Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Hallo Anak Sholeh dan Sholehah kelas 6 Al Khawarizmi😊😊😊
Apa Kabarnya hari ini ? Semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT ya. Aamiin.
IDENTITAS
Pahlawan dari Aceh sampai Maluku
Kenali biografi, peristiwa bersejarah, dan nilai kepahlawanan 11 tokoh dari berbagai daerah di Indonesia.
- Laksamana MalahayatiAceh
- Tuanku Imam BonjolSumatera Barat
- Pangeran DiponegoroYogyakarta
- RA KartiniJepara
- Ki Hajar DewantaraYogyakarta
- Bung TomoSurabaya
- Pangeran AntasariKalimantan Selatan
- I Gusti Ngurah RaiBali
- Sam RatulangiSulawesi Utara
- PattimuraMaluku
- Johannes LeimenaMaluku
IDENTITAS
| 1. Nama Guru | Asih Budi Ariyanti, S.Pd. |
| 2. Hari / Tanggal | Senin, 5 Oktober 2025 |
| 3. Fase / Kelas | C / 6 [Al Khawarizmi] |
| 4. Mata Pelajaran | IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) |
| 5. Materi | Jejak Sang Pahlawan: mengidentifikasi biografi pahlawan yang terlibat peristiwa bersejarah di daerah dan menjelaskan nilai-nilai kepahlawanannya |
| 6. Pertemuan Ke | ke-[5] (3 JP) |
7. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah kalian shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya, shalat adalah kewajiban kita sebagai muslim.
Hari ini kita akan mengenal para pahlawan dari berbagai daerah. Allah Maha Khaliq (Pencipta), yang menciptakan kita berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, dari Aceh sampai Maluku, supaya saling mengenal dan menghargai. Allah Maha Malik (Pemelihara), yang memelihara perjuangan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh, sehingga Indonesia akhirnya merdeka. Allah Maha Razaq (Pemberi Rezeki), yang menganugerahkan tanah air yang subur, aman, dan merdeka sebagai rezeki bagi kita. Mari kita simak firman-Nya:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا
“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
QS. Al-Hujurat: 13 (potongan ayat)
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.”
QS. Ar-Ra’d: 11 (potongan ayat)
Kaitannya dengan materi: para pahlawan berasal dari daerah, suku, dan agama yang berbeda, tetapi satu tekad: Indonesia merdeka. Ayat pertama mengingatkan kita bahwa perbedaan daerah adalah ciptaan Allah agar kita saling mengenal. Ayat kedua mengajarkan bahwa perubahan besar dimulai dari usaha dan tekad manusia sendiri, seperti yang dilakukan para pahlawan. Rasa syukur kita atas kemerdekaan diwujudkan dengan mengenal jasa mereka dan meneladani sikapnya.
Pertanyaan untuk direnungkan
- Jika para pahlawan berasal dari daerah dan keyakinan yang berbeda-beda, apa yang membuat mereka bisa berjuang untuk tujuan yang sama?
- Kemerdekaan adalah rezeki dari Allah yang diperjuangkan dengan pengorbanan besar. Bagaimana caramu bersyukur atas nikmat itu di sekolah dan di rumah?
- Apakah berjuang selalu harus dengan senjata? Sebutkan cara lain yang bisa kamu lakukan sekarang untuk mengharumkan nama daerah dan bangsamu.
8. Capaian Pembelajaran (CP)
Murid mampu mengidentifikasi biografi pahlawan yang terlibat dalam peristiwa bersejarah di daerah serta menjelaskan nilai-nilai kepahlawanan yang dapat diteladani.
9. Tujuan Pembelajaran (TP)
- Melalui membaca profil pahlawan dan menelusuri garis waktu, murid mampu mengidentifikasi biografi pahlawan daerah (asal daerah, masa hidup, peristiwa bersejarah, dan perannya) dengan tepat. Meaningful
- Melalui diskusi kelompok dengan LKPD, murid mampu menjelaskan nilai-nilai kepahlawanan dari pahlawan daerah disertai bukti dari kisahnya. Meaningful
- Melalui apersepsi ayat dan refleksi, murid mampu menunjukkan sikap tenang, fokus, bersyukur, dan menghargai jasa pahlawan dari berbagai daerah. Mindful
- Melalui video dan permainan “Tebak Pahlawan”, murid mampu menunjukkan semangat, antusiasme, dan rasa senang saat belajar sejarah. Joyful
10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Murid menyimak apersepsi ayat dan merenungkan pertanyaan tentang syukur dan persatuan dengan tenang. Mindful
- Murid menonton video pembelajaran tentang pahlawan daerah. Joyful
- Murid mengamati peta jalur pahlawan dan garis waktu, lalu membaca profil pahlawan menggunakan pertanyaan 5W+1H (siapa, dari mana, kapan, peristiwa apa, apa yang dilakukan, nilai apa). Meaningful
- Murid bermain “Tebak Pahlawan”: guru membacakan petunjuk, murid menebak nama pahlawan. Joyful
- Murid berdiskusi dalam kelompok mengerjakan LKPD: mengisi biografi, menjodohkan pahlawan dengan peristiwa, dan menggali nilai kepahlawanan. Meaningful
- Murid mempresentasikan hasil kelompok selama satu menit dan menanggapi kelompok lain dengan santun. Joyful
- Murid merefleksikan satu nilai kepahlawanan yang akan ia terapkan, lalu mengerjakan asesmen formatif dengan teliti dan jujur. Mindful
11. Model / Metode
Problem Based Learning, Diskusi Kelompok, Tanya Jawab, Permainan (Games), dan Penugasan (LKPD).
