejak pahlawan di sekitarku

Sebutkan satu nama jalan, sekolah, monumen, atau tempat di daerahmu yang memakai nama pahlawan. Tuliskan siapa pahlawan itu dan apa jasanya.

Kegiatan 5. Presentasi satu menit

Sampaikan hasil kelompokmu dengan kerangka berikut:

  1. “Kami mempresentasikan pahlawan bernama ....”
  2. “Beliau berasal dari ... dan terlibat dalam peristiwa ....”
  3. “Nilai kepahlawanan yang kami teladani adalah .... karena ....”

Refleksi

Nilai kepahlawanan yang akan aku terapkan mulai hari ini adalah

Rubrik penilaian

Aspek4 (Sangat baik)3 (Baik)2 (Cukup)1 (Perlu bimbingan)
Ketepatan biografiSemua data lengkap dan benarSebagian kecil kurang tepatBanyak data kurang tepatData belum tepat
Penjelasan nilai3 nilai disertai bukti yang kuat3 nilai, bukti kurang jelas1–2 nilai dengan buktiNilai belum sesuai kisah
Kerja samaSemua anggota aktif dan saling menghargaiHampir semua aktifSebagian aktifBergantung pada satu anak
PresentasiJelas, percaya diri, tepat waktuJelas, kadang raguKurang runtutBelum runtut

Kunci LKPD (untuk guru, diisi setelah pembelajaran)

Kegiatan 1: disesuaikan dengan pahlawan yang diundi; periksa dengan profil pada materi. Kegiatan 2: 1-F, 2-E, 3-B, 4-C, 5-A, 6-D. Kegiatan 3 dan 4: jawaban beragam; nilai harus sesuai dengan tindakan pahlawan dan contoh peneladanan harus nyata dan dapat dilakukan murid.

D. Asesmen Formatif Mindful

Kerjakan dengan tenang, teliti, dan jujur. Soal terdiri atas 5 pilihan ganda, 3 isian, dan 2 esai dengan tingkat kesulitan beragam.

Pilihan Ganda (mudah sampai sukar)

1. Tokoh yang melalui pidato di radio membakar semangat rakyat Surabaya pada pertempuran 10 November 1945 adalah ....

  1. Pattimura
  2. Bung Tomo
  3. Sam Ratulangi
  4. Tuanku Imam Bonjol

2. Tokoh yang mendirikan Perguruan Taman Siswa pada tahun 1922 dan hari lahirnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional adalah ....

  1. RA Kartini
  2. Johannes Leimena
  3. Ki Hajar Dewantara
  4. Pangeran Antasari

3. Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro berlangsung dari tahun 1825 sampai 1830. Perang itu berlangsung selama ....

  1. 5 tahun
  2. 4 tahun
  3. 6 tahun
  4. 7 tahun

4. Pasangan pahlawan dan daerah asal yang tepat adalah ....

  1. Pangeran Antasari – Aceh
  2. Johannes Leimena – Bali
  3. Laksamana Malahayati – Maluku
  4. I Gusti Ngurah Rai – Bali

5. Sam Ratulangi memiliki semboyan Si tou timou tumou tou yang berarti manusia hidup untuk memanusiakan orang lain. Sikap murid yang paling sesuai dengan semboyan itu adalah ....

  1. Rina hanya membantu teman yang pernah memberinya hadiah.
  2. Rina dengan sabar membantu teman yang kesulitan belajar tanpa meminta imbalan.
  3. Rina menyembunyikan catatannya agar hanya dia yang pintar.
  4. Rina menolak sekelompok dengan teman yang berbeda suku.
Isian Singkat

6. Pertempuran habis-habisan di Marga, Tabanan, Bali, pada 20 November 1946 yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai disebut Puputan  .

7. Pasukan Laksamana Malahayati yang beranggotakan para janda prajurit disebut pasukan  .

8. RA Kartini lahir tahun 1879 dan Ki Hajar Dewantara lahir tahun 1889. Selisih tahun kelahiran mereka adalah   tahun.

Esai

9. Bung Tomo berjuang lewat pidato di radio, sedangkan Ki Hajar Dewantara berjuang lewat pendidikan. Jelaskan mengapa keduanya tetap disebut pahlawan, lalu sebutkan satu nilai kepahlawanan yang sama dari keduanya!

10. Pilih satu pahlawan dari materi hari ini. Jelaskan peristiwa bersejarah yang ia ikuti, kemudian tuliskan dua contoh nyata cara kamu meneladani nilai kepahlawanannya di sekolah!