12. Penjabaran Materi
A. Video Pembelajaran Joyful
Tonton video tentang pahlawan daerah dan nilai kepahlawanan. Cari video yang sesuai di YouTube, misalnya dengan kata kunci berikut:
B. Materi Meaningful
1. Siapa itu pahlawan dan bagaimana mengenal biografinya?
Pahlawan adalah orang yang berjuang dan berkorban untuk kepentingan bangsa, daerah, dan sesama. Perjuangan bisa dengan senjata, tulisan, pidato, pendidikan, atau pelayanan kesehatan. Biografi adalah riwayat hidup seseorang. Untuk mengenal biografi pahlawan, jawablah enam pertanyaan berikut:
| Pertanyaan | Yang dicari |
|---|---|
| Siapa dia? | Nama, nama kecil, dan gelar kehormatan |
| Dari mana? | Asal daerah atau tempat lahir |
| Kapan? | Masa hidup dan tahun peristiwa penting |
| Peristiwa apa? | Perang, pertempuran, atau gerakan yang ia ikuti |
| Apa yang ia lakukan? | Peran dan jasanya |
| Nilai apa? | Sifat baik yang dapat diteladani |
2. Peta jalur pahlawan: dari barat ke timur
3. Garis waktu peristiwa bersejarah
- 11 September 1599 – Laksamana Malahayati memimpin armada Aceh mengalahkan pasukan Belanda pimpinan Cornelis de Houtman.
- 1803–1838 – Perang Padri di Sumatera Barat; Tuanku Imam Bonjol memimpin perlawanan pada tahap akhirnya.
- Mei 1817 – Pattimura memimpin rakyat merebut Benteng Duurstede di Saparua, Maluku.
- 1825–1830 – Perang Jawa dipimpin Pangeran Diponegoro.
- 1859–1862 – Perang Banjar di Kalimantan Selatan dipimpin Pangeran Antasari (beliau wafat tahun 1862).
- Awal 1900-an – RA Kartini menuliskan gagasan tentang pendidikan perempuan lewat surat-suratnya.
- 1913 dan 1922 – Ki Hajar Dewantara menulis kritik terhadap penjajah (1913) dan mendirikan Taman Siswa (1922).
- 1928 – Sumpah Pemuda; Johannes Leimena aktif dalam organisasi pemuda Jong Ambon pada masa itu.
- 19 Agustus 1945 – Sam Ratulangi diangkat menjadi Gubernur Sulawesi.
- 10 November 1945 – Pertempuran Surabaya; Bung Tomo membakar semangat rakyat lewat radio.
- 20 November 1946 – Puputan Margarana di Bali, dipimpin I Gusti Ngurah Rai.
- Setelah kemerdekaan – Johannes Leimena mengabdi sebagai menteri dan mengembangkan gagasan layanan kesehatan masyarakat yang menjadi cikal bakal Puskesmas.
4. Profil pahlawan daerah
Baca profil berikut dengan teliti. Gunakan enam pertanyaan 5W+1H untuk menemukan informasi pentingnya.
Pulau Sumatera
Laksamana Malahayati
Laksamana perempuan dari Kesultanan Aceh
- Asal daerah
- Aceh
- Masa hidup
- Lahir sekitar tahun 1550; Pahlawan Nasional sejak 2017
- Peristiwa bersejarah
- Pertempuran melawan armada Belanda di perairan Aceh, 11 September 1599
- Kisah singkat
- Malahayati berasal dari keluarga bangsawan Aceh dan mendapat pendidikan keprajuritan. Setelah suaminya gugur dalam perang melawan Portugis, ia meminta Sultan membentuk pasukan Inong Balee, yaitu pasukan para janda prajurit. Ia kemudian diangkat sebagai laksamana yang menjaga perairan Selat Malaka. Pada tahun 1599 pasukannya berhasil mengalahkan kapal-kapal Belanda dan Cornelis de Houtman gugur dalam pertempuran itu.
- Nilai kepahlawanan
- Berani, tangguh, dan pemimpin yang tidak membeda-bedakan laki-laki dan perempuan dalam membela tanah air.
Tuanku Imam Bonjol
Pemimpin Perang Padri
- Asal daerah
- Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat
- Masa hidup
- 1772 – 6 November 1864; Pahlawan Nasional sejak 1973
- Peristiwa bersejarah
- Perang Padri (1803–1838)
- Kisah singkat
- Nama kecilnya Muhammad Shahab. Perang Padri awalnya adalah perselisihan antara kaum Padri (ulama yang ingin memurnikan ajaran agama) dan kaum Adat. Belanda ikut campur dan membantu kaum Adat. Ketika menyadari hal itu, kedua pihak bersatu melawan Belanda. Imam Bonjol memimpin pertahanan di Benteng Bonjol yang dikepung bertahun-tahun. Pada tahun 1837 beliau ditangkap dan diasingkan ke Cianjur, Ambon, lalu Manado, dan wafat di Lotak, Minahasa.
- Nilai kepahlawanan
- Gigih dan pantang menyerah, religius, serta mampu menyatukan pihak-pihak yang sebelumnya berselisih.
Pulau Jawa
Pangeran Diponegoro
Pemimpin Perang Jawa
- Asal daerah
- Yogyakarta
- Masa hidup
- 11 November 1785 – 8 Januari 1855; Pahlawan Nasional sejak 1973
- Peristiwa bersejarah
- Perang Jawa atau Perang Diponegoro (1825–1830)
- Kisah singkat
- Pangeran Diponegoro adalah putra Sultan Yogyakarta yang memilih hidup dekat dengan rakyat dan ulama. Perang dipicu ketika Belanda membangun jalan yang melewati tanah dan makam leluhurnya di Tegalrejo. Dengan dukungan rakyat dan ulama, ia melancarkan perang gerilya selama lima tahun. Pada 28 Maret 1830 ia ditangkap saat perundingan di Magelang, lalu diasingkan ke Manado dan Makassar hingga wafat.
- Nilai kepahlawanan
- Cinta tanah air, berani membela kebenaran, religius, dan dekat dengan rakyat.
RA Kartini
Pelopor pendidikan dan emansipasi perempuan
- Asal daerah
- Jepara, Jawa Tengah
- Masa hidup
- 21 April 1879 – 17 September 1904; Pahlawan Nasional sejak 1964
- Peristiwa bersejarah
- Perjuangan hak pendidikan bagi perempuan pada awal abad ke-20
- Kisah singkat
- Kartini lahir dari keluarga bangsawan, tetapi pada masa itu anak perempuan jarang boleh bersekolah tinggi. Ia gemar membaca dan menuliskan pikirannya dalam surat kepada sahabat-sahabatnya di Belanda. Ia bercita-cita agar perempuan mendapat pendidikan dan merintis sekolah untuk anak perempuan. Surat-suratnya kemudian dibukukan dengan judul Door Duisternis tot Licht, yang diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Kartini.
- Nilai kepahlawanan
- Semangat belajar, peduli pendidikan, berani menyuarakan pendapat, dan pantang menyerah.
Ki Hajar Dewantara
Bapak Pendidikan Nasional
- Asal daerah
- Yogyakarta
- Masa hidup
- 2 Mei 1889 – 26 April 1959; Pahlawan Nasional sejak 1959
- Peristiwa bersejarah
- Kritik terhadap penjajah (1913) dan pendirian Perguruan Taman Siswa (1922)
- Kisah singkat
- Nama aslinya Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Pada tahun 1913 ia menulis kritik tajam terhadap penjajah sehingga diasingkan ke Belanda bersama dua sahabatnya, Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo. Sepulangnya, pada 3 Juli 1922 ia mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta agar anak-anak pribumi dapat bersekolah. Setelah merdeka, ia menjadi Menteri Pengajaran pertama. Hari lahirnya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.
- Nilai kepahlawanan
- Peduli pendidikan, berani, dan teladan. Semboyannya: Ing ngarsa sung tuladha (di depan memberi teladan), ing madya mangun karsa (di tengah membangun semangat), tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan).
Bung Tomo
Pembakar semangat arek-arek Surabaya
- Asal daerah
- Surabaya, Jawa Timur
- Masa hidup
- 3 Oktober 1920 – 7 Oktober 1981; Pahlawan Nasional sejak 2008
- Peristiwa bersejarah
- Pertempuran Surabaya, 10 November 1945
- Kisah singkat
- Nama aslinya Sutomo. Sejak muda ia aktif di kepanduan dan menjadi wartawan. Ketika pasukan Sekutu dan Belanda mengancam Surabaya pada tahun 1945, ia berpidato melalui radio untuk membangkitkan semangat rakyat dengan seruan “Merdeka atau mati!”. Pertempuran besar pun terjadi pada 10 November 1945, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
- Nilai kepahlawanan
- Berani, semangat membara, cinta tanah air, dan pandai menyatukan rakyat lewat kata-kata.
Pulau Kalimantan
Pangeran Antasari
Pemimpin Perang Banjar
- Asal daerah
- Kesultanan Banjar, Kalimantan Selatan
- Masa hidup
- Lahir sekitar 1797 – wafat 11 Oktober 1862; Pahlawan Nasional sejak 1968
- Peristiwa bersejarah
- Perang Banjar (mulai 1859)
- Kisah singkat
- Pangeran Antasari adalah bangsawan Banjar yang dicintai rakyat. Perang Banjar pecah ketika Belanda ikut campur dalam urusan pergantian sultan dan menguasai kekayaan alam Banjar. Pada 14 Maret 1862 ia diangkat sebagai pemimpin tertinggi dengan gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin, didukung masyarakat Banjar dan Dayak. Ia wafat pada 11 Oktober 1862 karena sakit. Semboyan perjuangan Banjar yang dikaitkan dengannya: Haram Manyarah, Waja Sampai Kaputing (pantang menyerah, teguh seperti baja sampai akhir).
- Nilai kepahlawanan
- Pantang menyerah, kepemimpinan, persatuan antarsuku, dan religius.
Pulau Bali
I Gusti Ngurah Rai
Pemimpin pasukan Ciung Wanara
- Asal daerah
- Carangsari, Badung, Bali
- Masa hidup
- 30 Januari 1917 – 20 November 1946; Pahlawan Nasional sejak 1975
- Peristiwa bersejarah
- Puputan Margarana, 20 November 1946
- Kisah singkat
- Setelah Indonesia merdeka, Belanda kembali ke Bali. Ngurah Rai, yang memimpin pasukan Ciung Wanara, menolak menyerah dan melanjutkan perjuangan gerilya. Pada 20 November 1946 pasukannya bertempur melawan Belanda di Marga, Tabanan, dalam pertempuran yang disebut puputan, yaitu berjuang sampai titik darah penghabisan. Beliau gugur dalam pertempuran itu. Namanya kini diabadikan pada bandara internasional di Bali.