Kunci Jawaban dan Pembahasan (diisi setelah pembelajaran)

No.12345678
JawabanBCADBMargaranaInong Balee10

Pembahasan: (1) Bung Tomo dikenal lewat pidato radio pada Pertempuran Surabaya. (2) Taman Siswa didirikan Ki Hajar Dewantara; Kartini berjuang untuk pendidikan perempuan tetapi tidak mendirikan Taman Siswa. (3) 1830 − 1825 = 5 tahun. (4) Ngurah Rai berasal dari Bali; pasangan lain keliru (Antasari dari Kalimantan Selatan, Leimena dari Maluku, Malahayati dari Aceh). (5) Semboyan Sam Ratulangi bermakna membantu dan memanusiakan orang lain, sehingga jawaban B paling sesuai. (6) Puputan Margarana. (7) Inong Balee. (8) 1889 − 1879 = 10 tahun.

Esai 9 (contoh jawaban): Bung Tomo membangkitkan semangat rakyat lewat pidato radio, sedangkan Ki Hajar Dewantara mencerdaskan bangsa lewat tulisan dan sekolah. Keduanya berjasa bagi bangsa sehingga disebut pahlawan; berjuang tidak harus dengan senjata. Nilai yang sama: cinta tanah air dan keberanian. Skor 20: alasan kedua tokoh disebut pahlawan (10), nilai yang sama dengan alasan (10).

Esai 10 (contoh jawaban): Pilih Pangeran Diponegoro: ia memimpin Perang Jawa (1825–1830) karena Belanda membangun jalan melewati tanah dan makam leluhurnya. Meneladani cinta tanah air: (1) mengikuti upacara bendera dengan tertib dan khidmat, (2) menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Skor 20: peristiwa dijelaskan benar (10), dua contoh peneladanan nyata (5 + 5).

Pedoman skor (total 100): pilihan ganda 5 soal × 6 = 30; isian 3 soal × 10 = 30; esai 2 soal × 20 = 40.

13. Kesimpulan / Refleksi

1. Kesimpulan materi

Para pahlawan berasal dari berbagai daerah dan berjuang dengan cara yang berbeda: dengan perang, pidato, tulisan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Mereka mengikuti peristiwa bersejarah seperti Perang Padri, Perang Jawa, Perang Banjar, perebutan Benteng Duurstede, Pertempuran Surabaya, dan Puputan Margarana. Nilai yang dapat kita teladani antara lain berani, pantang menyerah, cinta tanah air, rela berkorban, persatuan, peduli sesama, dan semangat belajar. Kita bersyukur atas kemerdekaan dengan meneladani sikap mereka.

2. Refleksi pembelajaran

  • Kendala:  
  • Tindak lanjut:  
  • Jumlah murid yang paham:   anak; yang belum paham:   anak
Bahasa Indonesia – Kelas 6

Dua Wajah Sebuah Kata

Kenali makna denotatif dan konotatif, lalu buat kalimatmu sendiri dengan keduanya.

IDENTITAS

1. Nama GuruAsih Budi Ariyanti, S.Pd.
2. Hari / TanggalSenin, 5 Oktober 2026
3. Fase / KelasC / 6 [Al Khawarizmi]
4. Mata PelajaranBahasa Indonesia
5. MateriMembuat kalimat dengan kata bermakna denotatif dan konotatif serta membedakan maknanya
6. Pertemuan Keke-[4] (2] JP)

7. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah kalian shalat subuh? Jangan lupa ya, shalat adalah kewajiban kita sebagai muslim.

Hari ini kita belajar tentang kata. Allah Maha Khaliq (Pencipta), yang menciptakan manusia dan mengajarinya pandai berbicara. Allah Maha Malik (Pemelihara), yang menjaga lisan, akal, dan ingatan kita agar bisa memakai kata dengan baik. Allah Maha Razaq (Pemberi Rezeki), yang memberi kita rezeki berupa ilmu dan bahasa. Mari kita simak firman-Nya:

خَلَقَ الْإِنْسَانَ ﴿٣﴾ عَلَّمَهُ الْبَيَانَ ﴿٤﴾

“Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara.”

QS. Ar-Rahman: 3–4

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

“Sungguh, jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”

QS. Ibrahim: 7 (potongan ayat)

Kaitannya dengan materi: kemampuan memilih kata, memahami arti kata, dan menyusunnya menjadi kalimat adalah nikmat dari Allah. Cara bersyukurnya adalah memakai kata dengan benar, jujur, dan santun. Hari ini kita belajar bahwa satu kata bisa punya dua wajah: arti yang sebenarnya dan arti kiasan.