- Nilai kepahlawanan
- Berani, rela berkorban, setia pada Republik, dan pantang menyerah.
Pulau Sulawesi
Sam Ratulangi
Gubernur pertama Sulawesi dan pejuang yang cerdas
- Asal daerah
- Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara
- Masa hidup
- 5 November 1890 – 30 Juni 1949; Pahlawan Nasional sejak 1961
- Peristiwa bersejarah
- Pengangkatan sebagai Gubernur Sulawesi, 19 Agustus 1945, dan perjuangan diplomasi mempertahankan kemerdekaan
- Kisah singkat
- Nama lengkapnya Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi. Ia sangat cerdas dan meraih gelar doktor ilmu pasti dan alam di Universitas Zurich, Swiss. Setelah proklamasi, ia menjadi Gubernur Sulawesi yang pertama. Karena perjuangannya, Belanda menangkap dan mengasingkannya ke Serui, Papua. Ia wafat di Jakarta. Semboyannya: Si tou timou tumou tou, artinya manusia hidup untuk memanusiakan orang lain.
- Nilai kepahlawanan
- Cerdas, peduli sesama, bertanggung jawab, dan cinta tanah air.
Kepulauan Maluku
Pattimura
Kapitan Pattimura (Thomas Matulessy)
- Asal daerah
- Maluku (Pulau Saparua)
- Masa hidup
- Lahir 1783 – wafat 16 Desember 1817; Pahlawan Nasional sejak 1973
- Peristiwa bersejarah
- Perlawanan rakyat Maluku dan perebutan Benteng Duurstede di Saparua, Mei 1817
- Kisah singkat
- Pattimura adalah nama perjuangan Thomas Matulessy. Ia memimpin rakyat Maluku melawan kebijakan Belanda yang menyengsarakan rakyat, seperti kerja paksa, penyerahan hasil rempah, dan monopoli perdagangan. Pada Mei 1817 pasukannya merebut Benteng Duurstede di Saparua. Belanda membalas dengan kekuatan besar. Pattimura akhirnya ditangkap dan dihukum gantung di Ambon pada 16 Desember 1817.
- Nilai kepahlawanan
- Berani, pembela rakyat kecil, mampu menyatukan rakyat, dan pantang menyerah.
Johannes Leimena
Dokter dan negarawan, pelopor layanan kesehatan masyarakat
- Asal daerah
- Ambon, Maluku
- Masa hidup
- 6 Maret 1905 – 29 Maret 1977; Pahlawan Nasional sejak 2010
- Peristiwa bersejarah
- Gerakan persatuan pemuda masa Sumpah Pemuda (1928) dan pengabdian di pemerintahan setelah kemerdekaan
- Kisah singkat
- Leimena belajar kedokteran dan menjadi dokter. Pada masa muda ia aktif di organisasi Jong Ambon yang ikut mendukung semangat persatuan pemuda. Setelah Indonesia merdeka, ia berulang kali dipercaya menjadi menteri, termasuk di bidang kesehatan. Gagasannya tentang pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat menjadi cikal bakal Puskesmas, sehingga ia dikenang sebagai “Bapak Puskesmas”.
- Nilai kepahlawanan
- Peduli sesama, jujur dan sederhana, toleran, serta rela mengabdi untuk kesehatan rakyat.
5. Rangkuman biografi
| Pahlawan | Daerah | Peristiwa | Nilai utama |
|---|---|---|---|
| Laksamana Malahayati | Aceh | Pertempuran melawan armada Belanda (1599) | Berani, kepemimpinan |
| Tuanku Imam Bonjol | Sumatera Barat | Perang Padri | Gigih, persatuan |
| Pangeran Diponegoro | Yogyakarta | Perang Jawa (1825–1830) | Cinta tanah air, religius |
| RA Kartini | Jepara | Perjuangan pendidikan perempuan | Semangat belajar |
| Ki Hajar Dewantara | Yogyakarta | Taman Siswa (1922) | Peduli pendidikan, teladan |
| Bung Tomo | Surabaya | Pertempuran 10 November 1945 | Berani, semangat juang |
| Pangeran Antasari | Kalimantan Selatan | Perang Banjar | Pantang menyerah |
| I Gusti Ngurah Rai | Bali | Puputan Margarana (1946) | Rela berkorban |
| Sam Ratulangi | Sulawesi Utara | Gubernur Sulawesi pertama (1945) | Cerdas, peduli sesama |
| Pattimura | Maluku | Perebutan Benteng Duurstede (1817) | Berani, pembela rakyat |
| Johannes Leimena | Maluku | Pelopor layanan kesehatan masyarakat | Peduli sesama, pengabdian |
6. Nilai-nilai kepahlawanan dan cara meneladaninya
Cara menemukan nilai: (1) baca kisah pahlawan, (2) tandai tindakan pentingnya, (3) tanyakan “sifat apa yang tampak dari tindakan ini?”, (4) cari contoh penerapannya dalam kehidupanku.
| Nilai | Contoh dari pahlawan | Meneladaninya di sekolah dan rumah |
|---|---|---|
| Berani | Bung Tomo menyerukan perlawanan; Malahayati memimpin armada | Berani berkata jujur dan membela teman yang diperlakukan tidak adil |
| Pantang menyerah | Pangeran Antasari dan Imam Bonjol bertahan bertahun-tahun | Terus mencoba saat soal sulit dan tidak mudah putus asa |
| Cinta tanah air | Pangeran Diponegoro membela tanah leluhur | Mengikuti upacara dengan khidmat, menjaga lingkungan, memakai produk dalam negeri |
| Rela berkorban | I Gusti Ngurah Rai dan pasukannya di Margarana | Mengalah dan berbagi demi kepentingan bersama |
| Persatuan | Kaum Padri dan kaum Adat bersatu; Antasari dengan Banjar dan Dayak | Berteman tanpa membedakan suku, agama, atau daerah |
| Peduli sesama | Johannes Leimena dan Sam Ratulangi | Membantu teman yang kesulitan belajar tanpa meminta imbalan |
| Cerdas dan peduli pendidikan | RA Kartini dan Ki Hajar Dewantara | Rajin membaca, belajar sungguh-sungguh, dan berbagi ilmu |
7. Permainan “Tebak Pahlawan” Joyful
Guru membacakan petunjuk, murid menebak siapa aku.
- Aku memimpin rakyat Maluku merebut Benteng Duurstede di Saparua. Siapakah aku?
- Pidatoku lewat radio membakar semangat arek-arek Surabaya. Siapakah aku?
- Aku laksamana perempuan dari Aceh yang memimpin pasukan Inong Balee. Siapakah aku?
- Surat-suratku tentang pendidikan perempuan dibukukan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Siapakah aku?
- Aku dan pasukanku bertempur sampai titik darah penghabisan di Marga, Tabanan. Siapakah aku?
Kunci Tebak Pahlawan
1. Pattimura 2. Bung Tomo 3. Laksamana Malahayati 4. RA Kartini 5. I Gusti Ngurah Rai
C. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Meaningful
Kunci LKPD (untuk guru, diisi setelah pembelajaran)
Kegiatan 1: disesuaikan dengan pahlawan yang diundi; periksa dengan profil pada materi. Kegiatan 2: 1-F, 2-E, 3-B, 4-C, 5-A, 6-D. Kegiatan 3 dan 4: jawaban beragam; nilai harus sesuai dengan tindakan pahlawan dan contoh peneladanan harus nyata dan dapat dilakukan murid.
D. Asesmen Formatif Mindful
Kerjakan dengan tenang, teliti, dan jujur. Soal terdiri atas 5 pilihan ganda, 3 isian, dan 2 esai dengan tingkat kesulitan beragam.
1. Tokoh yang melalui pidato di radio membakar semangat rakyat Surabaya pada pertempuran 10 November 1945 adalah ....
- Pattimura
- Bung Tomo
- Sam Ratulangi
- Tuanku Imam Bonjol
2. Tokoh yang mendirikan Perguruan Taman Siswa pada tahun 1922 dan hari lahirnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional adalah ....
- RA Kartini
- Johannes Leimena
- Ki Hajar Dewantara
- Pangeran Antasari
3. Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro berlangsung dari tahun 1825 sampai 1830. Perang itu berlangsung selama ....
- 5 tahun
- 4 tahun
- 6 tahun
- 7 tahun
4. Pasangan pahlawan dan daerah asal yang tepat adalah ....
- Pangeran Antasari – Aceh
- Johannes Leimena – Bali
- Laksamana Malahayati – Maluku
- I Gusti Ngurah Rai – Bali
5. Sam Ratulangi memiliki semboyan Si tou timou tumou tou yang berarti manusia hidup untuk memanusiakan orang lain. Sikap murid yang paling sesuai dengan semboyan itu adalah ....
- Rina hanya membantu teman yang pernah memberinya hadiah.
- Rina dengan sabar membantu teman yang kesulitan belajar tanpa meminta imbalan.
- Rina menyembunyikan catatannya agar hanya dia yang pintar.
- Rina menolak sekelompok dengan teman yang berbeda suku.
6. Pertempuran habis-habisan di Marga, Tabanan, Bali, pada 20 November 1946 yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai disebut Puputan .
7. Pasukan Laksamana Malahayati yang beranggotakan para janda prajurit disebut pasukan .
8. RA Kartini lahir tahun 1879 dan Ki Hajar Dewantara lahir tahun 1889. Selisih tahun kelahiran mereka adalah tahun.
9. Bung Tomo berjuang lewat pidato di radio, sedangkan Ki Hajar Dewantara berjuang lewat pendidikan. Jelaskan mengapa keduanya tetap disebut pahlawan, lalu sebutkan satu nilai kepahlawanan yang sama dari keduanya!
10. Pilih satu pahlawan dari materi hari ini. Jelaskan peristiwa bersejarah yang ia ikuti, kemudian tuliskan dua contoh nyata cara kamu meneladani nilai kepahlawanannya di sekolah!
Kunci Jawaban dan Pembahasan (diisi setelah pembelajaran)
| No. | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Jawaban | B | C | A | D | B | Margarana | Inong Balee | 10 |
Pembahasan: (1) Bung Tomo dikenal lewat pidato radio pada Pertempuran Surabaya. (2) Taman Siswa didirikan Ki Hajar Dewantara; Kartini berjuang untuk pendidikan perempuan tetapi tidak mendirikan Taman Siswa. (3) 1830 − 1825 = 5 tahun. (4) Ngurah Rai berasal dari Bali; pasangan lain keliru (Antasari dari Kalimantan Selatan, Leimena dari Maluku, Malahayati dari Aceh). (5) Semboyan Sam Ratulangi bermakna membantu dan memanusiakan orang lain, sehingga jawaban B paling sesuai. (6) Puputan Margarana. (7) Inong Balee. (8) 1889 − 1879 = 10 tahun.