Pertanyaan untuk direnungkan

  1. Mengapa kemampuan berbicara termasuk nikmat besar dari Allah? Bagaimana caramu bersyukur atas nikmat itu lewat kata-katamu?
  2. Jika temanmu berkata, “Kamu berhati emas!”, apakah hatimu benar-benar terbuat dari emas? Apa maksud temanmu?
  3. Bagaimana caramu memilih kata agar kiasan yang kamu ucapkan tidak menyakiti perasaan orang lain?

8. Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu memahami dan menggunakan kosakata bermakna denotatif dan konotatif dalam kalimat.

9. Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Melalui pengamatan contoh kalimat dan uji ganti arti, murid mampu membedakan makna denotatif dan konotatif pada kata atau ungkapan dengan tepat. Meaningful
  2. Melalui latihan menyusun kalimat dari situasi sehari-hari, murid mampu membuat kalimat dengan kata denotatif dan konotatif secara tepat. Meaningful
  3. Melalui apersepsi ayat dan refleksi, murid mampu bersikap tenang, fokus, teliti, serta bersyukur dengan memilih kata yang santun. Mindful
  4. Melalui video dan permainan “Kartu Dua Wajah”, murid mampu menunjukkan semangat dan rasa senang dalam belajar bahasa. Joyful

10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid menyimak apersepsi ayat dan menjawab pertanyaan yang mendalam dengan tenang. Mindful
  2. Murid menjawab 5 soal benar/salah tentang jenis cerita rakyat (review pertemuan lalu) sambil mengangkat kartu Benar atau Salah. Joyful
  3. Murid menonton video pembelajaran tentang makna denotatif dan konotatif. Joyful
  4. Murid mengamati contoh kalimat, menemukan ciri tiap makna, lalu mempraktikkan uji ganti arti. Meaningful
  5. Murid bermain “Kartu Dua Wajah”: guru membacakan kalimat, murid mengangkat kartu biru (denotatif) atau merah (konotatif). Joyful
  6. Murid mengerjakan soal HOTS tentang kebiasaan sehari-hari dan membuat kalimat sendiri. Meaningful
  7. Murid merefleksikan kata-kata yang baik untuk dipakai dan mengerjakan 10 soal asesmen formatif dengan teliti. Mindful

11. Model / Metode

Discovery Learning, Tanya Jawab, Demonstrasi, Permainan (Games), dan Penugasan.

12. Penjabaran Materi

Review: Jenis-Jenis Cerita Rakyat Joyful

Sebelum mulai, mari ingat pelajaran sebelumnya. Tulis Benar (B) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan.

  1. Legenda adalah cerita rakyat yang berkaitan dengan asal-usul suatu tempat atau kejadian, misalnya Danau Toba.
  2. Fabel adalah cerita rakyat yang tokoh utamanya manusia biasa.
  3. Mite adalah cerita rakyat yang berkaitan dengan dewa, roh, atau makhluk gaib.
  4. Si Kancil Mencuri Timun termasuk fabel.
  5. Dongeng adalah cerita yang dianggap suci dan benar-benar terjadi.

Kunci Review

1. Benar   2. Salah (tokoh fabel adalah hewan)   3. Benar   4. Benar   5. Salah (dongeng hanya hiburan dan tidak dianggap benar-benar terjadi; yang dianggap suci adalah mite)

Cerita rakyat sering memakai kata-kata indah, misalnya “Malin Kundang berhati batu”. Apakah hatinya benar-benar batu? Jawabannya ada di materi hari ini.

Video Pembelajaran Joyful

Tidak bisa diputar? Tonton di sini: Memahami Makna Denotatif dan Konotatif (YouTube).

Apa Itu Denotatif dan Konotatif? Meaningful

Denotatif

Makna sebenarnya, sesuai arti di kamus (KBBI). Sifatnya lugas dan sama bagi semua orang.

Ibu mencuci tangan sebelum makan.

Konotatif

Makna kiasan atau tambahan yang menimbulkan nilai rasa, bisa baik (positif) atau kurang baik (negatif).

Dia menjadi tangan kanan kepala desa.

tanganDenotatif“Ibu memegang sendok.”tangan = anggota tubuh(arti sebenarnya)Konotatif“Dia tangan kanan kepala desa.”tangan kanan = orang kepercayaan(arti kiasan)
Satu kata, dua wajah: arti bergantung pada kalimatnya.