Esai 9 (contoh jawaban): Bung Tomo membangkitkan semangat rakyat lewat pidato radio, sedangkan Ki Hajar Dewantara mencerdaskan bangsa lewat tulisan dan sekolah. Keduanya berjasa bagi bangsa sehingga disebut pahlawan; berjuang tidak harus dengan senjata. Nilai yang sama: cinta tanah air dan keberanian. Skor 20: alasan kedua tokoh disebut pahlawan (10), nilai yang sama dengan alasan (10).
Esai 10 (contoh jawaban): Pilih Pangeran Diponegoro: ia memimpin Perang Jawa (1825–1830) karena Belanda membangun jalan melewati tanah dan makam leluhurnya. Meneladani cinta tanah air: (1) mengikuti upacara bendera dengan tertib dan khidmat, (2) menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Skor 20: peristiwa dijelaskan benar (10), dua contoh peneladanan nyata (5 + 5).
Pedoman skor (total 100): pilihan ganda 5 soal × 6 = 30; isian 3 soal × 10 = 30; esai 2 soal × 20 = 40.
13. Kesimpulan / Refleksi
1. Kesimpulan materi
Para pahlawan berasal dari berbagai daerah dan berjuang dengan cara yang berbeda: dengan perang, pidato, tulisan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Mereka mengikuti peristiwa bersejarah seperti Perang Padri, Perang Jawa, Perang Banjar, perebutan Benteng Duurstede, Pertempuran Surabaya, dan Puputan Margarana. Nilai yang dapat kita teladani antara lain berani, pantang menyerah, cinta tanah air, rela berkorban, persatuan, peduli sesama, dan semangat belajar. Kita bersyukur atas kemerdekaan dengan meneladani sikap mereka.
2. Refleksi pembelajaran
- Kendala:
- Tindak lanjut:
- Jumlah murid yang paham: anak; yang belum paham: anak
IDENTITAS
| 1. Nama Guru | Asih Budi Ariyanti, S.Pd. |
| 2. Hari / Tanggal | Senin, 5 Oktober 2026 |
| 3. Fase / Kelas | C / 6 [Al Khawarizmi] |
| 4. Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| 5. Materi | Membuat kalimat dengan kata bermakna denotatif dan konotatif serta membedakan maknanya |
| 6. Pertemuan Ke | ke-[4] (2] JP) |
7. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah kalian shalat subuh? Jangan lupa ya, shalat adalah kewajiban kita sebagai muslim.
Hari ini kita belajar tentang kata. Allah Maha Khaliq (Pencipta), yang menciptakan manusia dan mengajarinya pandai berbicara. Allah Maha Malik (Pemelihara), yang menjaga lisan, akal, dan ingatan kita agar bisa memakai kata dengan baik. Allah Maha Razaq (Pemberi Rezeki), yang memberi kita rezeki berupa ilmu dan bahasa. Mari kita simak firman-Nya:
خَلَقَ الْإِنْسَانَ ﴿٣﴾ عَلَّمَهُ الْبَيَانَ ﴿٤﴾
“Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara.”
QS. Ar-Rahman: 3–4
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Sungguh, jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
QS. Ibrahim: 7 (potongan ayat)
Kaitannya dengan materi: kemampuan memilih kata, memahami arti kata, dan menyusunnya menjadi kalimat adalah nikmat dari Allah. Cara bersyukurnya adalah memakai kata dengan benar, jujur, dan santun. Hari ini kita belajar bahwa satu kata bisa punya dua wajah: arti yang sebenarnya dan arti kiasan.
Pertanyaan untuk direnungkan
- Mengapa kemampuan berbicara termasuk nikmat besar dari Allah? Bagaimana caramu bersyukur atas nikmat itu lewat kata-katamu?
- Jika temanmu berkata, “Kamu berhati emas!”, apakah hatimu benar-benar terbuat dari emas? Apa maksud temanmu?
- Bagaimana caramu memilih kata agar kiasan yang kamu ucapkan tidak menyakiti perasaan orang lain?
8. Capaian Pembelajaran (CP)
Murid mampu memahami dan menggunakan kosakata bermakna denotatif dan konotatif dalam kalimat.
9. Tujuan Pembelajaran (TP)
- Melalui pengamatan contoh kalimat dan uji ganti arti, murid mampu membedakan makna denotatif dan konotatif pada kata atau ungkapan dengan tepat. Meaningful
- Melalui latihan menyusun kalimat dari situasi sehari-hari, murid mampu membuat kalimat dengan kata denotatif dan konotatif secara tepat. Meaningful
- Melalui apersepsi ayat dan refleksi, murid mampu bersikap tenang, fokus, teliti, serta bersyukur dengan memilih kata yang santun. Mindful
- Melalui video dan permainan “Kartu Dua Wajah”, murid mampu menunjukkan semangat dan rasa senang dalam belajar bahasa. Joyful
10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Murid menyimak apersepsi ayat dan menjawab pertanyaan yang mendalam dengan tenang. Mindful
- Murid menjawab 5 soal benar/salah tentang jenis cerita rakyat (review pertemuan lalu) sambil mengangkat kartu Benar atau Salah. Joyful
- Murid menonton video pembelajaran tentang makna denotatif dan konotatif. Joyful
- Murid mengamati contoh kalimat, menemukan ciri tiap makna, lalu mempraktikkan uji ganti arti. Meaningful
- Murid bermain “Kartu Dua Wajah”: guru membacakan kalimat, murid mengangkat kartu biru (denotatif) atau merah (konotatif). Joyful
- Murid mengerjakan soal HOTS tentang kebiasaan sehari-hari dan membuat kalimat sendiri. Meaningful
- Murid merefleksikan kata-kata yang baik untuk dipakai dan mengerjakan 10 soal asesmen formatif dengan teliti. Mindful
11. Model / Metode
Discovery Learning, Tanya Jawab, Demonstrasi, Permainan (Games), dan Penugasan.
12. Penjabaran Materi
Review: Jenis-Jenis Cerita Rakyat Joyful
Sebelum mulai, mari ingat pelajaran sebelumnya. Tulis Benar (B) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan.
- Legenda adalah cerita rakyat yang berkaitan dengan asal-usul suatu tempat atau kejadian, misalnya Danau Toba.
- Fabel adalah cerita rakyat yang tokoh utamanya manusia biasa.
- Mite adalah cerita rakyat yang berkaitan dengan dewa, roh, atau makhluk gaib.
- Si Kancil Mencuri Timun termasuk fabel.
- Dongeng adalah cerita yang dianggap suci dan benar-benar terjadi.
Kunci Review
1. Benar 2. Salah (tokoh fabel adalah hewan) 3. Benar 4. Benar 5. Salah (dongeng hanya hiburan dan tidak dianggap benar-benar terjadi; yang dianggap suci adalah mite)
Cerita rakyat sering memakai kata-kata indah, misalnya “Malin Kundang berhati batu”. Apakah hatinya benar-benar batu? Jawabannya ada di materi hari ini.
Video Pembelajaran Joyful
Tidak bisa diputar? Tonton di sini: Memahami Makna Denotatif dan Konotatif (YouTube).
Apa Itu Denotatif dan Konotatif? Meaningful
Denotatif
Makna sebenarnya, sesuai arti di kamus (KBBI). Sifatnya lugas dan sama bagi semua orang.
Ibu mencuci tangan sebelum makan.
Konotatif
Makna kiasan atau tambahan yang menimbulkan nilai rasa, bisa baik (positif) atau kurang baik (negatif).
Dia menjadi tangan kanan kepala desa.
Cara Membedakan: Uji Ganti Arti Meaningful
- Baca kalimat sampai habis. Arti sebuah kata ditentukan oleh kalimat di sekitarnya.
- Ganti dengan arti kamusnya. Contoh: “Adik berkepala batu” menjadi “Adik berkepala dari batu”.
- Tanyakan: masuk akal tidak? Jika masuk akal dan nyata, maknanya denotatif. Jika janggal atau mustahil, maknanya konotatif (maksudnya: keras kepala).
Contoh Kata dan Kalimatnya
| Kata | Denotatif | Konotatif |
|---|---|---|
| panas | Air di gelas itu masih panas. | Suasana rapat menjadi panas. (tegang) |
| bunga | Ibu menanam bunga mawar. | Rina adalah bunga desa. (gadis tercantik) |
| buaya | Buaya berjemur di tepi sungai. | Dasar buaya darat! (suka menipu) |
| manis | Teh buatan Ayah rasanya manis. | Senyum Dina sangat manis. (menarik dan ramah) |
| kepala batu | Kepala Adi terbentur batu. | Adik berkepala batu. (keras kepala) |
Konotatif Positif dan Negatif
Kata yang artinya hampir sama bisa memberi rasa berbeda. Pilih kata yang lebih halus dan sopan.
| Terasa halus (positif) | Terasa kasar (negatif) |
|---|---|
| wafat, meninggal | mampus |
| langsing | kurus kering |
| wisma | gubuk |
Cara Membuat Kalimat dengan Kata Denotatif dan Konotatif Meaningful
- Pilih satu kata, misalnya mata.
- Tentukan arti yang dipakai. Arti sebenarnya (alat penglihatan) atau arti kiasan.
- Buat situasi yang jelas agar pembaca tahu maksudnya.
- Uji dengan uji ganti arti, lalu perbaiki jika kalimatnya membingungkan.
| Denotatif | Konotatif |
|---|---|
| Mata kakak merah karena terkena debu. | Polisi itu menjadi mata-mata. / Dia selalu menjadi mata air kebaikan bagi teman-temannya. |
Soal Latihan HOTS: Kebiasaan Sehari-hari Meaningful
Bacalah tiga pernyataan tentang kebiasaan berikut. Ungkapan yang digarisbawahi bermakna konotatif.
Pernyataan 1
Nia anak yang berhati emas. Setiap istirahat ia berbagi bekal dengan teman yang lupa membawa makanan.
Pernyataan 2
Tono panjang tangan. Pensil dan penghapus temannya sering hilang dan ditemukan di dalam tasnya.
Pernyataan 3
Beni dikenal sebagai kutu buku. Ia rajin membaca di perpustakaan sekolah dan meminjamkan bukunya kepada teman.
Kerjakan untuk setiap pernyataan:
- Apa makna ungkapan yang digarisbawahi?
- Apakah kebiasaan tersebut baik atau tidak baik? Berikan alasanmu.
- Ubah kalimat itu menjadi kalimat denotatif yang artinya sama.
- Buat satu kalimat konotatif tentang kebiasaan baikmu sendiri.