Cara Membedakan: Uji Ganti Arti Meaningful

  1. Baca kalimat sampai habis. Arti sebuah kata ditentukan oleh kalimat di sekitarnya.
  2. Ganti dengan arti kamusnya. Contoh: “Adik berkepala batu” menjadi “Adik berkepala dari batu”.
  3. Tanyakan: masuk akal tidak? Jika masuk akal dan nyata, maknanya denotatif. Jika janggal atau mustahil, maknanya konotatif (maksudnya: keras kepala).

Contoh Kata dan Kalimatnya

KataDenotatifKonotatif
panasAir di gelas itu masih panas.Suasana rapat menjadi panas. (tegang)
bungaIbu menanam bunga mawar.Rina adalah bunga desa. (gadis tercantik)
buayaBuaya berjemur di tepi sungai.Dasar buaya darat! (suka menipu)
manisTeh buatan Ayah rasanya manis.Senyum Dina sangat manis. (menarik dan ramah)
kepala batuKepala Adi terbentur batu.Adik berkepala batu. (keras kepala)

Konotatif Positif dan Negatif

Kata yang artinya hampir sama bisa memberi rasa berbeda. Pilih kata yang lebih halus dan sopan.

Terasa halus (positif)Terasa kasar (negatif)
wafat, meninggalmampus
langsingkurus kering
wismagubuk

Cara Membuat Kalimat dengan Kata Denotatif dan Konotatif Meaningful

  1. Pilih satu kata, misalnya mata.
  2. Tentukan arti yang dipakai. Arti sebenarnya (alat penglihatan) atau arti kiasan.
  3. Buat situasi yang jelas agar pembaca tahu maksudnya.
  4. Uji dengan uji ganti arti, lalu perbaiki jika kalimatnya membingungkan.
DenotatifKonotatif
Mata kakak merah karena terkena debu.Polisi itu menjadi mata-mata. / Dia selalu menjadi mata air kebaikan bagi teman-temannya.
Tantangan permainan “Kartu Dua Wajah” Joyful: guru membacakan kalimat dari tabel contoh. Murid mengangkat kartu biru untuk denotatif atau kartu merah untuk konotatif.

Soal Latihan HOTS: Kebiasaan Sehari-hari Meaningful

Bacalah tiga pernyataan tentang kebiasaan berikut. Ungkapan yang digarisbawahi bermakna konotatif.

Pernyataan 1

Nia anak yang berhati emas. Setiap istirahat ia berbagi bekal dengan teman yang lupa membawa makanan.

Pernyataan 2

Tono panjang tangan. Pensil dan penghapus temannya sering hilang dan ditemukan di dalam tasnya.

Pernyataan 3

Beni dikenal sebagai kutu buku. Ia rajin membaca di perpustakaan sekolah dan meminjamkan bukunya kepada teman.

Kerjakan untuk setiap pernyataan:

  1. Apa makna ungkapan yang digarisbawahi?
  2. Apakah kebiasaan tersebut baik atau tidak baik? Berikan alasanmu.
  3. Ubah kalimat itu menjadi kalimat denotatif yang artinya sama.
  4. Buat satu kalimat konotatif tentang kebiasaan baikmu sendiri.

Pembahasan Soal HOTS (diisi setelah pembelajaran)

  1. Pernyataan 1: berhati emas = baik hati dan tulus. Kebiasaan baik, karena berbagi membuat teman senang dan tidak kelaparan. Kalimat denotatif: “Nia anak yang baik hati. Setiap istirahat ia berbagi bekal dengan teman yang lupa membawa makanan.”
  2. Pernyataan 2: panjang tangan = suka mengambil milik orang lain tanpa izin (mencuri). Kebiasaan tidak baik, karena merugikan orang lain. Seharusnya Tono mengembalikan barang itu dan meminta maaf. Kalimat denotatif: “Tono suka mengambil barang temannya tanpa izin.”
  3. Pernyataan 3: kutu buku = orang yang gemar membaca. Kebiasaan baik, karena menambah ilmu dan berbagi bacaan. Kalimat denotatif: “Beni sangat gemar membaca di perpustakaan.”
  4. Kalimat sendiri: jawaban beragam, asalkan memakai ungkapan kiasan yang tepat. Contoh: “Aku rajin belajar, jadi bintang kelas versi diriku sendiri.”

Asesmen Formatif: 10 Soal Pilihan Ganda Mindful

Pilih satu jawaban yang paling tepat. Kerjakan dengan tenang dan teliti.