Pembahasan Soal HOTS (diisi setelah pembelajaran)
- Pernyataan 1: berhati emas = baik hati dan tulus. Kebiasaan baik, karena berbagi membuat teman senang dan tidak kelaparan. Kalimat denotatif: “Nia anak yang baik hati. Setiap istirahat ia berbagi bekal dengan teman yang lupa membawa makanan.”
- Pernyataan 2: panjang tangan = suka mengambil milik orang lain tanpa izin (mencuri). Kebiasaan tidak baik, karena merugikan orang lain. Seharusnya Tono mengembalikan barang itu dan meminta maaf. Kalimat denotatif: “Tono suka mengambil barang temannya tanpa izin.”
- Pernyataan 3: kutu buku = orang yang gemar membaca. Kebiasaan baik, karena menambah ilmu dan berbagi bacaan. Kalimat denotatif: “Beni sangat gemar membaca di perpustakaan.”
- Kalimat sendiri: jawaban beragam, asalkan memakai ungkapan kiasan yang tepat. Contoh: “Aku rajin belajar, jadi bintang kelas versi diriku sendiri.”
Asesmen Formatif: 10 Soal Pilihan Ganda Mindful
Pilih satu jawaban yang paling tepat. Kerjakan dengan tenang dan teliti.
1. Makna kata yang sebenarnya dan sesuai dengan arti di kamus disebut makna ....
- konotatif
- kiasan
- denotatif
- majas
2. Kalimat berikut yang menggunakan makna denotatif adalah ....
- Ayah membeli sepatu baru di toko.
- Dia bintang kelas di sekolahnya.
- Adik berkepala batu.
- Ibu berhati emas.
3. Dalam kalimat “Rina adalah bunga desa di kampungku”, makna bunga desa adalah ....
- bunga yang tumbuh di desa
- bunga yang dijual petani
- taman di tengah desa
- gadis tercantik di desa
4. Kalimat yang mengandung makna konotatif adalah ....
- Kakak mencuci tangan sebelum makan.
- Pak Ali menjadi tangan kanan kepala desa.
- Tangan adik terluka terkena pisau.
- Ibu menggandeng tangan nenek menyeberang jalan.
5. Pasangan kalimat yang memakai kata panas secara berturut-turut bermakna denotatif dan konotatif adalah ....
- Sup itu masih panas. – Debat itu makin panas.
- Debat itu makin panas. – Sup itu masih panas.
- Sup itu masih panas. – Air di panci itu panas.
- Matahari terasa panas. – Cuaca hari ini panas.
6. Kata yang berkonotasi positif (paling halus dan sopan) untuk menyatakan meninggalnya seorang ulama adalah ....
- mampus
- tewas
- wafat
- mati
7. Perhatikan kalimat berikut!
(1) Buaya itu berjemur di tepi sungai.
(2) Hati-hati, dia buaya darat.
(3) Kakek menanam pohon mangga.
(4) Adik berkepala batu.
Kalimat yang bermakna konotatif ditunjukkan oleh nomor ....
- (1) dan (3)
- (2) dan (4)
- (1) dan (2)
- (3) dan (4)
8. Kalimat berikut yang mengandung makna konotatif dengan nilai rasa negatif (tidak baik) adalah ....
- Nia berhati emas dan suka berbagi.
- Beni kutu buku di perpustakaan.
- Rani menjadi bintang kelas.
- Tono panjang tangan di kelas.
9. Kalimat “Kakak adalah tulang punggung keluarga” jika diubah menjadi kalimat denotatif yang artinya sama adalah ....
- Kakak mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.
- Tulang punggung Kakak patah.
- Kakak menggendong keluarganya.
- Kakak duduk bersama keluarganya.
10. Bacalah kutipan berikut!
“Ayah banting tulang dari pagi sampai malam. Ayah juga berhati emas sehingga sering membantu tetangga.”
Pasangan makna yang tepat untuk ungkapan banting tulang dan berhati emas adalah ....
- melempar tulang – hati terbuat dari emas
- sakit tulang – kaya raya
- bekerja keras – baik hati dan tulus
- bermalas-malasan – pelit
Kunci Jawaban (diisi setelah pembelajaran)
| No. | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Jawaban | C | A | D | B | A | C | B | D | A | C |
Penjelasan singkat: (1) Makna sebenarnya sesuai kamus adalah denotatif. (2) Hanya kalimat A yang artinya apa adanya. (3) Bunga desa adalah kiasan untuk gadis tercantik. (4) Tangan kanan berarti orang kepercayaan. (5) Sup yang panas adalah suhu sebenarnya, debat yang panas adalah kiasan untuk tegang. (6) Wafat terasa paling halus. (7) Buaya darat (suka menipu) dan berkepala batu (keras kepala) adalah kiasan. (8) Panjang tangan berarti suka mencuri. (9) Tulang punggung berarti penopang ekonomi keluarga. (10) Banting tulang berarti bekerja keras dan berhati emas berarti baik hati.
13. Kesimpulan / Refleksi
1. Kesimpulan materi
Makna denotatif adalah arti sebenarnya sesuai kamus, sedangkan makna konotatif adalah arti kiasan yang memberi nilai rasa baik atau kurang baik. Kita dapat membedakannya dengan uji ganti arti. Pilihlah kata yang tepat dan santun sebagai wujud syukur atas nikmat berbicara dari Allah.
2. Refleksi pembelajaran
- Kendala:
- Tindak lanjut:
- Jumlah murid yang paham: anak; yang belum paham: anak


No comments:
Post a Comment
see you