Mudah (nomor 1–3)

1. Makna kata yang sebenarnya dan sesuai dengan arti di kamus disebut makna ....

  1. konotatif
  2. kiasan
  3. denotatif
  4. majas

2. Kalimat berikut yang menggunakan makna denotatif adalah ....

  1. Ayah membeli sepatu baru di toko.
  2. Dia bintang kelas di sekolahnya.
  3. Adik berkepala batu.
  4. Ibu berhati emas.

3. Dalam kalimat “Rina adalah bunga desa di kampungku”, makna bunga desa adalah ....

  1. bunga yang tumbuh di desa
  2. bunga yang dijual petani
  3. taman di tengah desa
  4. gadis tercantik di desa
Sedang (nomor 4–7)

4. Kalimat yang mengandung makna konotatif adalah ....

  1. Kakak mencuci tangan sebelum makan.
  2. Pak Ali menjadi tangan kanan kepala desa.
  3. Tangan adik terluka terkena pisau.
  4. Ibu menggandeng tangan nenek menyeberang jalan.

5. Pasangan kalimat yang memakai kata panas secara berturut-turut bermakna denotatif dan konotatif adalah ....

  1. Sup itu masih panas. – Debat itu makin panas.
  2. Debat itu makin panas. – Sup itu masih panas.
  3. Sup itu masih panas. – Air di panci itu panas.
  4. Matahari terasa panas. – Cuaca hari ini panas.

6. Kata yang berkonotasi positif (paling halus dan sopan) untuk menyatakan meninggalnya seorang ulama adalah ....

  1. mampus
  2. tewas
  3. wafat
  4. mati

7. Perhatikan kalimat berikut!
(1) Buaya itu berjemur di tepi sungai.
(2) Hati-hati, dia buaya darat.
(3) Kakek menanam pohon mangga.
(4) Adik berkepala batu.
Kalimat yang bermakna konotatif ditunjukkan oleh nomor ....

  1. (1) dan (3)
  2. (2) dan (4)
  3. (1) dan (2)
  4. (3) dan (4)
Sukar (nomor 8–10)

8. Kalimat berikut yang mengandung makna konotatif dengan nilai rasa negatif (tidak baik) adalah ....

  1. Nia berhati emas dan suka berbagi.
  2. Beni kutu buku di perpustakaan.
  3. Rani menjadi bintang kelas.
  4. Tono panjang tangan di kelas.

9. Kalimat “Kakak adalah tulang punggung keluarga” jika diubah menjadi kalimat denotatif yang artinya sama adalah ....

  1. Kakak mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.
  2. Tulang punggung Kakak patah.
  3. Kakak menggendong keluarganya.
  4. Kakak duduk bersama keluarganya.

10. Bacalah kutipan berikut!
“Ayah banting tulang dari pagi sampai malam. Ayah juga berhati emas sehingga sering membantu tetangga.”
Pasangan makna yang tepat untuk ungkapan banting tulang dan berhati emas adalah ....

  1. melempar tulang – hati terbuat dari emas
  2. sakit tulang – kaya raya
  3. bekerja keras – baik hati dan tulus
  4. bermalas-malasan – pelit

Kunci Jawaban (diisi setelah pembelajaran)

No.12345678910
JawabanCADBACBDAC

Penjelasan singkat: (1) Makna sebenarnya sesuai kamus adalah denotatif. (2) Hanya kalimat A yang artinya apa adanya. (3) Bunga desa adalah kiasan untuk gadis tercantik. (4) Tangan kanan berarti orang kepercayaan. (5) Sup yang panas adalah suhu sebenarnya, debat yang panas adalah kiasan untuk tegang. (6) Wafat terasa paling halus. (7) Buaya darat (suka menipu) dan berkepala batu (keras kepala) adalah kiasan. (8) Panjang tangan berarti suka mencuri. (9) Tulang punggung berarti penopang ekonomi keluarga. (10) Banting tulang berarti bekerja keras dan berhati emas berarti baik hati.

13. Kesimpulan / Refleksi

1. Kesimpulan materi

Makna denotatif adalah arti sebenarnya sesuai kamus, sedangkan makna konotatif adalah arti kiasan yang memberi nilai rasa baik atau kurang baik. Kita dapat membedakannya dengan uji ganti arti. Pilihlah kata yang tepat dan santun sebagai wujud syukur atas nikmat berbicara dari Allah.

2. Refleksi pembelajaran

  • Kendala:  
  • Tindak lanjut:  
  • Jumlah murid yang paham:   anak; yang belum paham:   anak

No comments:

Post a Comment

see you